Rabu, 12 Juli 2017

Renungan Pagi 13 Juli 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

13  Juli  2017

Pencobaan Untuk Adam Kedua

“Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan, ke-Allahan” (Kolose 2:9)

Yesus adalah Adam kita yang lebih baik karena Dia mengatasi tekanan dan godaan yang Adam pertama kita tidak pernah ketahui. Salah satunya adalah godaan untuk menarik diri dari misi-Nya karena kebencian-Nya terhadap dosa. Rasa sakit yang dirasakan oleh Adam kita yang sejati ketika Dia berdiam di tengah-tengah kejahatan adalah pencobaan yang baik Adam pertama maupun keturunannya tidak mungkin bisa dirasakan.

Sifat Kristus yang suci, merasa jijik dan ngeri terhadap kejahatan masyarakat di mana ia hidup. Hidup di bumi di saat yang terbaik akan menjadi kejutan yang terbayangkan bagi makhluk seperti Dia, tetapi Ia datang ketika tubuh manusia, yang dibuat untuk tempat kediaman Allah, telah menjadi tempat tinggal setan. “Panca indera, urat saraf, hawa nafsu, anggota-anggota tubuh manusia, dikerahkan  oleh alat-alat gaib dlama pemanjaan nafsu yang paling hina. Meterai roh-roh jahat sendiri telah dibubuhkan atas wajah manusia. Wajah manusia membayangkan roman muka balatentara Iblis yang sudah merasuki mereka itu” (Alfa dan Omega, jld. 5, hlm.33).

Pencobaan unik lainnya adalah keharusan-Nya menahan kekuatan Ketuhanannya untuk menghukum musuh-Nya untuk menghukum musuh-Nya. “Dikelilingi oleh manusia yang dikendalikan oleh Setan sungguh menjijikkan bagi-Nya. Dan Ia mengetahui bahwa dalam sesaat aja, oleh menunjukkan kuasa Ilahi-Nya, Ia dapat mencampakkan orang-orang bengis yang menyiksa Dia ke tanah. Hal ini menjadikan pemeriksaan ini lebih berat menanggungnya” (ibid., hlm. 342).

Yesus yang lainnya adalah godaan menggunakan kekuatan Ilahi-Nya untuk meringankan atau mendukung diri-Nya pada saat dibutuhkan. Tetapi demi kita, Dia “mengalahkan Setan dalam sifat yang sama di mana di Eden Setan memperoleh kemenangan. Musuh itu ditaklukkan Kristus dalam sifat manusia-Nya. Kekuatan Ketuhanan Juruselamat disembunyikan. Dia menaklukkannya dengan sifat manusia, bergantung kepada Tuhan untuk mendapat kekuatan” (The Seventhday Adventist Bible Commentary, Ellen G. White Comments, jld. 5, hlm. 1108).

Percobaan unik yang lainnya lagi (dan mungkin yang terpenting) adalah dorongan untuk menggunakan kekuatan Ketuhanan-Nya untuk melarikan diri dari rasa sakit dan pengadilan yang memalukan dan kematian-Nya. “Malaikat terang sedang memperhatikan danakan dengan senang hati menyelamatkan Tuhan merek yang menderita di Golgota dan di gedung pengadilan Pilatus. Tetapi pemimpin malaikat, yang lebih kuat dari mereka, menahan mereka dari turut campur dalam penderitaan-Nya” (The Story of Redemption, hlm. 214, 215).

Karena Dia menderita dalam segala hal seperti kita (dan lebih intens), dank arena Dia mengatasi godaan dan cobaan yang tak ada makhluk lain mungkin bisa pahami, Dia memenuhi syarat sebagai Adam sejati yang paling unggul-Juruselamat yang berhasil, pahlawan alam semesta yang mengagumkan, dan penerima pujian tanpa akhir yang layak dari umat tebusan yang bersyukur.



0 komentar:

Posting Komentar