Jumat, 19 Januari 2018

Renungan Pagi 20 Januari 2018

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah”

20  Januari 2018

Paskah

“Darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir” (Keluaran 12:13).

Setelah menunjukkan tanda-tanda di hadapan Firaun dan mengirim Sembilan tulah yang meluluh lantakkan Mesir, saatnya tiba untuk pertempuran akhir antara YHWH, Allah orang Israel, dan Firaun.

Tulah kesepuluh sudah dekat – tulah yang dahsyat sehingga Sembilan tulah sebelumnya Nampak seperti percobaan.

Orang Israel telah mengasingkan seekor anak domba, untuk disembelih pada tanggal empat belas bulan Nisan. Mereka memercikkan darah anak domba itu ke atas pintu rumah, memanggang dagingnya, dan menyantapnya bersama sayur pahit saat makan siang. Setiap orang dalam rumah harus memakannya sambil berdiri, sambil bersiap memulai perjalanan mereka ke Tanah Perjanjian pada saat yang ditentukan. Makanan yang tersisa harus dibakar keesokan paginya.

Allah berfirman: “Semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah TUHAN” (ay.12).

“Pergilah orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka” (ay.28), pada tengah malam malaikat maut membunuh setiap anak sulung di Mesir, manusia dan binatang. “Dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian” (ay.30).

Tetapi Allah hanya menjatuhkan hukuman kepada orang Mesir, sedangkan anak-anak sulung orang Israel selamat. Allah melihat darah di atas pintu rumah mereka dan melewatinya (melewati = to pass over, sebagai asal kata Passover atau Paskah). Sejak saat itulah orang Yahudi merayakan Paskah setiap tahun. Dan tiap tahun pula mereka mengulangi kata-kata: “Tahun depan di Yerusalem.”

Fanny J. Crosby menulis sebuah lagu rohani berjudul “Pass Me Not, O Gentie Savior,” (jangan Lewati Aku. Oh Juruselamat yang Baik) yang memohon agar Yesus tidak melewatkan  kita, namun saat itu di Mesir, orang Israel berharap agar Allah melewatkan rumah mereka dari tulah.


Paulus menulis: “Anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus” (1 Kor. 5:7). Di saat darah Yesus Kristus menandai hidup kita, maka kita dapat menghadapi penghakiman Allah dengan penuh keyakinan. Penghakiman bukan sesuatu yang harus ditakutkan – kecuali oleh mereka yang tidak terlindung oleh darah Yesus. Bagi mereka yang diselamatkan, catatan dosa dan hukuman mereka telah dilewatkan.

0 komentar:

Posting Komentar