Minggu, 11 Maret 2018

Renungan Pagi 12 Maret 2018

Renungan Pagi  “Potret Kasih Allah”

12  Maret  2018

Harga Kasih

“Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seprti dirinya sendiri (1 Samuel 18:3).

Karena alasan tertentu, Alkitab menjelaskan mengapa Yonatan terus menjadi sahabat Daud. Tiga kali Alkitab menyatakan bahwa Yonatan “mengasihi “ Daud. Orang Barat di abad ke-21 ini tidak dapat mengerti kata itu. Bagi kita tampaknya menunjukkan hubungan homoseksual yang jelas tidak tepat, karena baik Daud maupun Yonatan memiliki istri dan anak-anak.

Beberapa ahli  Alkitab mencatat bahwa di dalam beberapa perjanjian kuno, kata “mengasihi” menunjukkan kesetiaan politis antara seorang pengusaha dan koleganya. Mereka menduga bahwa  karena Yonatan dan Daud telah mengikat perjanjian satu sama lain, kita harus mengartikan frase “Yonatan mengasihi dia” sebagai sumpah setianya kepada Daud.

Apa pun implikasinya, persahabatan Yonatan dan Daud bukanlah Sesuatu yang murah. Pertama, Yonatan memberikan jubah kerajaannya beserta ketopong, pedang, busur, dan ikat pinggangnya kepada Daud (1 Sam. 18:4). Kemudian ketika Saul mengakui kepada Yonatan niatnya untuk membunuh Daud, Yonatan memberitahu Daud niat jahat itu dan kemudian berhadapan dengan ayahnya untuk membela Daud. Ketiga, dalam sebuah perjamuan makan Yonatan mempertaruhkan hidupnya juga untuk membela Daud yang tidak hadir pada saat itu. Sampai-sampai Saul menyebut anaknya itu “anak sundal” atau “pelacur” dan melemparkan tombaknya kepada Yonatan (1 Sam. 20:30, 33). Keempat dalam suatu perburuan yang dilakukkan Saul untuk mencari Daud, Yonatan mempertaruhkan hidupnya menemui Daud dan menguatkan hatinya dengan berkata, “Janganlah takut,” dan “engkau akan menjadi raja atas Israel, dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu. Juga ayahku Saul telah mengetahuinya yang demikian itu” (1 Sam. 31:2). Malangnya Yonatan tidak pernah menjadi orang kedua di bawah Daud, karena ia terbunuh saat bertempur melawan orang Filistin (1 Sam.31:2).

Persahabatan Yonatan dan Daud tidak hanya melibatkan kedudukannya sebagai pewaris takhta, tetapi juga membahayakan hidupnya. Namun Yonatan tetap setia kepada sahabatnya dan mengesampingkan haknya atas taktha, serta segala kehormatan yang menyertai kedudukan yang sangat tinggi itu. (Padahal kehormatan adalah hal yang paling berharga di Timur Dekat kuno).


Persahabatan menuntut kerendahan hati. Persahabatan berarti mengesampingkan rencana pribadi untuk mendukung rencana orang lain. Persahabatan berarti merelakan kehormatan sendiri untuk mendukung kehormatan yang lain. Persahabatan berarti bergembira dalam keberhasilan orang lain. Persahabatan akan tetap kukuh – terlepas dari apa yang dikatakan atau dilakukan orang. Persahabatan sejati tidak murah, tetapi ia tidak pernah menghitung-hitung ongkosnya.

0 komentar:

Posting Komentar