Rabu, 20 September 2017

Renungan Pagi 21 September 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

21  September  2017

Allah Itu Roh

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembahan-penyembahan benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembahan-penyembahan demikian, Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (Yohanes 4:23, 24).

Sumur di mana mereka berbincang-bincang dikenal wanita itu sebagai pemberian Yakub kepada orang Samaria. Itu adalah harta pusaka mereka. Symbol yang paling terlihat dalam hubungan mereka dengan sejarah dan Tuhan yang ada dalam sejarah mereka. Wanita ini berhadapan dengan Musafir Yahudi yang mengetahui tentang sumur ini, tanah ini, air ini, dan pemberi sumur mereka, yaitu Yakub, karena semua bagian unggul dan unik adalah dari warisan orang Samaria dan dengan berani mengatakan milik-Nya dan milik umat-Nya.

Yesus sangat mengerti. Tanpa berdebat atau memarahi, tanpa menjatuhkan harga dirinya atau merendahkan tempat kelahirannya. Dia tetap maju dengan janji-janji-Nya mengenai tempat yang lebih baik yang sementara Ia tawarkan. Dan itu berhasil! Wanita ini berhasil diubahkan – ia dilahirkan kembali dengan penuh kebaikan dan kesempurnaan.

Kelahiran pertama memberinya mawar Sikhem
Kelahiran kedua memberinya bunga bakung di lembah.
Kelahiran pertama memberinya buah dari Sikhar.
Kelahiran kedua memberinya buah Roh.
Kelahiran pertama memberinya air dari sumur.
Kelahiran kedua memberinya Air Kehidupan.
Kelahiran pertama memberinya hak atas Gunung Gerizim.
Kelahiran kedua memberinya akses ke Gunung Sion.
Kelahiran pertama memberinya gaun Samaria.
Kelahiran kedua memberinya jubah kebenaran Kristus.
Kelahiran pertama memberinya kebanggaan atas suatu bangsa.
Kelahiran kedua memberinya tempat dalam kekekalan.
Kelahiran pertama memberinya sumur Yakub.
Kelahiran kedua memberinya Tuhan Yakub.


Tidak heran nabi itu menulis; “Sesuatu yang lebih baik adalah…. Hukum bagi semua yang hidup benar. Apapun yang Kristus minta untuk kita tinggalkan artinya Dia menawarkan sesuatu sebagai penggantinya yaitu sesuatu yang lebih baik” (Membina Pendidikan Sejati, hlm. 278).

0 komentar:

Posting Komentar