Kamis, 20 Juli 2017

Renungan Pagi 21 Juli 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

21  Juli  2017

Menebus Kegagalan Adam

“Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Lukas 1:35).

Peran utama Adam kedua adalah membuktikan kemampuan Adam yang pertama (dengan benar terhubung dengan Allah) untuk menolak semua godaan yang diberikan oleh Setan.

Adam kedua berhasil dengan gemilang dalam hal ini. Dia melakukannya dengan kinerja yang sempurna dalam keadaan yang seribu kali lebih sulit daripada yang dihadapi oleh Adam yang pertama. Adam pertama jatuh di Eden; yang kedua berhasil di Nazareth – dari tempat di mana, beberapa orang menyatakan, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (lihay Yoh. 1:46).

Seperti bunga bakung tak bernoda dalam keharuman yang sempurna di atas lumpur, dalam kolam berair, demikian juga Yesus, memiliki kelemahan fisik kita tetapi bukan ketidakmampuan rohani kita, berkembang dengan murni dan suci dalam lumpur lingkungan-Nya yang tidak bersih dan tidak sehat. Kenyataan bahwa Dia menang, dalam kondisi yang sangat berbeda dari  Eden yang sempurna, membuat kemenagan-Nya menjadi lebih menakjubkan.

Sebagaimana Adam pertama, adalah mungkin  bagi Dia untuk melakukan kesalahan (Step to Chist, hlm. 62); tidak seperti dia, Dia tidak pernah melakukannya. Seperti Adam pertama, Yesus memulai “tanpa noda dosa” (The Seventh – day Adventist Bible Commentary, Ellen G. White Comments, jld. 7, hlm. 925); tidak seperti dia, Dia tetap seperti itu. Seperti Adam pertama, Dia mulai dengan tidak ada “kecenderungan” untuk melakukan kejahatan (ibid, jld. 5, hlm. 1.128); tidak seperti dia, Dia tidak pernah bersandar kepada arah itu. Seperti Adam pertama, Dia datang ke dunia tanpa kecenderungan  yang jahat dan nafsu dari sifat kita yang jatuh (lihat ibid); tidak seperti dia, Dia mempertahankan kesucian dan merupakan satu-satunya manusia dalam sejarah manusia yang begitu mulia.

Kekayaan kemenangan Kristus di mana Adam gagal secara grafis diekspresikan dalam kata-kata “Kristus di sebut Adam kedua. Dalam kemurnian dan kesucian, terhubung dengan Allah dan dikasihi oleh Allah, Dia mulai dari mana Adam pertama memulai. Dengan rela, Ia melalui jalan di mana Adam jatuh, dan menebus kegagalan Adam” (Youth’s Instructor, 2 Juni 1898).


Jadi penggantian : Yang asli, pengganti yang utama – Adam keselamatan kita – Adam kita yang sesungguhnya. Segala pujian dan hormat kepada Kristus, Anak Domba yang menang.

0 komentar:

Posting Komentar