Senin, 22 Januari 2018

Renungan Pagi 23 Januari 2018

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah”

23  Januari 2018

Allah Menyesal

“Dan menyesallah TUHAN karena  malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya” (Keluaran 32:14)

Seorang cendikiawan Alkitab mengatakan: “Dalam Alkitab, Allahlah yang lebih banyak menyesal ketimbang umat-Nya.” Mungkin pernyataan itu berlebihan, namun ada kebenaran di dalamnya. Keluaran adalah kitab kedua di dalam Alkitab, namun Allah telah menyesal sebanyak dua kali. Sebelumnya di dalam kitab Kejadian kita baca, “ Maka menyesallah TUHAN, bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya” (Kej.6:6).

Ketika Musa berada di atas Gunung Sinai, menerima Sepuluh Firman yang ditulis di atas dua loh batu, orang Israel yang berada di lereng gunung merasa gelisah. Lalu mereka berkata kepada Harun, “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini,… kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia” (Kel.32:1).


Ketika Harun menyuruh mereka menyerahkan semua perhiasan, mereka pun menurut. Dari perhiasan itu ia membuat sebuah patung lembu emas, dan orang Isreal pun berseru, “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir! (ay.4).  mereka belum melihat kedua loh batu, dan mereka baru saja melanggar salah satu perintah di dalamnya. Hari berikutnya mereka mempersembahkan “korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum, kemudian bangunlah mereka dan bersukaria” (ay.6).

Allah melihat apa yang terjadi dan memberitahu Musa untuk segera turun gunung. Orang Israel telah “rusak lakunya” (ay.7), kata Allah. Kemudian Allah berniat membunuh mereka. “Biarkanlah Aku,” kata-Nya kepada Musa, “supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar” (ay.10).

Seorang yang penurut akan langsung berlari. Tapi Musa dengan berani mulai membantah Allah, dan meyakinkan-Nya agar tidak bertindak berlebihan “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu….?”  Musa mengomel. “Orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud… membinasakannya dari muka bumi” (ay.11, 12). Lalu Musa mengucapkan beberapa perintah! “Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada  umat-Mu” (ay. 12). Yang diakhiri dengan, “Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri” (ay.13).


Dan Allah pun mengubah keputusan-Nya! Mengapa?  Karena Musa berbicara dan mendesak Allah agar berbalik dari murka-Nya dan memegang sumpah-Nya. Doa mengubah berbagai hal.

0 komentar:

Posting Komentar