Sabtu, 11 November 2017

Renungan Pagi 12 November 2017



Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

12  November  2017

Dia Sanggup

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”  (Roma 6:10,11).

Kita semua datang ke dunia ini, dalam pengertian rohani, DOA: Dead On Arrival (mati ketika tiba). Sifat yang buruk disebabkan oleh dosa pertama seperti yang dikatakan oleh Augustine, “Dosa adalah hukuman atas dosa.” Hal itu sama seperti yang ada dalam pikiran Paulus yang mengatakan, “Dosa membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan” (Roma 7:8).

Semua kita membawa dalam diri kita kekayaan fisik yang akan berakhir pada kematian. Dalam arti yang sebenarnya kita semua sakit parah. Secara manusia, tidak ada jalan keluar lain, tidak ada jalan keluar Penyair Longfellow membenarkan hal itu: “Hidup adalah nyata, hidup adalah pasti… dan hati kita, meskipun gagah dan berani, seperti drum terendam, mengalahkan pawai pemakaman ke liang kubur.” Dan kecuali Kristus kembali dalam waktu dekat, fisik kita menurun-kematian kita menuju kepada kesia-saian-adalah tidak berubah dan tidak dapat diubah.

Namun kemerosotan rohani kita dapat diubah. Untuk mengakhiri keadaan ini adalah balsam di Gilead, seorang Tabib yang ajaib. Seorang yang sanggup menyembuhkan. Kecenderungan alamiah kita dapat berbuat jahat, lahirlah kita tidak suka hal-hal suci, hilang pertimbangan dan kehendak, cinta akan dunia, singkatnya, semua kejahatan yang mengikat kelahiran pertama kita, kita sanggup untuk mencegahnya. Kita dapat melakukannya “tetap hidup” di dalam Yesus: oleh kuasa firman-Nya yang dapat mengeringkan tulang dan menghidupkannya kembali.

Kita yang sudah mati di dalam dosa, yang tidak peduli terhadap kebenaran tidak patuh pada perintah, tidak tergerak oleh kasih karunia, tidak terpengaruh oleh bujukan kasih Allah, kita hidup untuk menyaksikan kuasa kebangkitan Allah. Sebagaimana matahari bersinar melalui benih tanah hangat yang terbengkalai, yang telah dilunakkan oleh embun dan hujan, sumber yang menghasilkan kehidupan, begitu juga dengan Putra Kebenaran, saat menghangatkan hati yang keras, disiapkan oleh Roh Kudus, menghasilkan semangat, keberanian, untuk mencapai kemenangan sebagai orang Kristen.

Kita tidak dapat menjelaskan lebih banyak lagi dinamika keajaiban ini dari pada seorang buta yang menjelaskan kesembuhannya. Tapi bersamanya kita dapat memberikan kesaksian bahwa “aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat” (Yoh. 9:25); kita tidak pernah oleh kerajaan kegelapan, tapi oleh kasih karunia dan kuasa-Nya mata kita telah terbuka, pendengaran kita telah terbuka, kamar tahanan telah tergoncang, rantai kita terlepas, dan kita bebas dari dosa dan hukuman.

0 komentar:

Posting Komentar