Minggu, 30 Juni 2013

Renungan Pagi 01 Juli 2013



Renungan Pagi  “Kabar Baik Dari Patmos”
                   
01 JULI 2013

“Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api” (Wahyu 10:1).

Bagi saya, Wahyu 10 dan 11 sama sulit dimengertinya seperti bagian-bagian kitab yang lain.  Suatu jeda panjang memisahkan sangkakala ketujuh (Why. 11:15-18) dari kengerian sangkakala keenam (Why 9:13-21).  Bagian ini memiliki karakter yang berbeda dari penglihatan tentang sangkakala.  Bukannya penghakiman yang mengerikan, khotbah, serta pengalaman umat Allah.

Apakah di antara Wahyu 10 dan 11 dalam beberapa hal berkaitan dengan sangkakala-sangkakala itu, atau apakah kedua penglihatan ini tidak ada kaitannnya satu sama lain ? Kita bisa menjawab pertanyaan ini dengan cukup pasti.  Anda mungkin ingat bahwa Wahyu 8:13 menggambarkan tentang tiga celaka yang akan terjadi saat ketiga sangkakala terakhir dibunyikan.  Lalu Wahyu 9:12 mengatakan, “Celaka yang pertama jelas adalah sangakakala kelima (ayat 1-11) dan celaka yang kedua jelas dimulai saat sangkakala keenam dibunyikan (ayat 13).  Tetapi kapankah celaka kedua berakhir ?

“Celaka yang kedua sudah lewat : lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul” (Wahyu 11:14).  Akhir celaka yang kedua (sangkakala keenam) tidak ada di dalam Wahyu 9:21, tetapi dalam Wahyu 11:14.  Itu berarti Wahyu 10 dan 11 bukan terpisah dari sangkakala keenam.  Wahyu 10 dan 11 berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang sama dengan pasal 9, tetapi dari sudut pandang yang berbeda.  Ini juga adalah masa pemetraian (Why 7:1-4) serta pengumpulan kekuatan untuk peperangan Harmagedon(Why 16:13-16).  Fokus sangkakala keenam adalah tepat sebelum akhir penutupan pintu kasihan (Why 10:7).

Anda mungkin pernah mendengar kisah tentang enam orang buta yang barusaha memahami seperti apa gajah itu.  Seorang dari mereka meraba salah satu kaki gajah dan menyatakan gajah itu seperti sebatang pohon.  Yang lain menyentuh salah satu gadingnya dan menyatakan seperti tombak.  Orang buta yang menyentuh belalai gajah berpikir makhluk itu pasitnya seperti selang pemadam kebakaran.  Demikian seterusnya.  Pendapat masing-masing orang buta tentang gajah bergantung pada bagian mana yang disentuhnya.

Jadi dalam sangkakala keenam, Yohanes menggambarkan peristiwa-peristiwa yang sama dari dua sudut pandang berbeda.  Pasal 9 berkenaan dengan aktivitas dan nasib orang-orang jahat menjelang zaman akhir, dan Wahyu 10 dan 11 menawarkan pandangan tentang orang-orang baik dan apa yang terjadi atas mereka pada waktu yang sama.  Walaupun kekuatan Setan makin besar menghadapi konflik akhir (Why 9:13-21), pada saat yang sama Allah sedang mempersiapkan umat-Nya untuk menghadapi ancaman itu (Why 10:1-11; 13).

Tuhan, tolong aku untuk membedakan dengan jelas jalan-jalan-Mu dengan tindakan musuh saat kami semakin mendekati zaman akhir.

0 komentar:

Poskan Komentar