Senin, 26 Juni 2017

Renungan Pagi 27 Juni 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

27  Juni  2017

Tanah yang Kudus

“Dan berkata kepada segenap umat Israel: ‘Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya” (Bilangan 14:7,8)

Kanaan digambarkan dalam Alkitab dengan istilah yang paling menarik; ‘Tanah yang melimpah dengan susu dan madu, tanah yang subur, tanah di mana tumbuh-tumbuhan yang lezat bertumbuh dalam jumlah yang besar – tanah perjanjian yang indah.

Mesir bukannya tidak memiliki pesonanya sendiri; Mesir adalah negeri perdagangan yang sangat maju dan indah. Tetapi keuntungan seperti itu ditolak oleh para budak yang menderita yang keselamatannya telah diatur  oleh Allah pembebas mereka, Musa.

Kanaan, di sisi lain, menjanjikan kebebasan penuh, kebangsaan yang unggul, makanan berlimpah, pemandangan yang menarik, sumber daya alam yang melinpah, dan harta benda yang sangat banyak. Di sana mereka akan menundukkan semua musuh mereka dan, dalam kenikmatan kedamaian, hidup bahagia selamanya.

Tidak heran jika kanaan begitu di rindukan. Mereka didorong kearah janji-janji tersebut ketika menghadapi kesulitan Mesir dan ditarik kepada keberadaannya oleh visi kenikmatannya yang berlimpah yang disebutkan di atas. Janji Allah kepada Abraham bahwa keturunannya kelak akan menetap di sana telah kehilangan daya tariknya selama masa penawanan mereka. Tetapi peristiwa Keluaran sekarang menghidupkan  kembali harapan rumah yang bahagia.

Musa ditunjuk secara Ilahi untuk memimpin mereka ke sana dan dituntun untuk berhasil dalam tangung jawab itu. Tetapi ketika, setelah 40 tahun pemerintahan yang penuh ketegangan, dia berdiri di pantai Kanaan, dia, karena kesalahan di Horeb, menolak hak yang mulia tersebut. Kesalahannya dengan memukul batu mendiskualifikasikan dia untuk masuk.

Tidak seperti Musa, putra Amram dan Yekhebed, Yesus, anak Allah dan Anak manusia, tanpa turun dari takhta, hak untuk mempin umat-Nya ke rumah. Dia menghidupkan kehidupan dalam keselarasan yang sempurna dengan kehendak Bapa. Dia :sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (Yes. 53:9).

Suatu hari nanti segera ia akan kembali untuk membawa kita ke Kanaan, di mana mereka akan “menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga” (Yesaya 65:21), di mana “singa akan makan jerami seperti lembu (ayat 25), di mana “mata orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka” (Yes. 35:5, 6), dan di mana mereka tidak akan menjadi tua dan akan mengikuti Anak Domba – Musa kita yang lebih baik – ke mana pun Dia pergi! (lihat Why. 14:4).



0 komentar:

Posting Komentar