Rabu, 13 Desember 2017

Renungan Pagi 14 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

14   Desember  2017

Pendidikan Di Surga

“Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang” (Maleakhi 4:2).

Ah, sukacita karena belajar – sungguh menyenangkan karena pikiran dikembangkan, mata terbuka, pandangan lebih jelas karena memperoleh pengetahuan. Memiliki kekayaan adalah keadaan yang membahagiakan. Meskipun memberikan pengaruh terhadap hidup, kekayaan sendiri tidak meningkatkan kecerdasan seseorang. Pernikahan adalah salah satu dari pengalaman hidup yang khusus, tetapi walaupun itu memberikan sukacita karena memiliki teman hidup dan menyelesaikan masalah sosial, itu tidak dengan sendirinya memperluas kapasitas mental seseorang.

Jadi belajar adalah kehidupan yang paling baik dan aktivitas yang menyenangkan. Selain pertobatan – keputusan dan menerima Kristus sebagai Tuhan – tidak ada pengalaman yang dapat dibandingkan dengan belajar.

Semua pendidikan, baik formal maupun informal, memperluas pemahaman seseorang terhadap sifat manusia, sejarah manusia dan seluruh bidang  di sekitar kita. Pendidikan yang sejati, bagaimanapun, tidak hanya menambah pengetahuan seseorang, tetapi juga meningkatkan kemampuan kita untuk mengatasi masalah hidup dan membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, yang adalah sumber dari semua pengetahuan benar dan kepastian dari semua pengetahuan.

Baik surga dan bumi yang baru, pembelajaran kita akan kekal. Pikiran kita akan mampu berkembang tanpa batas, dan dalam lingkungan suci, menangkap dan mendaftarkan keajaiban ilmu pengetahuan dan kasih karunia yang tidak akhirnya. Setiap hari dan dalam segala hal kita akan terpengaruh oleh data baru yang akan memuaskan rasa ingin tahu kita dan menggetarkan jiwa kita.

Semua ini menjadi menarik dalam pernyataan yang menyatakan: “Surga adalah sebuah sekolah; bidang studynya, alam semesta; gurunya, Yang tak berkesudahan.” Di sana nanti, apabila kabut yang menyelubungi pemandangan kita telah disisihkan, mata kita kaan melihat keindahan dunia yang sekarang kita menangkapnya hanya sekilas melalui mikroskop; bilamana kita melihat kemuliaan langit, yang sekarang dapat diamati dari jauh dengan teleskop; bilamana kutuk dosa dihilangkan, maka seluruh bumi akan kelihatan di dalam “keindahan Tuhan Allah kita.”


Pada hari yang besar dan mulia dari pahala terakhir kita, kita akan melihat “di dalam semua benda-benda ciptaan ia dapat menemukan suatu tulisan tangan – dan alam semesta yang luas memandang nama Allah tertulis besar, dan tidak ada lagi tanda sisa dosa atau kejahatan di bumi atau di laut di langit” (Membina Pendidikan Sejati, hlm. 279, 281).

1 komentar: