Sabtu, 25 November 2017

Renungan Pagi 26 November 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

26   November  2017

Keunggulan Waktu  Utama

Ini kami katakan kepadamu dengan Firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal” (1 Tesalonika 4: 15).

Dengan kata-kata ini Paulus berani membahas dua kesalahan penting yang dihasilkan atas kesalahan penafsiran Jemaat Tesalonika. Pertama adalah mereka tidak tepat dalam hal memastikan bahwa Yesus akan datang kembali di zaman mereka. Akibat yang tidak menyenangkan dari gagasan sesat mereka adalah nyata bahwa mereka tidak menjadi bagian dari “kita yang masih hidup, yang masih tinggal,” hal itu menjadi semakin bingung dan menyedihkan.

Masalah kedua adalah bahwa mereka menganggap kematian sahabat-sahabat mereka bukan sebagai akibat alami dari kondisi manusia, tetapi ketidaksenangan Ilahi pada individu yang terkait. Kematian adalah sesuatu yang tidak disukai, bahkan bagi orang Kristen, adalah wajar, tetapi Jemaat Tesalonika sudah terlalu jauh. Kesalahpahaman mereka menimbulkan bagi diri sendiri superioritas atas orang yang telah meninggal. Dengan kata lain, mereka tidak hanya rusak dan memiliki harapan palsu; tetapi juga harapan mereka menyimpang.

Paulus, guru dan teman mereka, berusaha untuk memperbaiki pemikiran mereka dengan mengingatkan mereka tidak hanya kematian yang mungkin terjadi kepada mereka (1 Tes. 5:10), tetapi juga bahwa ketika Kristus datang kembali kemenangan akan diberikan kepada orang kudus yang telah meninggal bahwa mereka akan dibangkitkan untuk menyambut Tuhan sebelum semua yang hidup dipanggil menemui-Nya.  Mereka akan diubahkan sebelum “yang masih hidup” diubahkan, dibangkitkan sebelum “yang masih hidup” bergembira dan “diangkat” sebelum “yang masih hidup” “terangkat.” Kata-katanya yang sempurna dengan  penuh kehati-hatian memperbaiki pandangan negatif mereka dan untuk membuat kejelasan bahwa mereka yang beristirahat dari pekerjaan mereka, yang tidak hidup kudus, akan bertanggung jawab atas kehidupan mereka pada kedatangan Tuhan.


Bagi kita, yang sekarang hidup dan tetap, terus menangis, “Berapa lama, ya Tuhan, berapa lama?” Dan sementara itu terjadi, memutuskan bahwa tidak ada satu pun dan tidak ada yang akan memisahkan kita dari harapan hidup yang kita miliki di dalam Kristus Yesus. Juga, pada kedatangan Yesus yang kedua kali dan pada suasana kemuliaan, kita dapat mengetahui bahwa yang penting bukan pangkat atau posisi kita, tetapi apakah kita akan termasuk dalam jumlah “barisan orang kudus.”

0 komentar:

Posting Komentar