Rabu, 30 Agustus 2017

Renungan Pagi 31 Agustus 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

31  Agustus  2017

Kesaksian-Nya Yang Kekal

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8).

Setiap revolusi sosial  memiliki pendukung dan protagonist, para pembela dan  penuntut, dan pendiri sejati. Dalam kebanyakan kasus, bagaimanapun , dengan lenyapnya pemimpinnya dan berlalunya waktu, bahkan revolusi yang paling kuat memudar ke dalam sejarah.

Tidak demikian halnya dengan Kekristenan. Perkara Kristus tidak hanya bertahan seiring waktu, tetapi juga semakin menguat. Seperti landasan usang yang telah menerima banyak hantaman , Injil yesus telah bertahan selama berabad-abad menaklukkan dan hidup lebih lama dari semua kritiknya di sepanjang waktu. Ada agama lain yang telah berlangsung dari waktu ke waktu Budha dan Hindu, misalnya. Tetapi tak satupun telah menaklukkan lebih megah daripada kerajaan damai sejahtera yang didirikan oleh orang Nazaret yang rendah. Tak satupun yang mendekati 800 bahasa ke dalam mana Alkitab sekarang diterjemahkan; tidak ada perpustakaan dan universitas atau pemikiran inventif dan masyarakat yang berteknologi yang menghasilkan sebanyak Alkitab. Kristus adalah sebuah revolusi abadi. Dasar-Nya, Alkitab, adalah buku dengan penjualan terbaik sepanjang masa. Salib-Nya, kesaksian kehidupan-nya yang paling banyak diceritakan, telah menghiasi banyak rumah, rumah sakit, dan hati banyak symbol yang lain.

Ada saat sejak kedatangan-Nya, seperti pada Abad Kegelapan, ketika obor yang Dia nyalakan di dunia kita yang gelap berkedip lemah. Tetapi meskipun demikian, pendukungnya yang berdedikasi seperti bangsa Waldensia bersaksi dengan setia, seiring dengan mengorbankan hidup mereka. Cahaya kebenaran yang Yesus teruskan kepada murid-murid-Nya dan dari mereka kepada penerus mereka telah, berkali-kali, berusaha dipadamkan, tetapi tidak pernah mati.


Obor kebenaran sekarang ada ditangan kita. Melalui kita Dia ingin mengabadikan dan meningkatkan kesaksian-Nya mengenai kebaikan Bapa. Melakukan hal itu dengan setia merupakan konsekuensi dari dipengaruhi secara begitu radikal oleh kasih Allah sehingga kita mengabarkan “kabar baik” itu. Tidak seperti wartawan yang menuliskan rentetan penyelamatan di laut, tetapi seperti diri kita sendiri, yang diselamatkan – diangkat dari amukan gelombang oleh orang yang mencintai kita selamanya dan yang berkorban di luar pemahaman manusia bahwa kita memilki sesuatu yang lebih baik!

0 komentar:

Posting Komentar