Kamis, 11 Januari 2018

Renungan Pagi 12 Januari 2018

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah”

12  Januari 2018

Memanjakan Itu Merusak

“Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia” (Kejadian 37:3).

Yusuf adalah anak emas Yakub, dan bukti yang paling mencolok dari sikap pilih kasih Yakub adalah saat ia membuatkan jubah indah untuk anak kesayangannya itu. Ungkapan Ibrani untuk jubah itu memiliki banyak terjemahan, “mantel warna warni” (KJV), “jubah panjang” (NAB), “jubah dengan hiasan yang meriah” (NIV), “mantel panjang berlengan” (NRSV), dll. E.A. speiser mengungkapkan bahwa “tidak ada yang istimewa tentang warna ataupun lengan baju” (Genesis, Anchor Bible, hlm. 289). Pakaian warna-warni dan jubah panjang adalah hal yang umum di Timur Dekat pada zaman itu.

Lalu apa yang istimewa dengan pakaian tersebut? Istilah yang dipakai di sini untuk jubah (k’tonet passim) hanya muncul sekali lagi di perikop tentang anak perempuan Raja Daud. Ia memakai jubah yang sama, yang ternyata merupakan pakaian seorang putri raja (2 Sam. 13:18, 19). Dokumen kuneiform (tulisan kuno Bangsa Sumeria, Ed) menyebutkan bahwa pakaian yang disebut kitu (atau kutinnu) pi-annu. Jubah ini sering dikenakan di bahu patung dewi-dewi pada upacara keagamaan kuno.

Singkat kata, istilah berkaitan dengan contoh-contoh yang merujuk pada pakaian wanita, yang menimbulkan kecurigaan jangan-jangan sikap Yakub yang memanjakan Yusuf membuat anak itu menjadi feminim dan gemar memakai pakaian yang indah layaknya pakaian wanita yang bertabur perhiasan.

Perilaku Yusuf yang baru berusia 17 tahun itu pun kurang terpuji. Ia suka mengadukan kelakuan saudara-saudaranya Dan, Naftali, Gad, dan Asyer (Kej. 37:2). Belakangan ia mendapatkan dua mimpi di mana semua kakak dan  orangtuanya membungkuk padanya. Dan bukannya menutup mulutnya, Yusuf sesumbar kepada semua orang tentang mimpinya itu. Sampai-sampai ayahnya pun marah dan menegur dia (ay.10).

Selama berabad-abad orang berdebat tentang apa yang membentuk kepribadian seseorang – alamiahkah atau dibentuk. Hari ini kita menyadari bahwa faktor genetik dan lingkungan sama pentingnya dalam membentuk kepribadian seseorang. Di sini dan dalam bacaan selanjutnya kita akan berfokus pada latar belakang Yusuf, yang menjadi sumber kelemahan baginya. Namun kita tidak tersandera oleh DNA ataupun lingkungan, betapapun kuatnya pengaruh keduanya. Allah menciptakan kita dengan kehendak bebas, artinya ada faktor lain yang berpengaruh pada apa jadinya kita. Jadi rumusnya adalah: kromosom + lingkungan + pilihan = karakter.

2 komentar:

  1. Rumus karakter: Kr + L + P = Karakter. Terima kasih.

    BalasHapus
  2. Amin... ada berkat kidung di: https://www.youtube.com/watch?v=RSPwXuYxyig

    BalasHapus