Sabtu, 09 Desember 2017

Renungan Pagi 10 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

10   Desember  2017

Tanah Suci

“Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya” (Yesaya 35:8)

Salah satu pemberian utama dari dunia yang akan datang yaitu hidup tanpa adanya pertentangan masalah dosa, keinginan daging. Sebagai manusia tidak ada kesempatan sejak kejatuhan Adam dan Hawa, kecuali Yesus, datang ke dunia tanpa kecendrungan alami untuk berbuat dosa. Kita dilahirkan dengan kecendrungan berbuat dosa dan selama kita hidup, kita tidak dapat menghindar dari kecendrungan ini; hal ini adalah bagian permanen dari keberadaan kita orang berdosa. Kasih Kristus setiap hari berada dalam pengendalian Firman-Nya, menundukkan, dan mengatasi dosa, tetapi tidak seperti “mengusahakan” kecendrungan (sesuatu yang kita terima saat kita lahir  yang dapat benar-benar dihilangkan), ini adalah kerusakan fatal yang ada sejak kita dilahirkan tetap ada selama kita hidup.

Ketika Kristus ada di dalam hati, dosa tidak “berkuasa” atas perbuatan kita seperti sebelum pertobatan (Rm. 6:11, 12), tetapi dosa selalu bersama kita. Kita kurus karena tidak diisi, lemah oleh kurangnya sukacita, hal itu, setelah berserah kepada Kristus, kelumpuhan dan akibatnya dikendalikan oleh kuasa yang lebih besar yaitu Firman Allah. Setelah pertobatan, kekuatan daging tidak lagi mendominasi, tetapi dosa tidak pernah berhenti memengaruhi. Akibat dari penurutan dan pengabdian kita secara terus menerus, dosa menjadi tidak berdaya, meskipun aktif, hanya sebagai bagian pelengkap kehidupan mesin moral kita.

Sebagai orang Kristen apakah  yang harus kita atasi? Tidak hanya meningkatkan kekuatan dari luar, tetapi dorongan dari dalam untuk menantang dosa turunan yang diwariskan Adam dan Hawa. Hal itu karena musuh tidak pernah berhenti menuntut untuk  mengalahkan mereka “Pekerjaan… seumur hidup” (Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 472).

Namun, ketika Yesus datang, tubuh mulia kita akan bebas dari semua tindakan jahat. Memakai jubah kekekalan, kita bukan lagi tawanan dosa berahi atau diburu oleh nafsu kita. Kita akan keluar dari alam yang rusak ini, kita tidak akan lagi bergulat dengan Setan masa lalu – kita akan benar-benar bebas!


“Di sana,” Yesaya menyatakan, akan menjadi “jalan yang kudus yang muda dan lurus” dan menurut saya, suatu jalan besar kebahagiaan, jalan yang disebut kedamaian, dan sebuah jalan bernama anugerah luar biasa yang mengarah ke fakta suci, di mana takhta kerajaan kebenaran kita, penguasanya adalah Tuhan. 

0 komentar:

Posting Komentar