Rabu, 10 Januari 2018

Renungan Pagi 11 Januari 2018

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah”

11 Januari 2018

Mengapa Begitu Merasa Bersalah?

“Esau  berlari mendapatkan dia, didekapnya  dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia” (Kejadian 33:4).

Kabar bahwa Esau datang dengan 400 orang pengikutnya sungguh membuat gelisah. Maka Yakub yang merasa terancam, mengirimkan hadiah kepada Esau – 550 hewan ternak, termasuk kambing, domba, unta, lembu, dan keledai! Dan Yakub mengirimnya sekaligus; ia membaginya dalam sembilan rombongan – satu kawanan ternak, lalu dalam jarak tertentu, kawanan ternak berikutnya diikuti dengan jarak lainnya, dan seterusnya.

Setelah melimpahi kakaknya dengan kawanan ternak, Yakub pun “sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu” (ay. 3). Tapi Esau, sambil bersimbah air mata, berlari mendapatkan adiknya dan memeluknya.

Ketika Esau bertanya tentang kawanan ternak yang dikirimnya kepadanya, Yakub memanggil tuan dan menyebut kirimannya itu sebagi hadiah perdamaian. Esau menjawab, “Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu” (ay.9).

Yakub terus memohon: “jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini…, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah” (ay. 10).

Esau menerima pemberian itu, tetapi ia mengusulkan agar mereka berjalan bersama-sama , didahului oleh 400 orang pengikutnya. Namun Yakub menolak ajakan Esau yang berjiwa besar itu. Esau lalu hendak meminjamkan sebagian dari 400 orangnya itu, dan ini pun ditolak oleh Yakub. Sebaiknya ia malah berbohong kepada Esau (bukan hal baru) dan berkata hendak menemuinya di Seir (ay.14). “Tetapi Yakub berangkat ke Sukot” (ay.17). dua bersaudara itu hanya bertemu lagi kelak di saat pemakaman Ishak.

Esau dengan ramah melupakan masa lalu mereka, dan terus menawarkan bantuan kepada adiknya. Tetapi setiap kali ia menjangkau Yakub, keramahannya ditolak – padahal sebelumnya Yakub memohon kasih dari kakaknya itu!


Banyak alasan mengapa Yakub bertindak seperti itu – bahkan setelah memperoleh pengampunan dari Esau. Yang jelas bagi saya adalah, meskipun Esau telah mengampuninya, Yakun tidak pernah memaafkan dirinya sendiri. Tindakan yang merendahkan diri secara berlebihan menunjukkan bahwa Yakub masih memendam perasaan bersalah, yang selalu menjadi hambatan bagi suatu rekonsiliasi. Pengampunan memiliki dua aspek – apa yang diberikan oleh orang lain kepada orang yang bersalah, dan apa yang diberikan oleh orang yang bersalah itu kepada dirinya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar