Jumat, 19 Desember 2014

Renungan Pagi 20 Desember 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

20  Desember  2014
GENERASI YESUS : TITIK UJUNG
“Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: ‘Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pegawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin Tuhan akan bertindak untuk kita, sebab bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang”’ (1 Samuel 14:6).
Dalam karya terbaiknya The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference, Malcolm Gladwell menyimpulkan bahwa perubahan sosial besar-besaran berperilaku seperti epidemic virus (flu, campak, AIDS). Yan Anda butuhkan hanya satu virus saja dengan kemampuan untuk melekat kepada orang lain, dan jika diberikan konteks yang benar, virus yang tepat itu dapat meledak bertambah banyak samapi seluruh populasi terinfeksi. Untuk mengilustrasikan proses kemajuan geometric itu, Gladwell mengambil selembar kertas dan melipatnya menjadi dua. Apakah kertas itu kini menjadi dua kali tebalnya dari semula? Ya, lipat lagi. Kini apakah tebalnya empat kali lipat? Ya. Jika Anda bisa  melipat kertas itu 50 kali, seberapa tebal jadinya? Saya rasa beberapa inci; seorang teman menebak 10 kaki. Jawabannya? Ketebalannya akan terbentang dari bumi samapai ke matahari. Dan bila Anda melipat 51 kali? Dari bumi ke matahari dan kembali lagi. Sesuatu yang amat kecil – entah itu satu ide, seseorang, atau bahkan satu gerakan – jika diberikan kesempatan untuk terlipat dan terulang dengan sendirinya, bisa menjangkiti atau mempengaruhi seluruh dunia.
Hanya dua orang dewasa muda – Jonathan dan pembawa senjatanya – tetapi hanya mereka saja yang Allah perlukan untuk menginfeksi hati tentara Israel yang pengecut dan gemetar ketakutan. Dua orang muda merangkak  di permukaan berbatu dari jurang tempat musuh berdiam memperlihatkan iman dan keberaniannya yang radikal yang diketahui oleh Surga akan mengalahkan musuh. Siapa yang tidak mengagumi keberanian Jonathan yang berseru kepada musuhnya, “Mari kita menyeberang…. Sebab TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang” (1 Sam 14: 6).
Kabar-kabar baik bagi umat  pilihan, seperti Jonathan, memerlukan satu kemajuan geometric dari Allah untuk menyelesaikan akhir dunia! Bagaimanakah lagi seluruh generasi akan dijangkau bagi Kristus dalam hitungan minggu? “Kemudian daripada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya” (why. 18:1). Jika Pentakosta yang terakhir mulai  dengan cara yang sama? Allah tidak memerlukan jutaan orang pada jam penutupan sejarah bumi ini. Yang Ia perlukan hanyalah kalian berdua. Anda dan engkau.

Renungan Pagi 20 Desember 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

20  Desember  2014
GENERASI YESUS : TITIK UJUNG
“Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: ‘Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pegawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin Tuhan akan bertindak untuk kita, sebab bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang”’ (1 Samuel 14:6).
Dalam karya terbaiknya The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference, Malcolm Gladwell menyimpulkan bahwa perubahan sosial besar-besaran berperilaku seperti epidemic virus (flu, campak, AIDS). Yan Anda butuhkan hanya satu virus saja dengan kemampuan untuk melekat kepada orang lain, dan jika diberikan konteks yang benar, virus yang tepat itu dapat meledak bertambah banyak samapi seluruh populasi terinfeksi. Untuk mengilustrasikan proses kemajuan geometric itu, Gladwell mengambil selembar kertas dan melipatnya menjadi dua. Apakah kertas itu kini menjadi dua kali tebalnya dari semula? Ya, lipat lagi. Kini apakah tebalnya empat kali lipat? Ya. Jika Anda bisa  melipat kertas itu 50 kali, seberapa tebal jadinya? Saya rasa beberapa inci; seorang teman menebak 10 kaki. Jawabannya? Ketebalannya akan terbentang dari bumi samapai ke matahari. Dan bila Anda melipat 51 kali? Dari bumi ke matahari dan kembali lagi. Sesuatu yang amat kecil – entah itu satu ide, seseorang, atau bahkan satu gerakan – jika diberikan kesempatan untuk terlipat dan terulang dengan sendirinya, bisa menjangkiti atau mempengaruhi seluruh dunia.
Hanya dua orang dewasa muda – Jonathan dan pembawa senjatanya – tetapi hanya mereka saja yang Allah perlukan untuk menginfeksi hati tentara Israel yang pengecut dan gemetar ketakutan. Dua orang muda merangkak  di permukaan berbatu dari jurang tempat musuh berdiam memperlihatkan iman dan keberaniannya yang radikal yang diketahui oleh Surga akan mengalahkan musuh. Siapa yang tidak mengagumi keberanian Jonathan yang berseru kepada musuhnya, “Mari kita menyeberang…. Sebab TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang” (1 Sam 14: 6).
Kabar-kabar baik bagi umat  pilihan, seperti Jonathan, memerlukan satu kemajuan geometric dari Allah untuk menyelesaikan akhir dunia! Bagaimanakah lagi seluruh generasi akan dijangkau bagi Kristus dalam hitungan minggu? “Kemudian daripada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya” (why. 18:1). Jika Pentakosta yang terakhir mulai  dengan cara yang sama? Allah tidak memerlukan jutaan orang pada jam penutupan sejarah bumi ini. Yang Ia perlukan hanyalah kalian berdua. Anda dan engkau.

Kamis, 18 Desember 2014

Renungan Pagi 19 Desember 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

19  Desember  2014
GENERASI YESUS : GODAAN TERAKHIR
“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan” (Ibrani 5:7).
Oscar Wilde bersenda gurau, “Saya bisa menahan apa pun, kecuali godaan!” Kalau begitu kita manusia amat muda menyerah, bukan? Pertikaian yang menyala-nyala dengan Lusifer yang dijalani oleh Tuhan kita Sendiri  - ingat, catatan Injil jelas: Yesus dipimpin oleh Roh (Mrk. 1: 12) atau “penuh dengan Roh” (Luk. 4:1) langsung menuju pertempuran di padang belantara yang sedang gencar terjadi – cukup membuktikan bahwa jalan pencobaan itu  adalah jalan Allah bahkan bagi mereka yang terdekat dengan-Nya. Meskipun dengan doa “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,” kenyataannya adalah bahwa semua sahabat-sahabat umat pilihan Allah dituntun seperti Yesus ke dalam godaan Iblis.
Dan apakah itu godaan? “Godaan adalah jalan pintas yang disarankan untuk pencapaian tertinggi yang saya tuju – bukan kea rah yang saya pahami sebagai yang jahat, tetapi kea rah yang saya pahami sebagai hal baik” (Oswald Chamber, My Utmost for His Highest, 17 Sep). iblis tidak mengejar kita dengan tawaran untuk melakukan yang jahat – kita akan dengan cepat menolak. Akan tetapi ia mendekati kita dengan tawaran menuju jalan pintas terhadap yang tentunya baik. Begitulah dengan godaan seksual yang dihadapi Yusuf dari Nyonya Potifar, menawarkan dia kemungkinan suatu yang baik – kebebasannya dari perbudakan. Begitulah dengan tiga serangan padang  gurun dari Setan kepada Yesus – ketika tawaran itu benar-benar baik: Lepas dari rasa lapar, perlindungan  dari bahaya, mengalahkan dunia. Tetapi bagi Yusuf dan Yesus, meski telah dituntun ke dalam pencobaan, respons menurutnya sama – itu mungkin cara yang “baik,” tetapi bukan cara Allah. Kehendak-Mulah yang jadi di bumi maupun di surga.”
Dan karena kehendak Ilahi memang akan terjadi di bumi dalam kehidupan generasi Yesus yang terakhir, maka Anda dan saya tidak memiliki kemewahan Wilde, menertawakan godaan kita. Akan tetapi, seperti Tuhan, kita juga harus melayangkan “doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan” kepada Dia satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita (Ibr. 5:7). Tidak ada jalan pintas bagi umat pilihan. Tetapi ada janji: “Jiwa yang diberikan kepada Kristus menjadi benteng-Nya sendiri , yang dipertahankan-Nya dalam dunia yang memberontak, dan Ia bermaksud agar tidak ada wewenang akan dikenal di dalamnya kecuali wewenang-Nya sendiri. Jiwa yang menjadi milik agen-agen surgawi dapat menahan serangan Setan” (The Desire of Ages, hlm. 324).

Rabu, 17 Desember 2014

Renungan Pagi 18 Desember 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

18  Desember  2014
GENERASI YESUS : “KITA TERGERAK”
“Segera sesudah ini Roh memimpin Dia ke padang gurun” (Markus 1:12).
Raksasa otomotif, Nissan pernah menggembar-gemborkan ciptaannya yang gemilang dengan semboyan iklan “We are driven!” Tentu saja – kita semua begitu. Beberapa dari kita digerakkan oleh kebutuhan dikasihi dan diterima. Yang lain dari kita digerakkan oleh kebutuhan untuk dipuja. Tetapi agar kita tidak menyimpulkan bahwa secara moral digerakkan itu salah, ayat kita hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus Sendiri digerakkan – bukan oleh kebiasaan emosional yang menggerakkan kita, untuk pastinya, tetapi digerakkan oleh Roh itu Sendiri. Saya kagum dengan pada karya perenung yang terilhami ini pada kehidupan Yesus: “Dari waktu berjam-jam bersama Allah, [Yesus] muncul pagi demi pagi, membawa terang surga kepada manusia. Setiap harinya Ia menerima baptisan baru dari Roh Kudus” (Christ’s Object Lessons, hlm. 139). Apakah Anda memahaminya? Setiap hari Ia diisi dengan kuasa dari orang ketiga  yang agung dari Keallahan. Kehidupan yang dipimpin  Roh adalah pencarian dan pengalaman setiap hari dari Yesus. Akankah kita semua bisa demikian tergerak?
Oleh apakah karunia itu begitu penting, terutama bagi umat pilihan? Sederhana. Roh Kudus adalah ilahi kepada kehidupan seperti Kristus yang dijalani oleh 144.000 orang tepat sebelum Ia kembali. Perhatikan baik-baik  bagaimana The Desire of Ages menggambarkan sebab dan akibat  ini: “Roh Kudus adalah napas kehidupan rohani dalam jiwa. Tertanamnya Roh adalah juga tertanamanya kehidupan Kristus” (The Desire of Ages, hlm. 805). Dalam satu dunia di mana pahlawan-pahlawan umat manusia yang paling polpuler memiliki sebuah bintang yang ditanamkan di tepi jalan Hollywood Bouleverd, Allah sedang membangkitkan satu generasi baru yang digerakkan  untuk melebihi Pahlawan yang secara radikal berbeda dan  secara kedudukan lebih agung. Bagaimanakah bunyinya lagu pujian lama itu? “Jadilah seperti Yesus , ini laguku, di rumah dan di tempat umum; jadilah seperti Yesus sepanjang hari! Aku ingin seperti Yesus.” Mengapa, itu bisa menjadi lagu tema dari generasi Yesus, doa itu begitu sederhana tetapi fokus. Kehidupan yang dipimpin Roh adalah jawabannya, karena hanya ketika Roh memimpin kita maka kita sampai pada tujuan dari kehidupan yang  seperti Kristus.
Jadi, Anda mencoba menemukan hadiah Natal yang tepat tahun ini bagi seseorang yang telah memiliki segala-galanya? Ingin mencari hadiah sempurna bagi diri Anda sendiri? Bagaimanakah dengan Hadiah yang “membawa serta berkat-berkat lainnya” dalam kotaknya? Doa yang lebih ampuh apa lagi bagi generasi Yesus untuk didoakan di ujung kekekalan! Mari kita meminta Karunia itu sekarang juga.


Selasa, 16 Desember 2014

Renungan Pagi 17 Desember 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

17  Desember  2014
GENERASI YESUS : “KE TEMPAT-TEMPAT YANG SUNYI”
“Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa” (Lukas 5:16).
Dallas Willard memberitahu tentang eksperimen-eksperimen yang di adakan pada tikus dan amphetamine (suatu obat untuk menambah keadaan terjaga). Ketika tikus ditinggalkan sendirian, diperlukan 20 kali lebih banyak amphetamine untuk membunuhnya daripada ketika ia berada dalam satu kelompok. Sebenarnya, para peneliti mendapati bahwa jika mereka menempatkan seekor tikus tanpa amphetamine  ditengah kelompok yang sudah mendapatkan obat itu, maka tikus malang yang bebas obat itu akan mati dalam waktu 10 menit! Begitu kuatnya perilaku aneh dari tikus-tikus yang kena obat itu sehingga tikus sehat mulai menirukan gangguan berat mereka dan pada akhirnya jatuh mati hanya karena mencoba menyamai mereka. Maksud Willard adalah: “Penyesuaian kita kepada pola sosial tidaklah lebih sedikit berarti daripada tikus tadi – dan sama-sama mematikan” (Spirit of the Discipline, hlm. 161). Dan di sanalah terletak pelajaran yang diperlukan bagi generasi Yesus.
“Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa” (Luk. 5: 16).  Mengapa? “’Tidak ada kehidupan lain yang begitu hiruk-pikuk dengan pekerjaan dan tanggung jawab seperti yang dimiliki Yesus; namun betapa sering Ia didapati dalam doa! Betapa konstanya persekutuan-Nya dengan Allah!... Dalam satu kehidupan yang sepenuhnya diabdikan kepada kebaikan orang lain, Juruselamat mendapati pentingnya menarik diri dari ramainya perjalanan dan dari orang banyak yang mengikuti Dia hari demi hari. Ia  harus berpaling dari satu kehidupan dengan aktivitas yang tak henti-hentinya dan kontak dengan kebutuhan manusia, untuk mencari tempat istirahat dan memutuskan persekutuan dengan Bapa-Nya. Sebagai yang satu dengan kita, memahami kebutuhan kita dan kelemahan kita,  Ia sepenuhnya tergantung kepada Allah, dan dalam tempat doa rahasia Ia mencari kekuatan Ilahi, agar Ia bisa maju melakukan tugas dan menghadapi cobaan…. Melalui persekutuan yang terus menerus Ia menerima kehidupan dari Allah, menjadi milik kita” (The Desire of Ages, hlm. 362, 363).
Untuk satu generasi yang berdoa agar bisa menyeberang, bukanlah suatu hal besar mengatakan bahwa keadaan peradaban bumi pada masa akhir itu akan seperti tikus yang diberi obat amphetamine itu! Oleh sebab itu amatlah penting , agar Anda dan saya memelihara dan menlindungi kesendirian kita bersama Yesus, apa pun yang terjadi. Demi jiwa dan misi-Nya, Tuhan dan Teladan kita sering menarik diri ke tempat-tempat sunyi untuk berdoa. Demi jiwa dan misi kita, maka dapatkah kita melakukan yang kurang dari itu.