Minggu, 17 September 2017

Renungan Pagi 18 September 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

18  September  2017

Berani Memilih

“Kutukilah kota Meros! Firman Malaikat TUHAN, ‘kutuklah habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan” (Hakim-hakim 5:23).

Sisera jendral kebanggaan Yabin, Raja Kanaan, telah dikalahkan oleh bangsa Isreal. Dengan beberapa pasukan yang tersisa, ia berusaha mundur kembali kerumahnya melalui wilayah yang telah ditaklukkan. Meskipun terlibat dalam bahaya, pasukan Israel bergabung dalam perjuangan yang penuh keberanian untuk mencegah pelariannya dan kemungkinan kembali ke Negara mereka yang telah hancur. Tetapi ada satu kelompok yang menolak untuk membantu mencegah pelarian itu yaitu: orang Meroz. Penolakan penduduk Meroz untuk membantu dalam masa krisis ini tidak mengubah hasil akhir (dalam hal kehendak Allah), tetapi mereka tidak mendapat upah karena mereka tidak melakukan apa-apa saat darurat, bagi mereka hal ini adalah pembatalan pahit, demikianlah Firman Tuhan. Latar belakang ayat kita hari ini adalah salah satu dari tindakan yang paling gagah berani – membunuh prajurit yang gagah berani, Sisera, oleh Yael, istri Heber, karena ia berbaring kelelahan di tendanya (Hak. 5:22-27).

Seorang wanita diserang dijalanan kota dalam pandangan yang cukup dari setiap orang yang sedang lewat, dan tidak ada yang datang untuk menyelamatkan dirinya. Sebuah teriakan meminta bantuan melengking menembus malam, membangunkan penghuni apartemen yang berdekatan, serangan brutal di kompleks mereka, tetapi tidak ada yang berani untuk menolongnya. Ribuan anak mati tiap hari di negara-negara yang dilanda perang dan kekurangan makanan, sementara diketahui bahwa ada warga Negara yang tidak kekurangan bahan makanan dan memboroskan uang dengan sia-sia namun tidak melakukan apa-apa pun – tidak mengatakan apa pun. Di Amerika Serikat, lebih dari 10.000 orang meninggal setiap tahun ditangan pengemudi yang mabuk dan lebih dari 1.000 perempuan meninggal setiap tahun ditangan suami dan pacar mereka yang ganas – dan sebagian besar penduduk negeri ini bangga dan hanya pergi melakukan urusan mereka seperti biasanya.

“Tidak melakukan sesuatu apa pun” saat dalam keadaan krisis adalah penyakit universal yang merupakan akibat mengerikan. Nabi Ellen White menyatakan sikap Allah terhadap kelalaian, “Jika Allah membenci satu dosa lebih dari yang lain,… itu adalah dosa karena tidak melakukan sesuatu apa pun… dalam keadaan darurat” (Testimonies for the Church, jld. 3 hlm. 280).

Pertolongan pertama bagi umat yang hilang, Yesus memilih untuk menebus kita sebagai prioritas pribadi-nya. Dia memilih mengambil semua resiko untuk kita. Tindakan-Nya adalah untuk keselamatan kita dan sebagai teladan yang baik bagi kita.


0 komentar:

Posting Komentar