Senin, 29 Januari 2018

Renungan Pagi 30 Januari 2018

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah”

30  Januari 2018

Para Imam

“Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kau tugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam” (Bilangan 3:10).

Untuk menjadi Imam, seseorang harus melewati persyaratan yang ketat. Pertama, ia haruslah keturunan Harun. Ia harus diurapi dengan minyak dan darah. Ia hanya boleh menikahi gadis Israel. Dan, ia adalah pria – ya, imam haruslah seorang pria – yang fisiknya sempurna, bukan seorang yang buta, timpang, cacat mukanya, terlalu panjang anggota badannya, patah kaki atau tangannya, bungkuk, buta warna, dst.

Tugas keimamatan meliputi, antara lain: sebagai wakil manusia dalam menghadap Allah – mengatur daging dan darah korban, menyampaikan doa bersama , menyalurkan berkat-berkat, dan menanyakan masalah Urim dan Tumim kepada Allah. Mereka harus mengenakan jubah khusus yang bukan pakaian orang Israel yang biasa.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa gembala jemaat masa kini serupa dengan para imam zaman dahulu. Karena itu, wanita tidak boleh ditahbiskan karena bukan pria, sehingga tidak memenuhi syarat. Pendapat ini benar jika gembala menjalankan fungsi yang sama dengan imam. Tetapi….

Banyak perbedaan antara gembala masa kini dengan imam Israel di masa lalu. Gembala diurapi, tetapi tidak diminyaki; pengurapan tidak menggunakan minyak dan darah. Meskipun tugas gembala menyerupai tugas imam – memimpin doa jemaat dan mengajar – gembala masa kini tidak mempersembahkan korban dan mengatur daging dan darah korban. (Imam Katolik Roma melakukan pengorbanan di dalam Misa).

Tugas utama seorang gembala nampak seperti seorang nabi – mewakili Allah dan berbicara atas nama Allah dengan menafsirkan dan menjelaskan Alkitab jika gembala lebih menyerupai nabi ketimbang imam, maka pendapat  yang menentang pentahbisan wanita sebagai gembala pun tidak berlaku, karena ada nabi-nabi perempuan di dalam Perjanjian Lama maupun Baru.

Lebih jauh lagi, jika para gembala gereja Advent merupakan penjelmaan imam di masa lalu, bukanlah semua kualifikasi seorang imam harus dipenuhi – harus menikah dengan seorang gadis Israel, memakai jubah khusus, dan mensyaratkan tidak adanya cacat fisik?


Mungkin pendapat mutakhir yang tidak memperkenankan penahbisan wanita tidak lebih dari sesuatu yang berlebihan. “Tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Gal. 3:28).

0 komentar:

Posting Komentar