Selasa, 08 Januari 2013

Renungan Pagi 09 Januari 2013

Renungan Pagi  “Kabar Baik Dari Patmos”

09 Januari 2013

“Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil : Kasih Karunia dan damai sejahtera menyertai kamu,…. DARI YESUS KRISTUS” (Wahyu 1:4,5).

Pada kata-kata pembukaan kebanyakan buku, penulis menyampaikan tujuan penulisan buku kepada pembaca.  Kitab Wahyu juga demikian.  Delapan ayat pertama kitab ini membentuk prolog menyajikan tema utama serta maksud kitab.  Namun demikian, gaya prolog (Why. 1:1-8), berbeda daripada isi keseluruhan kitab.  Gaya bahasanya khas Perjanjian Baru, cukup normal dan terus terang.  Akibatnya, isi pendahuluan sangat berbeda dibanding bahasa apokaliptik yang dipakai dalam sisa ini buku Wahyu, yang dipenuhi gambar simbolik kompleks membingungkan penafsir selama hampir 2.000 tahun.

Apakah yang akan Anda lakukan dengan kitab yang menggambarkan seekor binatang macan tutul berkepala tujuh dan bertanduk 10 dan kaki seekor beruang (Why. 13:1,2), di mana rajawali berbicara (Why. 8:13), tetapi kota kota besar bungkam (Why. 18: 22, 23), dan dimana darah mengalir setinggi kekang kuda (Wahy. 14:20) ? Dengan gambar-gambar seperti itu, tidaklah mengherankan jika ada 12 orang  mencoba menafsrikan buku Wahyu, mereka akan muncul dengan 13 pendapat berbeda tentang apa arti buku ini ! Kabar baiknya adalah bahwa sebelum Anda masuk lebih dalam, Yohanes memberitahukan kepada Anda mengapa ia menulis buku itu dalam bentuk prosa bahasa sederhana.  Ya, buku Wahyu memiliki yang fokus kuat pada peristiwa zaman akhir (Why. 1:1,7).  Tetapi di atas segalanya, tema buku ini adalah Yesus.  Wahyu ini berasal dari-Nya (ayat 1), merupakan kesaksian-Nya (ayat 2), dan didasarkan pada kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan pekerjaan-Nya bagi kita (ayat 5,6).  Pembaca tidak boleh lupa hal ini, tidak peduli betap membingungkan isi buku ini selanjutnya.

Anda lihat, buku Wahyu bagaikan sebuah teka-teki.  Dan semua orang menyukai teka-teki.  Teka-teki ada supaya Anda memecahkannya.  Contohnya: “Kebanyakan orang di bumi hidup dalam 50 mil dari tempat apa ?” Mendengar tekat-teki ini, kebanyakn orang mulai memikirkan tempat-tempat paling padat populasinya di dunia.  Mereka segera sadar, tidak satu tempat pun di bumi ini didiami sepersepuluh dari poluasi dunia dalam radius 50 mil, apalagi mayoritas.  Jadi solusi untuk teka-teki tidak ditemukan di tempat tertentu di dunia.  Maka jawabannya, kebanyakan orang tinggal dalam radius 50 mil dari tempat di mana mereka lahir!  Anda lihat, setelah mengetahui kunci untuk teka-teki ini, maka jawabannya jadi jelas….Dalam buku Wahyu kunci teka-teki adalah Yesus Kristus ! Kunci yang telah ditempatkan Yohanes pada pintu buku Wahyu akan mengubah artinya.  Tidak peduli seberapa aneh gambaran yang kita lihat, hal yang pasti adalah penafsiran benar untuk setiap ayat buku Wahyu akan selalu membuka gambaran lebih jelas tentang Yesus.

Tuhan, beri aku gambaran yang lebih jelas tentang Yesus hari ini.  Aku ingin makin hari semakin serupa dengan Dia.

0 komentar:

Poskan Komentar