Sabtu, 26 Agustus 2017

Renungan Pagi 27 Agustus 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

27  Agustus  2017

Keadilan Menang

“Lihatlah, itu Hambaku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan: Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa” (Matius 12:18).

Dosa Adam dan Hawa dengan jelas menentang hubungan antara kemurahan Allah dan keadilan-Nya. Mengapa? Karena hukum menuntut kematian, dan jika Allah membunuh pasangan itu sebagaimana selayaknya, Setan akan menuduh Dia sebagai Allah yang tidak berkemurahan. Di sisi lain, jika Dia dengan sewenang mengampuni mereka, Dia akan menuduh bahwa Allah kurang dalam keadilan.

Dari Eden ke Betlehem, alam semesta menunggu sementara panji rekonsiliasi prinsip-prinsip yang tertunda ini. Janji tentang kebinasaan dan penebusan terus menerus diberikan melalui para bapa dan nabi. Tetapi selama empat ribu tahun yang panjang, manusia hidup dan mati tanpa melihat penggenapan janji-janji itu.

Menyadari bahwa melalui Mesias, Allah telah berjanji untuk membuktikan persembahan keadilan dan belas kasihan, Setan berusaha secara terus menerus untuk menggagalkan tujuan-Nya. Kekuatan terbesarnya digunakan  untuk menggambarkan bahwa Tuhan adalah Allah yang tidak simpatik dan tidak baik. Dia memperhatikan konsekuensi dosa sebagai bukti kekerasan Allah. Dengan meningkatkan penderitaan kemanusiaan secara berlipat ganda, Setan memperkenalkan Allah sebagai penyendiri, bersifat elit, tidak simpatik, penonton yang tidak berperasaan dan, paling buruk, penjahat tidak berperasaan dalam penderitaan manusia.

Bagi mereka yang mendengarkan, kampanye Setan yang menyesatkan adalah sebuah kegagalan. Bagi mereka, pelayanan Yesus memberikan keseimbangan yang sempurna antara hukum dan kasih karunia. Kesaksiannya adalah dasar pemikiran yang tertinggi untuk menjelaskan kesesuaian antara keadilan dan belas kasihan.

Dan sementara Dia di sini Dia mengatakan kepada kita bahwa hanya mereka yang sadar mengabaikan pemberian kasih karunia yang cuma-cuma yang akan kehilangannya; bahwa bukanlah kehendak-Nya jika ada yang binasa, melainkan agar semua dapat memiliki hidup yang kekal; bahwa api keadilan yang menyala itu hanya bagi mereka yang dengan sengaja menyembunyikan talenta mereka, yang sengaja menimbun sumber daya mereka, yang secara sadar menolak undangan-Nya untuk pemuridan.


Salib, tentu saja adalah pernyataan-Nya yang tertinggi. Di sana, keadilan dibayar – karakter keadilan sepenuhnya dibebaskan dari tuduhan, tuntutan atas umat manusia sepenuhnya terpenuhi, hukuman yang kekal terpenuhi, prinsip yang dinyatakan benar-benar masuk akal, dan karunia-Nya selalu tersedia.

1 komentar:

  1. Upah dosa adalah kematian ini diterima oleh cucu2 Adam manusia pertama yang melakukan kesalahan dihadapan Allah Bapa sepanjang dunia ini masih ada kehidupan manusia yang lahir akan semuanya menerima upah dosa termasuk diri saya pribadi yang akan saya alami tetapi tidak tahu kapan hal ini terjadi
    Terimakasih Tuhan Yesus,dimana saya masih diberi kesempatan untuk datang kepadaNYA,mohon ampun atas segala kesalahan dosa saya yang dilakukan selama hidup sangat banyak sekali sehingga tidak bisa ditimbang karena beratnya
    Saya percaya Tuhan Yesus memberi ampun atas dosa saya ini,sehinga saya ringan seperti kapas yang putih dan berterbangan kesana kemari karena suka cita yang diberikan Tuhan YEsus
    Marilah saudara2ku yang seiman bertekunlah dalam doa dan melakukan kebajikan bagi mereka mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus bertobatlah supaya kita semua memperoleh hidup yang kekal diSurga mulia dan berkumpul bersama Tuhan Yesus

    BalasHapus