Senin, 18 Desember 2017

Renungan Pagi 19 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

19  Oktober  2017

Semuanya Berharga

“Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Markus 8:34)

“Haruskah saya dibawa ke langit
Di Tempat tidur penuh dengan bunga kesenangan
Sementara yang lainnya berjuang untuk memenangkan hadiah,
Dan berlayar melalui lautan darah?”

Pertanyaan ini akhirnya dihadapi oleh setiap pengikut Kristus karenamengingat bahwa penderitaan adalah pasti bagi mereka yang mencari kerajaan kemuliaan. Tetapi ini bukan kejutan; bukanlah Kristus memerintahkan, “pikullah salibmu dan ikutlah Aku?”

Jenis strategi pemasaran apakah ini? Salib adalah yang paling dibenci, paling tidak disukai, dan alat yang digunakan masyarakat kuno untuk menunjukkan penghinaan. Bagi orang Roma itu adalah pernyataan kelemahan; bagi orang Yunani, tanda kebiadaban; dan untuk orang Yahudi, simbol penaklukkan dan penindasan. Namun undangan Yesus untuk pemuridan dimulai dengan panggilan nama ini-apa yang Dietrich Bonhoefffer, seorang martir Kristen, ungkapkan sebagai panggilan Kristus untuk “datang dan mati.”

Kristus membuat salib menjadi simbol pergerakan kerajaan-Nya, hal ini seperti saat kita memulai suatu organisasi sekarang ini dan menggunakan kursi listrik atau tali gantungan sebagai logo kita. Bayangkan iklan seperti ini untuk merekrut teman-teman dan anggota baru.

Mengapa salib? Pertama, mengingatkan kita pada biaya keselamatan kita yaitu: Pengorbanan Krirtus. Kedua, membuka kedok Setan bahwa ia adalah penguasa lalim, pembunuh yang kejam. Dan ketiga, memperingatkan kita bahwa “hamba tidak lebh dari Tuhannya” (lihat Yohanes 13:16); bahwa Yesus menyempurnakan kekudusan melalui penderitaan, demikianlah kita seharusnya.

“Ini menyakitkan!” kata batu itu sementara bunga api memancar dari roda gerinda yang berusaha mengubah penampilan dan nasib. “Tetapi saya harus melakukan apa yang harus saya lakukan untuk membuat berlian Anda seperti yang Anda inginkan,” jawab roda gerinda. “Jika itu masalahnya, “batu yang menderita itu berseru dengan tangisan dan air mata,”  teruslah menggerinda, hai roda besar, teruslah menggerinda!”

Surga akan, memang, “menjadi berharga.” Tidak ada kepuasan duniawi di bandingkan dengan itu; tidak ada sukacita duniawi yang sama dengan itu. Tidak ada masalah atau sakit yang cukup besar untuk mencegah atau menaggagalkan setiap orang yang hatinya tetap teguh-pahala kita lebih baik.


0 komentar:

Posting Komentar