Minggu, 02 Juli 2017

Renungan Pagi 03 Juli 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK”
03 Juli 2017
Mendengarkan dan Hilang
“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang , dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12).
Betapa mengerikankah akibat kegagalan Adam? Ketidaktaatannya membawa konsekuensi terburuk. Karena dosa adalah kebalikan yang berbanding lurus dengan kekudusan, hasilnya adalah kebalikan yang berbanding Adam dan Hawa mengetahui pelanggaran mereka akan menghasilkan kengerian yang diwujudkannya-hilangnya keabadian bersyarat, kejahatan kemanusiaan, kehancuran alam dan kondisi yang terus-menerus memburuk setelah lebih dari 6.000 tahun kemerosotan akibat dosa-mereka tidak akan tidak akan mendengarkan dan hilang.
Polusi kerohanian sifat manusia, dalam segala ukuran, merupakan hasil yang paling merusak dari kesalahan orang pertama kita. Sebelum Adam dan Hawa berdosa, manusia tidak memiliki desakan internal untuk melakukan kejahatan, tidak ada dorongan bawaan untuk berbuat salah, tidak ada sura-suara batin yang mendorong mereka untuk tidak menurut. Kita tidak “dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (lihat Mzm. 51:7); kita diciptakan dalam kerohanian Allah yang tidak bercacat, dibentuk dalam keindahan pikiran dan tubuh yang tidak mengenal rasa kesalahan.
Tetapi pelanggaran mengubah segalanya selama pertandingan berlangsung. Dosa tidak sekedar mengunjungi orang tua kita dan pergi; dosa itu bukan peristiwa pukul dan pergi-hantam dan kuasa! Dia mengambil tempat makhluk yang tidak taat; dia merampas cahaya kebenaran yang diberikan kepada mereka dan membalikkan situasi mereka dari awal mereka yang suci tak bernoda menjadi daging yang tidak suci yang dihasilkannya. Dosa megubah kondisi si mereka dari “KB” (Keabadian Bersyarat) menjadi “KP” (keborokan permanen). Inilah sebabnya mengapa baik mereka maupun keturunan mereka tidak dapat menyelamatkan diri atau menebus diri. Konidis mereka mengharuskan Juruselamat yang, sementara merupakan salah satu dari mereka, adalah lebih besar daripada mereka; yang, sementara manusia tunduk kepada hukum, adalah Ilahi yang memliki otoritas hukum; yang, sementara sama dengan Adam dalam tunduk kepada kematian, adalah sama dengan Allah yang berkuasa atas maut.
Yesus menjadi pengganti. Dengan pelayanan-Nya semua kehilangan Adam dipulihkan-dan bahkan lebih. Ya, lebih! Alam semesta akan menjadi lebih baik jika manusia tidak jatuh, tetapi kasih Kristus yang dicurahkan kepada planet yang sakit ini menunjukkan, dalam cara yang belum pernah ditunjukkan, Kebesaran hati Allah kita dan Anak-Nya yang terkasih, Adam kita yang jelas lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar