Minggu, 07 Januari 2018

Renungan Pagi 08 Januari 2018

Renungan Pagi “Potret Kasih Allah”

08 Januari 2018

Perintah yang Aneh dari Allah
“Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran” (Kejadian 22:2)

Dapatkah Anda menerima perintah dari Allah yang datang di tengah malaikat untuk mempersembahkan anakmu sebagai korban bakaran? Saya tidak.

Karena kita sudah seringkali mendengar kisah yang meruntuhkan nyali ini. Saya tidak akan mengulangi detail ceritanya. Namun kita sering melewatkan detail geografis dan konteks kisah ini.

Ketika Abraham menerima perintah ini, ia sedang berdiam di Bersyeba (Kej.21:33). Allah menyuruh dia pergi ke Moria. Jika Moria adalah bagian dari Yerusalem, maka Abraham dan Ishak harus menempuh jarak 50 mil (80 km). Alkitab menyebutkan bahwa mereka tiba di tujuan pada hari ketiga. Setelah peristiwa itu, Abraham kembali ke Bersyeba untuk tinggal di sana (Kej. 22:19).

Detil geografis lainnya terdapat dalam Kejadian 23:1-2, yang bercerita tentang Sara yang meninggal pada usia 127 tahun… di sebuah kota bernama Kiryat-Arba, yang belakangan dikenal sebagai Hebron.  “Lalu Abraham datang, meratapi dan menangisinya” (ay 2.).  Jaraknya sekitar 30 mil (48 km) dari Bersyeba tempat Abraham tinggal, ke Hebron.

Alkitab tidak menceritakan bahwa Ishak berada di sana saat penguburan ibunya. Dan kita mendapatkan lagi serpihan detail geografis di pasal 24, bahwa Ishak tinggal di Lahai-Roh (ay.62). Tempat itu dikenal juga sebagai Ain-Gedeirat (atau Ain Qedeis) atau Kedesh, yang letaknya 47 mil (kurang lebih 75 km) di sebelah selatan Bersyeba.

Apakah Anda sudah mendapat gambarannya ? Setelah peristiwa di Gunung  Moria, Abraham kembali ke Bersyeba; Sara meninggal di Hebron, 30 mil sebelah utara Bersyeba, sehingga Abraham harus “datang” atau “pergi” ke sana (kata Ibrani yang dipakai dapat berarti keduanya); dan Ishak tinggal di Lahai-Roi, 47 mil sebelah selatan Bersyeba.

Terlihat jelas bahwa peristiwa itu, keluarga Abraham, keluarga Abraham terpecah-belah. Ia tinggal di Bersyeba, Sara pergi 30 mil ke utara, dan Ishak menjauh hampir 50 mil ke Selatan. Mungkinkah ketaatan Abraham kepada Allah melebihi apa yang dapat ditanggung oleh keluarganya?


Komitmen religious sering berakibat seperti itu, Yesus berkata, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk. 14:26). Seberapa kuat iman… dan kesetiaanmu?

0 komentar:

Posting Komentar