Minggu, 06 Agustus 2017

Renungan Pagi 07 Agustus 2017



Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

07  Agustus  2017

Allah Yang Datang Mencari

“Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon dalam taman” (Kejadian 3:8).

Hukum sebab dan akibat menekankan bahwa untuk setiap tindakan ada konsekuensinya. Hal ini berlaku baik dalam moral maupun dunia fisik. Tidak ada energi yang digunakan dengan sia-sia; setiap tindakan menghasilkan reaksi. Ini memberikan jawaban untuk pertanyaan tua “Apakah pohon yang tumbang di hutan, di mana tidak ada telinga yang mendengar, menghasilkan suara?” pohon itu menghasilkan semua efek yang membuat suara. Mungkin tidak ada telinga yang mendengar, mungkin tidak ada mata yang melihat, tetapi ketika pohon itu tumbang di antara pohon yang lain dan menghantam bumi, dia menghasilkan semua energi berupa suara. Kenyataan bahwa tidak ada mata yang melihat dia tumbang dengan cepat dan tidak ada telinga yang terkena dampak suara yang dihasilkan tidak meniadakan fakta bahwa hal itu berlangsung dengan semua konsekuensi alam.

Dalam alam moral serta kerohanian hukum sebab dan akibat yang kuat tak terhindarkan. Untuk setiap aksi dan reaksi. Alam tidak menjalankan konsekuensi netral…. “kutukan, tanpa sebab, tidak akan datang” dan ita selalu “menuai apa yang kita tabur.”

Di taman pasangan pertama menabur angin “ketidakpercayaan yang egois” dan menuai angin puyuh “kehancuran diri.” Penderitaan keputusasaan yang menimpa mereka adalah secara moral merupakan takdir akhir ketidaktaatan mereka, bukan murka sewenang-wenang Pencipta mereka yang kecewa.

Apakah yang mereka lakukan ketika  mereka merasakan kehadiran Allah saat percakapan sore hari seperti biasa? Mereka bersembunyi. Mereka segera ditemukan, bagaimanapun, mereka tidak bisa bersembunyi dari Tuhan – dan demikian juga dengan kita. Memang benar bahwa “mata” TUHAN menjelajah seluruh bumi” (2 Taw. 16:9). Dia tahu persis pikiran dan niat hati kita.

Pencipta memaparkan kepada Adam dan Hawa hasil mengerikan dari kesalahan mereka. Tetapi Dia juga mengumumkan janji Penebusan. Jika kita, seperti mereka, menerima tawaran-Nya yang penuh kemurahan akan pengampunan, hukum kita tidak akan ada kurang nyata, tetapi hati kita, yang dikuatkan oleh kehadiran dan kuasa Roh Kudus, akan diisi dengan harapan yang penuh sukacita untuk Eden yang dipulihkan.

1 komentar:

  1. Setiap kejahatan manusia didunia ini disebabkan oleh sifat yang tdk puas ,sehingga seseorang melakukan ini diluar nalar manusia dan pada umum mereka ingin dimanusiakan Sebab akibat manusia itu sendiri tdk mau bangkit dari keburuknya.
    KITA manusia yang sadar akan kasih Tuhan Yesus yang selalu menyertai kehidupan ini akan menerima dan dikuatkan oleh kehadiran Roh KUDUS dihati kita yang paling dalam sehingga kita manusia tidak melakukan kejahatan
    Terima kasih Tuhan Yesus yang selalu melindungi kehidupan saya untuk tdk melakuan kejahatan,Amin

    BalasHapus