Selasa, 25 Juli 2017

Renungan Pagi 26 Juli 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

26  Juli  2017

Allah Beserta Kita

“Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: ‘korban dan persembahan tidak Engkau  kehendaki – tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku’ (Ibrani 10:5).

Ada saat selama kehidupan Kristus ketika tubuh fisik-Nya, meskipun sempurna dalam kemanusiaanNya, terlalu lemah untuk diisi oleh Tuhan. Pada saat seperti itu Keilahian terpancar melalui kemanusiaan, menyilaukan  mereka yang ada di sekitar-Nya.

Hal itu terjadi ketika Ia menanggapi kecemasan orangtuanya pada waktu kunjungan ke  bait suci (Luk. 2:41) ketika “pada wajah-Nya tampak sinar…. Keilahian sedang memancar dari kemanusiaan” (Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 72). Hal itu terjadi ketika di padang gurun pencobaan, ia menolak pencobaan terakhir Setan dengan “ada tertulis” (Mat. 4:10). Hal itu terjadi ketika, Dia membersihkan bait suci,  mereka, “Ketika memandang kepada Kristus, mereka melihat Keilahian memancar dari jubah kemanusiaan” (ibid., hlm. 158). Hal itu terjadi ketika, Dia berdoa di Bukit Pemulihan, “Keilahian dari dalam bercahaya melalui kemanusiaan, dan bertemu dengan kemuliaan yang datang dari atas” (ibid, jld.6, hlm.31). Hal  itu terjadi ketika Ia berkata, “Lazarus marilah keluar” (Yoh. 11:43); wajah-Nya “diterangi oleh kemuliaan Allah,” dan orang-orang melihat “jaminan kuasa-Nya” (ibid., hlm. 154, 155). Hal itu terjadi lagi ketika, didatangi oleh massa yang haus darah di Taman Getsemani (Yoh. 18:1-5), “suatu terang Ilahi menerangi wajah Juruselamat, dan suatu rupa seperti burung merpati menaungi Dia…. Imam-imam, tua-tua, serdadu-serdadu, malahan Yudas pun jatuh ke tanah seperti orang mati” (ibid., hlm. 335, 336). Dan hal itu terjadi pada malam terakhir dalam hidup-Nya ketika Dia menjawab dengan tegas pertanyaan Kayafas mengenai Keilahian-Nya (Mat. 26:63, 64). “Keilahian Kristus memancar melalui samaran kemanusiaan-Nya” (ibid., hlm. 347).

Manifestasi ini menekankan dengan cara yang dramastis koeksistensi Allah  dan manusia dalam satu pribadi Adam kita yang  kedua. Aspek utama penyelidikan ini adalah pengendalian diri yang menyelamatkan dari Allah yang di dalamnya Dia, meskipun sesekali merobek tirai kemanusian di mana Dia tinggal, tidak pernah campur tangan  dalam perjuangan Juruselamat; Kristus yang Ilahi tidak pernah memberikan alasan kepada setan untuk mengeluh bahwa Yesus  manusia mengambil keuntungan dari bantuan  yang tidak tersedia untuk seluruh umat manusia yang sedang bergumul. Ini adalah merupakan pengorbanan yang tidak dapat dijelaskan dalam istilah manusia, merupakan tindakan kasih karunia yang tiada bandingnya sepanjang waktu, dan pemberian kasih yang melampaui segala pemahaman, tetapi diharuskan untuk dipercayai.


0 komentar:

Posting Komentar