Senin, 23 Oktober 2017

Renungan Pagi 24 Oktober 2017



Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

24  Oktober  2017

Kebenaran Yang Ditanamkan

“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya, berbahagilah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya” (Roma 4: 7, 8).

Kata “diperhitungkan” menyatakan dengan jelas tentang kenyataan bagaimana Yesus menempatkan kebenaran-Nya “di atas” kita. Namun, kata “ditanamkan” menyatakan tentang pekerjaan penyucian setiap hari yang dilakukan oleh Roh Kudus “didalam” kita. Kebenaran yang telah ditanamkan meningkatkan pertumbuhan rohani kita, pertumbuhan dalam diri kita, dan latihan praktis kita dari waktu ke waktu, hari ke hari untuk melakukan perintah Tuhan.

Hal khusus inilah yang Ellen G. White pikirkan ketika dia menulis, “Suatu pembenaran yang membenarkan kita adalah suatu yang dimasukkan, pembenaran ketika  kita disucikan adalah suatu pemberian. Pertama adalah jaminan kita untuk ke surga, kedua adalah latihan kita sebagaimana hidup kekal di surga” (Amanat kepada Orang Muda, hlm. 35).

Kebenaran Kristus yang ditanamkan terlihat dalam pembenaran rohani kita secara pasti dalam menjadi seperti Yesus dan ditunjukkan oleh perubahan sifat alami kita (Alfa dan Omega , jld. 5, hlm. 171), mengalahkan sifat warisan dan kecendrungan jahat (ibid., p. 671) adanya sifat seperti Kristus dalam hidup kita (ibid., p.805), mati terhadap diri sendiri, dan terhadap dosa (ibid., p.172), jiwa yang disucikan (Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, hlm. 384) – semuanya itu diselesaikan di dalam oleh pekerjaan Roh Kudus (Selected Messages, jld. 1, hlm. 395).

Kemampuan atau “kebenaran yang lebih baik” yang Kristus tanamkan tidak menunjukkan betapa banyaknya perbuatan baik kita yang tercatat, tetapi sikap kita – orientasi kita mengarahkan pada penurutan.  Itu bukan karena banyaknya pekerjaan yang kita lakukan atau kebiasaan baik yang kita dapat capai  dan kesulitan atau pengorbanan yang kita buat, sehingga melayakkan kita untuk kemuliaan. Kita dilayakkan dengan cara lahir kembali dan mempersembahkan hati yang menolak desakan keinginan daging yang berdosa dan rindu berhubungan dengan Kristus.

Untuk hidup dalam tubuh yang tidak suci sampai kita yang dapat mati memakai yang tidak dapat mati (1 Kor. 15:53), kemampuan diri kita sendiri, tidak peduli seberapa berharga dan hebat kita, tidak akan dapat mencapainya. Hanya kehidupan Kristus yang sempurna tanpa cacatlah  yang menjadi harapan keselamatan kita. Pemberian ini, disiapkan untuk kita oleh kematian-Nya di Kalvari,memastikan kepada kita janji untuk semua orang tebusan; Janji bahwa meskipun kita tidak layak menerimanya, tetapi itu akan tetap menjadi bagian kita.
Terjemahan dalam versi NIV disebutkan; “berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya” (ayat 8). Kemuliaan kebenaran itu adalah kebenaran –Nya yang Dia tanamkan untuk melindungi kita menanamkan kebenaran-Nya untuk menguduskan kita. Dan dengan demikian, kita diselamatkan.

0 komentar:

Posting Komentar