Selasa, 10 Oktober 2017

Renungan Pagi 11 Oktober 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

11  Oktober  2017

Hadiah Mahal

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat  dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!  " (Galatia 3:13)

Upaya setan menggagalkan misi Kristus tidak pernah berakhir. Setan gagal dalam usahanya untuk membunuh Yesus  secara fisik pada saat Dia lahir sehingga membatalkan misi-Nya. Tetapi dia memukul dan melecehkan-Nya tanpa henti sepanjang hidup-Nya dan memendam lebih dari sekedar pembalasan atas pengusiran dari surga. Tujuan utamanya adalah mengagalkan Kristus sebagai pengganti kita. Dia menyadari bahwa keberhasilan pelayanan Kristus tergantung pada kematian-Nya sebagai pengorbanan sempurna. Dia tahu bahwa hanya satu kesalahan saja, satu kesalahan kecil, satu pemikiran jahat Yesus akan membatalkan pelayanan-Nya. Tidak ada trik yang tidak terpakai, tidak ada kesempatan terbuang untuk mengalahkan tujuan Juruselamat.

Dia menyadari bahwa jika Kristus berhasil menghidupkan ketaatan yang sempurna, Ia bukan hanya mengungkap pernyataan Setan bahwa Pencipta adalah pembohong, tetapi Kristus juga akan mati sebagai korban yang sempurna. Dia melecehkan-Nya tanpa henti. Dia mengirim pengacara untuk menjebak-Nya, perempuan menggoda-Nya, orang Farisi untuk mengejek-Nya. Saduki untuk mencobai-Nya, Iblis untuk meneror-Nya, dan tentera Romawi untuk mencabik daging-Nya yang tak berdosa. Tetapi dalam semuanya ini Yesus tidak berbuat dosa.


Begitu hebat cobaan-Nya? “Kristus sendiri mempunyai pengalaman dalam segala duka dan pencobaan yang menimpa umat manusia. Tidak ada orang lain yang dilahirkan perempuan yang di timpa pencobaan dengan begitu dahsyat; tidak ada orang lain yang memikul beban dosa dan derita dunia yang begitu berat” (Membina Pendidikan Sejati, hlm. 70). Dia telah “dicobai oleh Setan dengan cara yang seratus kali lipat lebih parah dari Adam” (Youths’ Instructor, 2 Juni, 1898). “Seandainya dosa ada dalam Kristus, seandainya dalam satu perkara saja Ia menyerah kepada Setan  untuk menghindari siksaan yang mengerikan, maka musuh Allah dan manusia akan menang” (Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 413). Bagaimanakah Yesus menang?  Dengan penyerahan yang sungguh-sungguh kepada suara dan kehendak Bapa-Nya. Dia menang dengan mengandalkan “ada tertulis dari Firman Tuhan dan dengan kuasa Roh Kudus, yang menguatkan-Nya di setiap godaan. Kemenangan itu, satu-satunya kemenangan sempurna atas godaan sebagai manusia sepenuhnya, ditawarkan-Nya kepada Anda dan saya. Dia menyerahkan kehidupan-Nya untuk kebutuhan kita, dan oleh “kebenaran-Nya yang lebih baik,” meskipun kita tidak dapat diterima, dibuat-Nya dapat diterima oleh Bapa.

0 komentar:

Posting Komentar