Rabu, 04 Oktober 2017

Renungan Pagi 05 Oktober 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

05  Oktober  2017

Sebuah Hadiah Tersedia


“Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggilah pekerja-pekerja itu dan bayarlah uapah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira  pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun masing-masing menerima satu dinar juga” (Matius 20:8-10).

Kita tahu mengapa kita membuthkan kebenaran Kristus – yaitu karena kebenaran  kita tidak akan pernah cukup; kita  tahu bagaimana kita bisa mendapatkan kebenaran dari Kristus – itu adalah hadiah dari Kristus yang sediakan di dalam surat wasiat-Nya. Tetapi pertanyaan yang seringkali ditanyakan adalah, kapan kita menerima  janji yang berharga tersebut? Jawabannya tersedia dalam kutipan berikut: “Ketika seorang berdosa percaya kepada Kristus, Dia berdiri dihadapan Allah tanpa disalahkan; karena kebenaran Kristus adalah miliknya; Penurutan Kristus yang sempurna diperhitungkan kepadanya”  (Fundamentals of Christian Education, hlm. 429).

Mengapa, bagaimana, dan kapan keselamatan terjadi, semuanya di demonstrasikan dalam pengalaman pencuri di kayu salib. Dia tidak punya waktu uantuk melakukan perbuatan baik atau untuk menghabiskan kewajiban-kewajiban yang harus ia kerjakan. Sebelum dipaku di sana, dia seorang penjahat – pencuri  dan perampok, membahayakan dirinya sendiri dan masyarakat. Tetapi ketika dikuasai oleh kasih Yesus , ia dengan tulus bertobat. Dia, saat itu juga, tanpa kemungkinan memiliki perbuatan baik, dinyatakan benar. Dia berada dalam perubahan langsung dari musuh menjadi teman, orang berdosa menjadi orang kudus, hilang menjadi ditemukan, dibenarkan bahwa dikuduskan oleh jubah kebenaran Kristus yang menyelamatkan.

Kabar buruknya adakah bahkan jika pengakuan tulus dalam keadaan sekarat, oaring yang bertobat tersebut meninggalakn segudang pekerjaan baik yang tidak sempat dikerjakan, yang hanya dapat dicapai oleh orang yang bertobat lebih dahulu. Kabar baiknya, bagaimanapun juga, bahwa akan banyak diantara para tebusan yang “di akhir hidup” pertobatan mereka hanya menyisakan sedikit atau bahkan tak ada kesempatan untuk melakukan perbuatan baik, tetapi keselamatan yang sama penuh dengan jika mereka menyelesaikan itu. Hal itu karena, sebagaimana pelajaran dari “pekerja saat terakhir” dalam perumpamaan Matius 20:1-16 mengingatkan kita, bahwa bukan berapa lama atau berapa kaut kita bekerja untuk selamat, melainkan kemurnian dan kesempurnaan hidup Kristus sebagai pengganti atas nama  kita.


0 komentar:

Posting Komentar