Senin, 04 September 2017

Renungan Pagi 05 September 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

05  September  2017

Mengatasi Kebiasaan Buruk

“Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13)

Warisan kecenderungan untuk berbuat dosa tidak hanya menghalangi kita untuk membuat pilihan tepat; kita juga menjadi sakit karena kecenderungan dosa yang kita miliki – kebiasaan kita bertambah setelah dibuahi. Kecenderungan ini dikembangkan untuk hal yang tidak baik (kemalasan, keterlambatan, pelupa, dll) berbeda dengan warisan yang baik yaitu membebaskan mereka, tidak hanya sekedar menolak, tetapi benar-benar dihapusnya – diberantas sama sekali!

Di sisi lain, tuntutan bahwa secara daging saat kita dilahirkan (mementingkan diri sendiri, kesombongan, keserakahan, dll.) tidak dapat dilepas. Hal itu bisa dan harus ditundukkan, namun, sebagai penghalang yaitu keadaan  dari sifat daging yang tidak murni (bahkan jika terhenti) mendesak seperti yang digambarkan dalam kata-kata sang nabi: “Selama Setan memerintah, kita akan mempunyai diri sendiri untuk ditaklukkan, dosa-dosa yang menyerang untuk diatasi; selama hidup itu akan bertahan, tidak akan ada tempat berhenti, tidak ada tempat yang dapat kita capai dan mengatakan, saya telah memperoleh dengan sepenuhnya. Penyucian adalah akibat penurutan seumur hidup” (Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 473). Ellen White menyatakan bahwa: “Pada setiap tahapan perkembangan hidup kita bisa sempurna;  namun jika maksud Allah dipenuhi bagi kita, akan ada kemajuan yang tetap. Penyucian adalah pekerjaan seumur hidup. Manakala kesempatan-kesempatan kita bertambah banyak, pengalaman kita semakin luas dan pengetahuan kita bertambah. Kita akan menjadi kuat untuk memikul tanggung jawab dan kedewasaan kita akan sebanding dengan kesempatan-kesempatan kita” (Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, hlm. 44-45).

Sudahkah surga menyediakan bantuan kepada kita untuk mengatasinya secara terus-menerus? Tuntutan Roh Kudus (Yohanes 16:13); diterangi oleh Kitab Suci (Mzm. 119:11); pengaruh yang menyegarkan dari kesaksian pribadi (Why. 12:13); serta kekuatan doa dan puasa (Mat. 17:21).

Hal ini bukan berarti bahwa kita sudah pasti mampu mencapai kerajaan surga. Kita tidak mampu. Tetapi, “Kristus melihat kerinduan terbesar kita, dan ketika Dia melihat kita membawa beban kita dengan iman, kekudusan-nya yang sempurna menebus kekurangan kita. Ketika  kita melakukan yang terbaik Dia menjadi kebenaran kita (Selected Messages, jld 1 hlm. 368), dan “itu adalah kebenaran dan kesempurnaan Anak-Nya, yang mengambil atas diri-Nya sendiri dosa-dosa kita, kecacatan kita, kelemahan kita, ditanggungkan oleh Tuhan….  Kebenaran Kristus menjadi kebenaran kita, jika kita mempertahankan hubungan yang baik bersama-Nya” (Review and Herald, 18 Desember 1888).
menjadi kebenaran kita, jika kita mempertahankan hubungan yang baik bersama-Nya” (Review and Herald, 18 Desember 1888).

1 komentar: