Rabu, 03 Januari 2018

Renungan Pagi 04 Januari 2018


04 Januari 2018

Saat Allah Bekerja, Bagian 2

“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya;… Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. “ (Kejadian 2:7,19).

Selanjutnya, kejadian berlangsung lebih normal; berkas warna-warninya berbeda dengan Kejadian 1. Dalam pasal 1 Allah terlihat jauh, berfirman kedalam keberadaan dari suatu tempat nan jauh. Tetapi di Kejadian 2, ia Nampak berlutut di tanah dan terlibat langsung dalam sebuah proses kreatif.

Di Kejadian 1, kreativitas Allah tercermin dalam kata-kata: “menciptkana,” “berfirman,” “melihat,” “memisahkan,” “menamai,” “menjadikan,” “ menaruh,” dan “memberkati.”

Tetapi Kejadian2 menggunakan kata-kata kerja yang lebih kuat: “membentuk,” “menghembuskan,” “membuat(taman),” “menempatkan,” “menumbuhkan,” “mengambil,” “memberi perintah,” “ membawa,” “membuat (tidur nyenyak),” “menutup,” “membangun,” dan “membawa.”

Hanya Allah sendiri yang berbicara di pasal 1. Tapi di pasal 2, lebih banyak yang aktif, dan Allah hanya berbicara sedikit, hanya dua kali-sekali kepada diri-Nya sendiri dan sekali lagi saat memberi perintah kepada manusia pertama.
Dan tidak seperti pengakuan dari Allah di Kejadian 1 bahwa semuanya bagus, di sini Allah mengatakan “tidak baik” (Kej.2:18), ketika melihat manusia pertama hidup seorang diri. Maka Ia pun bertindak memperbaiki situasi. Caranya? Kita semua tahu bahwa Ia lalu membangun seorang perempuan dari tulang rusuk yang diambil-Nya dari manusia pertama. Namun banyak yang melewatkan fakta bahwa itulah kali terakhir Allah mencoba mengubah yang “tidak baik” menjadi “baik”. Sebelum usaha yang terakhir- dan berhasil-itu, Allah membentuk (seperti cara-Nya membentuk manusia) dari tanah segala binatang dan burung. Namun saat itu Adam merasa “tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia” (ay.20).
Setiap kisah ini menyajikan potret yang penting tentang Allah.

Kejadian 1 menunjukkan kepada kita seorang Insiyur yang bijak, tenang, dan penuh kuasa. Dalam Kejadian 2 kita melihat Allah yang aktif secara intim dan personal dalam proses dalam proses kreatif-Nya, mengotori tangan-Nya saat membentuk manusia pertama, segala binatang, dan burung-burung, dari tanah. Ia bahkan membiarkan jari-jari-nya ternoda darah saat memotong dada Adam, mengambil satu rusuknya, dan membangun (ya, kata ini yang digunakan!) Hawa dari rusuk itu. Ia sendiri yang mengerjakan semuanya dengan tangan-nya sendiri, dan terlibat secara langsung dengan kejadian setiap kita.

0 komentar:

Posting Komentar