Senin, 05 Maret 2018

Renungan Pagi 06 Maret 2018

Renungan Pagi  “Potret Kasih Allah”

06  Maret  2018

Pemeliharaan Ilahi

“Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas” (Rut 2:1).

Naomi dan Rut tiba dirumah pada bulan April atau Mei. Rut mengamati sekelompok orang yang setiap hari mendekati ladang-ladang di luar Betlehem – hamparan ladang jelai siap panen dengan para pemanen itu sebagai pemungut jelai. Menurut hukum Ibrani, para janda, yatim, dan orang asing boleh menjadi pemungut jelai, dan Rut memenuhi syarat untuk itu.

“kebetulan ia berada di tanah milik Boas” (Rut 2:3). Sebagai seorang pria, langsung saja Boas menyadari kehadirannya, dan bertanya kepada pembantunya tentang Rut. Pembantunya lalu menjelaskan latar belakang Rut dan menyebutnya “perempuan Moab” (nampaknya perempuan Moab memiliki “reputasi” tertentu) dan mengungkapkan bahwa ia datang ke Betlehem bersama dengan Naomi (tidak bersama seorang pria). Boas menunjukkan perhatian yang lebih dari biasanya kepada Rut dengan menyuruhnya bergabung bersama kelompok wanita permanen, supaya tidak ada pria yang mengganggunya. Ketika haus, Rut diizinkan langsung minum dari tempayan. Maka beredarlah gossip bahwa Boas sedang mendekati Rut.

Boas juga mengundang Rut untuk ikut makan bersama dengan pekerja-pekerja lainnya, meskipun ia duduk di sudut. Boas memberinya roti banyak-banyak, bertih gandum, dan cuka, sampai Rut tidak bisa menghabiskan makanannya. Dipenghujung hari Rut kembali ke rumah Naomi dengan membawa lebih dari 15 kilogram jelai!

Pada akhirnya kita semua tahu, Boas menikahi Rut dan mereka – seorang pria Israel dan seorang perempuan Moab – menjadi kakek buyut dari Raja Daud.

Allah tidak muncul sebagai tokoh yang dominan di sini, meskipun nama-Nya digunakan dalam salam dan percakapan. Justru inisiatif manusialah yang menonjol sepanjang kisah ini. Rut yang atas inisiatifnya menjadi pemungut jelas di ladang milik Boas; lalu si pemilik ladang jatuh hati padanya; Naomi yang menyuruhnya mandi, mengenakan parfum dan pakaian bagus, untuk kemudian menyelinap di tempat tidur Boas agar dapat bercakap intim dengannya; maka Rut pun menjadi pemungut jelai sepanjang minggu panen itu; lalu Boas menjadi “penebus” Rut; merekapun menikah; dan sebagai buahnya lahirlah Obed, yang kelak menjadi kakek Raja Daud.


Kita sering berbicara tentang pemeliharaan Ilahi, membuat seakan-akan hanya satu pihak yang memiliki peranan. Mungkin kini kita harus melihatnya secara berbeda; pemeliharaan melibatkan peran Ilahi dan keterlibatan manusia di dalamnya.

0 komentar:

Posting Komentar