Rabu, 25 Oktober 2017

Renungan Pagi 26 Oktober 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

26  Oktober  2017

Karakter Dan Alamiah

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita” (Roma 6:23).

Orang Kristen, walaupun terus-menerus bertumbuh di bawah jubah kebenaran sempurna Kristus, tidak akan pernah mencapai kesempurnaan Allah, surga menuntut kekudusan sebagai syarat yang dibutuhkan untuk keselamatan. Pekerjaan Roh Kudus di dalam hati artinya bahwa kita akan mengalami pertumbuhan setiap hari, tetapi baik oleh “alamiah karakter kita” dan “karakter alamiah kita” dan kita dicegah untuk masuk gerbang surga.

Alamiah karakter kita adalah tidak sempurna karena kita semua “telah” berdosa (waktu lampau). Pada sisi lain, kita juga “telah hilang,” (saat ini) artinya kita sekarang tidak sempurna. Benar, ketika kita menyadari kesalahan kita, kita meminta pengampunan, dan dengan kasih karunia Tuhan, kita akan dibangkitkan untuk mengatasi atau untuk melanjutkan pencarian tentang hal yang kita tidak  pernah sadari sepenuhnya yaitu kebenaran mutlak. Inilah sebabnya, ketika kita berdoa, kita dengan sungguh-sungguh meminta belas kasihan, bukan keadilan dan pengampunan, bukan upah yang kita layak terima.

Sebaliknya, karakter alamiah kita diukur bukan dari perbuatan, tetapi dari hakikat diri kita sebenarnya. Pemazmur menyatakan bahwa kita “diperanakkan dalam kesalahan, dikandung dalam dosa “ (lihat Mzm. 52:5) dikumandangkan dengan akurat dalam pernyataan Luther;  “Bahannya sendiri adalah kesalahan. Tanah liat, sejak  bejana ini dibentuk, telah dikutuk. Apakah yag Anda lebih inginkan? Inilah saya; semua orang juga seperti ini. Gambaran tentang kita; janin bertumbuh di dalam rahim yang telah berdosa, bahkan sebelum kita lahir dan mulai menjadi mahkluk hidup” (Luther’s Works, jld. 12, hlm. 348). Kita lahir di dunia dengan kecendrungan berbuat jahat, dan lahiriah kita yang telah jatuh tidak pernah berhenti untuk menimbulkan atau cenderung berbuat kesalahan. Benar bahwa  “kasih Kristus menguasai kita” (2 Korintus 5:14), dan oleh kuasa-Nya kita masih  terus berjuang  dan menang, tetapi karena daging kita pernah menjadi sumber kejahatan, sesungguhnya – pada saat dibangkitkan dan diubahkan – tidak akan ada pengaruh dosa lagi.

Jadi apakah yang menjadi jalan keluar dari kedua dilemma ini? Adalah jubah Kebenaran Kristus! Itu akan mengatasi masalah yang dihasilkan oleh “alamiah karakter kita” karena “kebenaran Kristus menggantikan tempat kegagalan manusia” (Selected Messages, jld. 1, hlm. 367) dan “kekudusan-Nya yang sempurna  menembus kekurangan kita” (ibid., hlm. 368). Hal itu juga menanggulangi  masalah yang dihasilkan oleh “karakter alamiah kita” karena  “Yesus memperbaiki kelemahan kita yang tidak terelakkan,” dosa bawaan, yang membuat kita tidak dapat diterima meskipun dengan perbuatan yang paling baik yang dapat kita lakukan (ibid., jld. 3, hlm. 196).


Tidak heran rasul, meringkaskan pemulihan kita  dari dosa kepada kebenaran yang lebih baik, dinyatakan dengan yakin, “dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia” (Kolose 2:10). 

0 komentar:

Posting Komentar