Minggu, 17 Desember 2017

Renungan Pagi 18 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

18   Desember  2017

Dunia Dijadikan Baru

“Lalu Aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu dan laut pun tidak ada lagi (Wahyu 21:1).

Ellen White, memberitahukan tentang tempat tinggal kita, “laut yang memisahkan kita dengan sahabat-sahabat kita. Ini adalah penghalang entah antara kita dan orang yang kita kasihi. Persahabatan kita putus oleh luasnya lautan, tidak dapat diduga dalamnya lautan…. Terima kasih Tuhan, di dunia yang baru tidak akan ada lagi bahaya lautan, tidak akan ada air bah, tidak akan ada kegelisahan, tidak ada suara ombak” (The Seventh-day Adventist Bible Commentary, Ellen G. White Comments, jld. 7, hlm. 988).

Di tempat itu alamnya tidak pernah memudar karena diterangi oleh hadirat Kristus, kita akan makan buah pohon yang hasil buahnya sangat banyak sehingga dahannya merunduk karena berat dari buah-buah itu; kita akan bersenang-senang dalam keindahan tanaman bunga tanpa ada keluhan tertusuk duri. Ada ladang yang mengagumkan, dedaunannya melambai lembut di tangkainya sambil ditiup angin sepoi-sepoi, dan orang tebusan tak terkekang oleh kematian, akan bersukacita dengan “kesenangan yang tak terucapkan dalam keadaan sempurna saat ciptaan dipulihkan.” Penyair itu menggambarkannya dengan baik.

“Ada negeri yang sangat indah,
Yaitu kebahagiaan memerintah kekal,
Hari yang tak terbatas, tidak ada malam di sana,
Dan kesenangan menghalau rasa sakit…
Dapatkah kita berdiri di tempat Musa berdiri,
Dan melihat pemandangan indah,
Semua hal baik yang pernah diberikan dunia,
Tidak dapat membuat kita lebih terpesona.”

Dunia baru: Tempat tinggal kekal dari umat tebusan, puncak sukacita dan kegembiraan; planet yang akan menjadi tempat dari Yerusalem baru; kota yang dihiasi dengan permata, dianugerahkan oleh Tuhan sendiri, tidak akan tersedia bagi mereka yang mempertahankan sifat lama sampai pada hari penghakiman.


Dunia baru akan dihuni oleh mereka yang telah mengalami kelahiran baru; mereka yang telah diberikan hati baru dan semangat baru; yang berjalan dalam hidup baru dan yang menderita oleh darah perjanjian baru dan diberi nama baru, akan menyanyikan lagu baru: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu, Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa” (Wahyu 5:9).

Sabtu, 16 Desember 2017

Renungan Pagi 17 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

17   Desember  2017

Peran Pahala

“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya” (Why 22:12).

Kita harus ingat bahwa “perbuatan  yang baik tidak dapat membeli keselamatan, tetapi perbuatan itu ialah bukti iman yang bekerja oleh kasih dan  yang membersihkan jiwa” (Alfa dan Omega, jld. 5, hlm.335).

Kita tidak cukup baik sehingga layak mendapatkan atau menerima hidup kekal. Namun, tingkat pahala itu (banyaknya penghargaan yang akan diberikan di dunia yang lebih baik) akan sesuai dengan perjuangan kita di dunia sekarang ini. Benar, semua pencapaian itu adalah hanya karena kehadiran Kristus. Adalah kasih-Nya yang memampukan orang yang diselamatkan untuk melayani; adalah kuasa-Nya yang menopang pelayanan dari setiap orang percaya. Karunia-Nya yaitu kuasa Roh Kudus yang membuat kita berhasil dalam bersaksi. Kita yang telah ditebus adalah saluran rahmat, saluran kasih karunia, dan instrument kasih-Nya.

Motivasi terbesar kita para pekerja Kristen bukanlah untuk memperoleh surat jaminan kesanggupan atau mengumpulkan surat utang untuk ditukarkan di dunia yang lebih baik. Kasih Kristus yang memotivasi kita, dan sementara beberapa mahkota akan lebih berat dengan bintang-bintang dibandingkan mahkota yang lain (menunjukkan kesaksian yang lebih besar), dengan berada di sana  dengan hanya satu bintang  akan membuat kita terus bersukacita. Dalam kemuliaan tidak akan ada lagi kekuasaan untuk disombongkan, keinginan untuk mendominasi, atau bahkan kebutuhan otoritas, semua akan puas dengan ukuran mahkota, rumah, halaman, dan negeri yang akan diberikan kepada kita. Di sana kita akan memiliki tingkatan pahala, tetapi bukan untuk tingkatan sukacita. Hal yang pasti dan tidak akan berubah adalah: Kepastian perdamaian, kepastian penebusan, kepastian pemulihan, dan kepastian dalam kepuasan terhadap hadiah yang diberikan.


Janji-Nya adalah bahwa negeri yang penuh sukacita ini akan segera datang. Seberapa cepat! Tidak secepat yang kita harapkan, tetapi secepat kebijaksanaan Ilahi menentukan bahwa janji untuk penebusan bumi telah terlaksana. Kita tidak dapat mengakhiri sejarah dunia dengan kekuatan kita sendiri, tetapi kita dapat membantu melalui “tetap semangat dalam pengharapan” dan menyenangkan hati Tuhan kita, yang jauh lebih bersemangat menginginkan hati kedatangan-Nya dibandingkan kerinduan umat-Nya.

Jumat, 15 Desember 2017

Renungan Pagi 16 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

16   Desember  2017

Hidup Nyata Dalam Kemuliaan

“Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka” (Yesaya 65:21, 22).

Pada saat kebangkitan, kita tidak akan menjadi roh tanpa bentuk tinggal berbahagia dalam ketenangan hanya diganggu oleh panggilan makan malam dan kibaran sayap malaikat yang penuh dengan kata-kata pujian. Kita akan menjadi manusia sebenarnya tinggal di surga dalam bentuk daging yang kekal; jasmani yang tidak dibatasi oleh kelemahan, sebagai  makhluk yang hidup seperti sekarang ini. Kita akan mendiami tubuh yang kelihatan, tubuh yang bersemangat, tubuh yang tidak tembus cahaya, transparan, jiwa yang berunsur dari kedamaian kekal yang sering digambarkan dengan maksud yang baik tetapi disampaikan oleh para pengajar yang kurang informasi.

Bagaimanakah kita tahu? Kita tahu karena mereka yang melihat orang yang berubah-ubah di atas gunung bersama Yesus, Elia and Musa tidak muncul seperti hantu (Matius 17: 2, 3). Kita tahu karena kebangkitan Yesus ketika berjalan ke Emmaus, mengejutkan kawan-kawan-Nya, berbentuk pribadi dan unsur (Lukas 24: 13, 15). Kita tahu karena Maria mengenal suara-Nya saat Dia memberi salam kepadanya, karena bagian lukaNya memungkinkan untuk disentuh oleh Thomas tanpa keragu-raguan; karena Dia makan malam dengan murid-murid-Nya di Danau Galilea; dan ketika Dia diangkat dari dunia, Malaikat berjanji, “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga” (Kisah Para Rasul 1:11).

Kita musafir kehidupan yang penuh dosa sekarang terikat dengan rantai waktu, terkunci di rumah penjara dosa, ditakdirkan untuk tinggal di tenda tenda  bumi yang begitu cepat memudar dan membusuk, yang tidak mampu menyelamatkan diri sendiri. Penyelamatan kita sepenuhnya tergantung pada Kristus, pada kedatangan-Nya kembali “yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia,menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala Sesuatu oleh diri-Nya.” (Filipi 3:21).

Dan tubuh yang bagaimanakah itu? itu adalah tubuh manusia karena hanya sementara Dia ada di sini dan bahwa sekarang Dia mempertahankan diri-Nya sebagai saudara kita yang sulung, sebagai Pembela kita, menuntun kita secara terus-menerus – pada kerajaan yang akan datang” sesuatu yang lebih baik..


Kamis, 14 Desember 2017

Renungan Pagi 15 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

15   Desember  2017

Kristus Pusat Daya Tarik

“Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas  takhta dan bagi Anak Domba, adalah pujia-pujian dan hormat dari kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”’ (Wahyu 5:13).

Yesus yang memimpin malaikat kudus turun dengan kemuliaan untuk menyatakan kehendak-Nya; Dialah Yesus  yang membangkitkan orang mati yang setia. Dialah Yesus yang memimpin rombongan besar yang tidak terkira banyaknya ke pintu surga; Dialah Yesus yang membuka gerbang surga dan berkata: “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Mat. 25:34). Dialah Yesus yang membawa kita kepada Bapa sebagai hasil tuaian penuh seperti ketika Dia terangkat di atas awan-awan, Dialah Yesus yang dengan kegembiraan kemuliaan, mengembalikan kepada orangtua pertama kita, Adam dan Hawa, status mereka yang sebenarnya; dan Yesus yang akan bernyanyi dengan orang tebusan (Zef. 3:17).

Yesus adalah inti dari setiap pembicaraan; tujuan kebahagiaan, bahan pelajaran yang kekal; Pemimpin Anak Domba ketika orang tebusan akan mengikuti Dia ke mana saja Dia pergi. Dia akan menjadi tujuan pujian yang kekal dari orang kudus yang tidak akan pernah lelah dalam memuji, “Mulia Anak Domba, Mulia Anak Domba yang layak menerima pujian dan kemuliaan dan kuasa.”

Yesus sendiri akan memimpin Yerusalem baru dalam kemuliaan turun ke bumi. Dia sendiri akan menuntun api neraka dicurahkan ke atas  Setan dan malaikat-malaikatnya, dan kepada semua orang yang mengeraskan hati mereka dan ketidaktaatan kepada firman-Nya, dan Dia sendiri akan berbicara dalam kata-kata penuh kuasa untuk memulihkan dunia pada keadaan sebelum manusia jatuh dan akar dosa (Setan) dan cabang-cabangnya (pengikut-pengikutnya), bumi akan bersinar dalam cahaya yang menyala-nyala dari keindahannya yang semula. Seluruh alam semesta akan dinyatakan:

Yesus akan memerintah
Ketika matahari
Berputar pada jalurnya
Kerajaan-Nya terbentang luas

Bulan berlalu dan sampai tidak ada lagi.

Rabu, 13 Desember 2017

Renungan Pagi 14 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

14   Desember  2017

Pendidikan Di Surga

“Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang” (Maleakhi 4:2).

Ah, sukacita karena belajar – sungguh menyenangkan karena pikiran dikembangkan, mata terbuka, pandangan lebih jelas karena memperoleh pengetahuan. Memiliki kekayaan adalah keadaan yang membahagiakan. Meskipun memberikan pengaruh terhadap hidup, kekayaan sendiri tidak meningkatkan kecerdasan seseorang. Pernikahan adalah salah satu dari pengalaman hidup yang khusus, tetapi walaupun itu memberikan sukacita karena memiliki teman hidup dan menyelesaikan masalah sosial, itu tidak dengan sendirinya memperluas kapasitas mental seseorang.

Jadi belajar adalah kehidupan yang paling baik dan aktivitas yang menyenangkan. Selain pertobatan – keputusan dan menerima Kristus sebagai Tuhan – tidak ada pengalaman yang dapat dibandingkan dengan belajar.

Semua pendidikan, baik formal maupun informal, memperluas pemahaman seseorang terhadap sifat manusia, sejarah manusia dan seluruh bidang  di sekitar kita. Pendidikan yang sejati, bagaimanapun, tidak hanya menambah pengetahuan seseorang, tetapi juga meningkatkan kemampuan kita untuk mengatasi masalah hidup dan membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, yang adalah sumber dari semua pengetahuan benar dan kepastian dari semua pengetahuan.

Baik surga dan bumi yang baru, pembelajaran kita akan kekal. Pikiran kita akan mampu berkembang tanpa batas, dan dalam lingkungan suci, menangkap dan mendaftarkan keajaiban ilmu pengetahuan dan kasih karunia yang tidak akhirnya. Setiap hari dan dalam segala hal kita akan terpengaruh oleh data baru yang akan memuaskan rasa ingin tahu kita dan menggetarkan jiwa kita.

Semua ini menjadi menarik dalam pernyataan yang menyatakan: “Surga adalah sebuah sekolah; bidang studynya, alam semesta; gurunya, Yang tak berkesudahan.” Di sana nanti, apabila kabut yang menyelubungi pemandangan kita telah disisihkan, mata kita kaan melihat keindahan dunia yang sekarang kita menangkapnya hanya sekilas melalui mikroskop; bilamana kita melihat kemuliaan langit, yang sekarang dapat diamati dari jauh dengan teleskop; bilamana kutuk dosa dihilangkan, maka seluruh bumi akan kelihatan di dalam “keindahan Tuhan Allah kita.”


Pada hari yang besar dan mulia dari pahala terakhir kita, kita akan melihat “di dalam semua benda-benda ciptaan ia dapat menemukan suatu tulisan tangan – dan alam semesta yang luas memandang nama Allah tertulis besar, dan tidak ada lagi tanda sisa dosa atau kejahatan di bumi atau di laut di langit” (Membina Pendidikan Sejati, hlm. 279, 281).

Selasa, 12 Desember 2017

Renungan Pagi 13 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

13   Desember  2017

Memelihara Sabat

“Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman Tuhan” (Yesaya 66:23)

Sabat adalah sebuah sumber ketenangan di padang pasir kehidupan. Pada akhir kerja keras setiap minggu, Sabat membuktikan kebahagiaan karena terlepas dari kegiatan duniawi. Sabat adalah tempat peristirahatan bagi yang lelah; hari pembauran dan revitalisasi – tidak ada hari lain yang lebih berpengaruh karena tidak ada hari lain yang telah berkati, suci dan kudus. Ibadah pada hari lain tidak dapat memberikan keuntungan seperti pada hari Sabat; keuntungan rohani, perasaan, dan pada fisik itu sendiri.

Tetapi bagaimanakah dengan kehidupan di dunia yang akan datang? Akankah kita memelihara hari Sabat? Ya, kita dijanjikan bahwa Sabat di surga, bukan karena kita lelah atau fisik kita perlu istirahat, tetapi karena di sana, ketika semua diciptakan benar dan bijaksana melalui kehadiran Keilahian Allah , ibadah akan tetap menjadi pengingat tindakan Kristus dari hal penciptaan dan penebusan.

Sabat di surga bukanlah menetapkan waktu bagi kita untuk keluar dari hal-hal duniawi dan fokus pada hal-hal yang suci seperti dalam kehidupan sekarang ini. Semua aktivitas akan menjadi kudus. Tetapi sementara setiap hari dalam kemuliaan akan sesuai dengan kekudusan Tuhan, setiap hari ketujuh akan memberikan kesempatan untuk pujian khusus bagi Anak Domba yang telah mengorbankan diri-Nya demi menyelamatkan kita.

Ketika bumi dijadikan baru dan tidak ada lagi kekerasan seperti keadaan sekarang ini, umat tebusan akan menerima hadiah terakhir yang telah dijanjikan kepada mereka. Di sini, kita akan menanam anggur dan memakan buahnya juga; kita akan bergantian menanam dan melatih penurutan dan mengarahkan binatang-binatang ke ladang yang berumput hijau. Kita akan membangun rumah impian kita dan mendiaminya; menikmatinya dan bersukacita di dalam negeri penuh damai. Eden dipulihkan, hari Sabat akan sekali lagi memberikan istirahat dari kerja berat; tidak melelahkan, tidak menegangkan, hati kita tidak menjadi lemah karena menderita dalam aturan kekejaman dosa, tetapi dalam kepuasan karena mengeluarkan energi yang bermanfaat, pekerjaan yang tidak membosankan.


Sekarang ini,  Sabat adalah hari sukacita, dan di zaman yang akan datang Sabat akan tetap hadiah khusus untuk manusia – suatu pusat kesenangan dari dunia kita yang lebih baik.

Senin, 11 Desember 2017

Renungan Pagi 12 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

12   Desember  2017

Memandang Pada Hal Penting

“Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu diantaranya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambaran-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar” (2 Korintus 3:18).

Ada pepatah bijak yang mengatakan, “kita bertumbuh ke arah yang paling kita hargai.” Dengan kata lain, apa yang kita hargai sangat menentukan bentuk perkembangan kita. Seperti carang pohon anggur yang membentang ke arah matahari atau tangkai rumput yang bergerak ke arah kolam atau akar pohon yang membentang menuju tanah yang lembab, kita tumbuh ke arah yang kita kasihi. Ini adalah “tema utama” pekabaran Firman Tuhan hari ini. Itu juga merupakan inti dari nasehat Paulus: “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kol. 3:2).

Dengan cara apakah kita menetapkan cara pandang kita? Apakah itu kekerasan yang digambarkan di media? Apakah itu kegembiraan dan kebrutalan beberapa olahragawan yang professional? Apakah itu gambar-gambar porno? Apakah itu kemampuan berbisnis kita? Apakah itu saham kita yang banyak? Apakah itu kehidupan yang muda atau penuh harapan dan rencana pensiun yang mewah? Atau mungkin itu adalah pendidikan, keluarga dan kesejahteraan kita. Atau itu pekerjaan kita yang telah menjadi lebih penting daripada kondisi jiwa kita? Janji-janji Allah tentang kesenangan dan keindahan dari dunia yang akan datang harus menggantikan bahkan untuk kesenangan sementara yang menyibukkan kita. Ketika itu tidak terjadi, ketika kasih kita telah dialihkan pada hal-hal yang bukan utama, kita telah, pada kenyataannya, membuat indera kita akan lebih kurang kekuatannya dan pasti akan menderita akibat perbedaan kasih kita.


Ketika keinginan terbesar kita diserahkan kepada Allah, fokus kita lebih tinggi dari kotoran dan lumpur masyarakat zaman sekarang. Jerami dan tunggul dari keberhasilan setiap hari, pemandangan dan desahan yang mengecewakan setiap hari, kesedihan dan rintihan dari tragedy kehidupan yang tidak pernah berakhir, bahkan kadang-kadang kita membandingkan hadiah yang bersifat sementara ini dengan hadiah  kekal yang Tuhan sediakan bagi kita. Hadiah ini tidak hanya sekedar hadiah, tetapi hadiah ini berbeda secara sifat dan jenisnya dari semua jenis hadiah yang pernah kita lihat saat ini. Begitu banyak sehingga, bukan masalah berapa banyak pengorbanan waktu, bakat, dan harta kita; tidak peduli berapa mahal biaya tempat tinggal yang akan kita banggakan sekarang ini, di sana dalam kemewahan yang luar biasa, dengan sukacita, kita akan berseru, “Surga memang cukup murah hati!” (Life Sketches of Ellen G. White, hlm. 67).

Minggu, 10 Desember 2017

Renungan Pagi 11 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

11   Desember  2017

Melihat Yesus

“Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan taktha Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamban-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka” (Wahyu 22: 3,4).

Selama 14 tahun kepemimpinan saya di Oakwood College di Huntsville, Alabama, adalah suatu kesempatan istimewa bagi saya untk bertemu dengan orang terhormat dan terkemuka pada acara pesta yang diatur oleh organisasi pendidikan tinggi bergengsi. Termasuk di antaranya Henry Kissinger, Ronald Reagen, George dan Barbara Bush, Edward Kennedy, Jane Fonda, Muhammad Ali, Nat King Cole, Leontyne Harga, Henry Aaron, Marthin Luther King, Jr., Ben Carson, Leonard Bailey, Sammy Davis,Jr., Jesse Jackson, Jhonnie Cochran, Jugde Mathis, dan lain-lain.

Salah satu yang paling berkesan adalah pertemuan singkat saya dengan senator dari Massachusetts, Jhon F. Kennedy. Saya berada di antara  kerumunan orang di Bandara Florida Miami, menyambut politisi Negara yang masih muda dan tampan, sebelum pemilihan presiden pada tahun 1960. Saya berjuang melalui kerumunan yang berdesakan, berharap untuk cukup dekat supaya dapat menjabat tangan sang senator yang sementara berada di mobil yang bergerak maju perlahan-lahan. Tetapi kerumunan itu terlalu banyak. Saya akhirnya menyerah – menenangkan diri dengan berpikir bahwa, jika ia menjadi presiden, setidaknya saya telah mendapat kesempatan istimewa untuk melihat secara langsung.

Kemudian Sesuatu terjadi! Tiba-tiba, seperti di beri aba-aba, limusin berbalik arah dan langsung menuju ke tempat di mana saya berdiri. Kemudian kerumunan orang yang seperti dinding tebal itu terpisah karena desakan polisi yang berlari ke samping mobil, saya segera berada pada tempat yang mudah dijangkau dan kemudian benar-benar senang, saat ia lewat, ia meraih tangan saya  dan berkata, “terima kasih banyak.”  Segera setelah itu ia menjadi pemimpin  bangsa yang dikagumi dan harapan seluruh dunia. Ia dibunuh pada saat di puncak popularitasnya tetap menjadi salah satu peristiwa yang paling mengejutkan dalam sejarah Negara kita. Apa yang tertinggal pada kita adalah kenangannya dan makam.


Sangat berbeda dengan pahlawan kita, Yesus. Dia juga membawa harapan untuk dikagumi masyarakat. Dia juga menginspirasikan banyak orang oleh daya tarik pribadinya. Dia juga telah dipukul pada masa muda-Nya, tetapi Dia bangkit dan telah pergi “untuk menyediakan tempat bagi kita.” Melihat Dia secara pribadi adalah motivasi tertinggi kita untuk berada di sana.

Sabtu, 09 Desember 2017

Renungan Pagi 10 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

10   Desember  2017

Tanah Suci

“Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya” (Yesaya 35:8)

Salah satu pemberian utama dari dunia yang akan datang yaitu hidup tanpa adanya pertentangan masalah dosa, keinginan daging. Sebagai manusia tidak ada kesempatan sejak kejatuhan Adam dan Hawa, kecuali Yesus, datang ke dunia tanpa kecendrungan alami untuk berbuat dosa. Kita dilahirkan dengan kecendrungan berbuat dosa dan selama kita hidup, kita tidak dapat menghindar dari kecendrungan ini; hal ini adalah bagian permanen dari keberadaan kita orang berdosa. Kasih Kristus setiap hari berada dalam pengendalian Firman-Nya, menundukkan, dan mengatasi dosa, tetapi tidak seperti “mengusahakan” kecendrungan (sesuatu yang kita terima saat kita lahir  yang dapat benar-benar dihilangkan), ini adalah kerusakan fatal yang ada sejak kita dilahirkan tetap ada selama kita hidup.

Ketika Kristus ada di dalam hati, dosa tidak “berkuasa” atas perbuatan kita seperti sebelum pertobatan (Rm. 6:11, 12), tetapi dosa selalu bersama kita. Kita kurus karena tidak diisi, lemah oleh kurangnya sukacita, hal itu, setelah berserah kepada Kristus, kelumpuhan dan akibatnya dikendalikan oleh kuasa yang lebih besar yaitu Firman Allah. Setelah pertobatan, kekuatan daging tidak lagi mendominasi, tetapi dosa tidak pernah berhenti memengaruhi. Akibat dari penurutan dan pengabdian kita secara terus menerus, dosa menjadi tidak berdaya, meskipun aktif, hanya sebagai bagian pelengkap kehidupan mesin moral kita.

Sebagai orang Kristen apakah  yang harus kita atasi? Tidak hanya meningkatkan kekuatan dari luar, tetapi dorongan dari dalam untuk menantang dosa turunan yang diwariskan Adam dan Hawa. Hal itu karena musuh tidak pernah berhenti menuntut untuk  mengalahkan mereka “Pekerjaan… seumur hidup” (Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 472).

Namun, ketika Yesus datang, tubuh mulia kita akan bebas dari semua tindakan jahat. Memakai jubah kekekalan, kita bukan lagi tawanan dosa berahi atau diburu oleh nafsu kita. Kita akan keluar dari alam yang rusak ini, kita tidak akan lagi bergulat dengan Setan masa lalu – kita akan benar-benar bebas!


“Di sana,” Yesaya menyatakan, akan menjadi “jalan yang kudus yang muda dan lurus” dan menurut saya, suatu jalan besar kebahagiaan, jalan yang disebut kedamaian, dan sebuah jalan bernama anugerah luar biasa yang mengarah ke fakta suci, di mana takhta kerajaan kebenaran kita, penguasanya adalah Tuhan. 

Jumat, 08 Desember 2017

Renungan Pagi 09 Desember 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

09   Desember  2017

Bertumbuh Dalam Kemuliaan

“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”                  (1 Yohanes 3:2).

Tidak ada pilihan kasih atau ketidakadilan dalam kerajaan kemuliaan. Namun, ini tidak berarti bahwa semua akan sama. Akan ada perbedaan nyata dalam penduduk surga. Akan ada perbedaan tinggi karena mereka dibangkitkan dari kubur  akan sama tingginya seperti ketika mereka meninggal (Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 680). Akan ada perbedaan dalam pengetahuan karena kita akan bangkit dari kubur dengan kapasitas informasi yang sama ketika hidup kita berakhir di dunia ini (This Day With God, hlm. 350).

Tidak ada yang akan terlupakan pada daftar catatan. Janji Maleakhi adalah bahwa “kamu akan keluar, dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang” (Mal. 4:2). Ellen White, dalam komentarnya atas perkembangan intelektual yang akan ada di sana, menyatakan, “Setiap kuasa akan diperkembangkan, setiap kesanggupan akan ditambah. Perbuatan-perbuatan yang paling besar akan berjalan terus, cita-cita tertinggi akan dicapai, tujuan tertinggi dipahami. Dan di sana akan ada lagi ketinggian yang baru yang akan diatasi, keajaiban-keajaiban baru untuk dikagumi, kebenaran-kebenaran baru dimengerti, dan benda-benda segar yang membangkitkan kuasa tubuh dan pikiran dan jiwa” (Membina Pendidikan Sejati, hlm. 285).

Dan ada perbedaan lain yang perlu dicatat. Mahkota berbintang kita akan bervariasi sesuai pengalaman masing-masing kita. Hal ini karena setiap bintang mewakili seseorang yang diselamatkan oleh usaha kita. (The Seventh-day Adventist Bible Commentary, Ellen G.White Comments, jld. 6, hlm. 1104). Juga, beberapa orang yang diselamatkan akan diberikan penghargaan lebih dekat dengan Yesus di antara umat-umat sisa; mereka adalah martir yang meninggal untuk tujuan-Nya (Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 702; Testimonies for the Church, jld. 1, hlm. 68, 69).


Dalam kemuliaan hal-hal yang menuntun pada cinta diri yaitu kesombongan, akan dilenyapkan. Tidak akan ada iri hati karena status kita. Sukacita kita sebagai orang tebusan akan menghapus semua pikiran untuk menjadi lebih besar, lebih baik, lebih cepat, lebih kaya, lebih cantik, atau dengan cara lain yang lebih diuntungkan dari yang lain. Kebahagiaan kita akan bertambah dengan mewarisi tempat yang kita impikan bukan hanya sekedar khayalan, sebuah masyarakat yang bebas dari sakit jiwa, surga bebas dari orang yang hanya menjadi beban, keabadian tanpa kelemahan, kesenangan, hari esok yang kekal, tanpa air mata atau kesedihan, hidup kekal tanpa rasa sakit dan perselisihan; perjalanan yang rindu kita serukan adalah, “Ya, aku datang segera!’ Amin, datanglah, Tuhan Yesus!”