Minggu, 08 Januari 2017

Renungan Pagi 09 Januari 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK” 09 Januari 2017 Domba yang Sempurna “Jikalau persembahannya untuk korban keselamatan bagi TUHAN adalah dari kambing domba, seekor jantan atau seekor betina, haruslah ia mempersembahkan yang tidak bercela” (Imamat 3:6). Domba Paskah seperti halnya dengan semua korban ritual, tidak boleh memiliki cacat, tidak ada penyakit, tidak ada perubahan warna atau ketidaksempurnaan. Dengan kemurniannya hal itu mewakili ketidakberdosaan Kristus-korban kebenaran kita. Dia benar-benar suci dalam keabdian keberadaan-Nya sebelum di Bethlehem. Dia tetap memiliki, sejak kenaikan-Nya ke tangan kanan Bapa, sumber segala kemurnian universal. Tapi pengalaman dalam kehidupan-Nya di dunialah yang dilambangkan dengan domba yang tidak bercacat. Kemenangan-Nya atas dosa sempurna. Dia, dalam kata-kata Alkitab, “yang saleh, tanpa salah, tanpa noda” (Ibr. 7:26). Korban yang kurang dari itu tidak akan pernah cukup. Setan menyatakan bahwa hukum Allah adalah masuk akal dan dapat dipercaya Dia dapat mati untuk orang yang oleh pelanggaran mereka terhadap hukum, terkunci di bawah kutukannya. Ketaatatan-Nya di bumi ini dan ketaatan-Nya di pengadilan atas bukanlah relatif sempurna, justru ketaatan itu benar-benar sempurna, sangat sempurna; sempurna tanpa cacat atau kemungkinan gradasi yang lebih tinggi. Ketaatan itu bukanlah agak sempurna; ketaatan itu tepat sempurna, benar-benar, dan murni. Ada di kalangan agama saat ini, sejumlah teori tentang kesempurnaan Kristen. Ada yang bilang itu berarti dewasa dalam tindakan; orang lain menggambarkannya sebagai ketaatan yang relatif; dan hidup tanpa kesalehan atau pikiran yang salah. Bagaimanakah kehidupan Kristus dibandingkan dengan pedoman seperti itu? Berbeda dengan sebagian semua teori ini, hidup-Nya di bumi adalah “lebih dari indah!” Ketaatan-Nya terbukti matang tanpa kemunduran, relevan tanpa kelalaian, dan benar-benar sempurna. Dengan segala ukuran, kinerja-Nya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan melebihi semua definsi kita yang paling ketat sehubungan dengan kemurnian dan kesempurnaan. Ini adalah kemenangan yang Dia bagikan dengan kita dalam bentuk darah kebenaran-Nya yang menghapus dosa-dosa kita dan jubah kebenaran-Nya yang melingkupi tubuh kita yang tidak suci. Dengan karunia yang tidak ternilai ini Dia diterima oleh Bapa-Nya sebagai Domba kebebasan paskah kita yang sempurna, yang tidak ternilai harganya.

0 komentar:

Posting Komentar