Selasa, 31 Maret 2015

Renungan Pagi 01 April 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

01  April  2015

Dia Bersinar dalam Semua Keadilan

“Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: ‘Allahmu itu Raja!’” (Yesaya 52: 7).

Hal ini benar menyedihkan jika Anda berhenti  dan berpikir tentang hal itu, atau jika Anda membaca dengan teliti berita dunia. Jika di awal hama  tidak merusak tanaman tomat yang indah di kebun Anda, maka penyakit busuk daun akan terjadi kemudian. Orang yang dicintai dan teman-teman mati sebelum waktunya karena kanker bahkan anak yang masih muda. Sumur minyak retak lalu membentuk lubang besar, cairan hitam minyak mentah pun tumpah dan tampaknya tak seorang pun tahu bagaimana menghentikannya. Bunga mawar yang indah memiliki duri tajam yang jahat. Dan seolah-olah untuk menambahkan perusakan, gempa raksasa meruntuhkan rumah-rumah dan bagunan bisnis, membunuh dan melukai jutaan orang. Di tempat yang jauh,tsunami mengejutkan wisatawan demikian juga warga, menyapu bersih semuanya. Tambahkanlah ke skenario yang kacau ini perang , kelaparan, ketidakstabilan politik dan Anda memiliki cukup alasan untuk menjadi depresi. Tidak ada keraguan tentang hal itu. Kabar di dunia kita yang sakit dosa adalah menyedihkan. Ini bukan gambaran yang menyenangkan.

Bukan seperti melempar koin menunggu nasib, tetapi marilah kita aktif mencari yang baik dan yang indah. Meskipun dosa meliputi  dan merusak dunia dengan mengerikan, namun dunia kita masih dipenuhi keindahan yang menakjubkan, sebagai bukti kekuatan kreatif dan keangungan Allah. Jika kita masih bisa menemukan sebuah pulau surga, air terjun menjulang megah, pantai yang permai, jalan hutan yang tenang, terumbu karang yang berwarna- warni, danau yang bening dan indah, matahari terbenam di gurun, hamparan lautan yang luas, sungai mengalir tenang, pemandangan pegunungan, taman di pinggir danau, dan sebagainya. Bila ingin mencari  “semua yang adil,” maka hitunglah hal-hal itu. Bagaimanapun juga semua keindahan ini, akan memberikan gambaran kepada pernyataan kasih Kristus di kayu salib.

Penderitaan Kristus secara fisik di kayu salib tidak berarti apa-apa dibandingkan rasa sakit-Nya terpisah dari Bapa-Nya. “Allahku, Allahku, mengapakah Engakau meninggalkan Aku?” (Matius 27: 46). Tidak dapat dipertanyakan, di salib Kristus menggalami yang terburuk yang dapat ditanggung dunia kita yang sakit dosa ini. Tidak ada lagi berita yang lebih menyedihkan. Tapi dibalik kematian dan kebangkitan-Nya, berubah menjadi cerita yang paling indah. Kabar baiknya adalah bahwa Kristus mengalahkan si jahat. Kristus sangat mengasihi saya dan Dia membayar harga tertinggi untuk dosa saya sehingga saya dapat memiliki hidup. Allahku, Juruselamatku! Dialah yang terindah dari semuanya.

Secara sederhana, saya tidak mengerti semua kejahatan yang saya lihat di dunia ini, Tuhan, tapi saya percaya bahwa suatu hari nanti kabut akan terangkat, keharmonisan yang abadi akan muncul, dan semua penyakit akan diselesaikan.

Senin, 30 Maret 2015

Renungan Pagi 31 Maret 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

31  Maret  2015

Menyatakan Pujian Bagi Pencipta Mereka

“Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah pujian-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!’” (Wahyu 5: 13).

Dapatkah ayat ini mengartikan apa yang dinyatakannya? Setiap makhluk di surga? Dan di bumi? Dan di bawah bumi? Dan di laut? Dan semua yang ada di dalamnya? Bernyanyi? Sekali lagi perhatikanlah kata-kata yang menunjukkan bahwa ikan paus dan binatang laut, monyet, dan laba-laba, burung merak dan kolibri, bersama kita semua kan bernyanyi bersam. Semua orang bernyanyi dengan semua ciptaan-menyanyikan pujian, “Bagi Dia yang duduk di takhta dan bagi Anak Domba baginya pujian dan hormat dan kemuliaan dan kekuasaan, selama-lamanya!” Sungguh nyanyian yang menakjubkan. Saya ingin berada  disana menggabungkan suara saya dalam pujian. Namun apakah pengaturan untuk menakjubkan dari semua makhluk itu?

Di Pulau Patmos, Yohanes mendapat penglihatan. Dia melihat ruang takhta surga dengan Seorang yang duduk di atas takhta memegang sebuah gulungan dengan tujuh materai. Lalu terdengar suara, “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya? (Wahyu 5:2). Yohanes mulai menangis karena tampaknya tidak ada yang layak. Tapi kemudian salah satu dari 24 tua-tua datang menghibur Yohanes dan berkata, “Jangan engaku menangis! Sesungguhnya, Singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan alkitab itu dan membuka ketujuh meterainya” (ayat 5). Yohanes memandang bahwa Domba melangkah ke takhta dan mengambil gulungan di mana empat makhluk dan 24 tua-tua yang berada di sekitar tahta tersungkur dan menyembah, kemudian  mengambil kecapi dan cawan  emas penuh dupa, selanjutnya menyanyikan sebuah lagu baru dengan kata-kata:”Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya: karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kami, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi” (ayat 9,10). Selanjutnya malaikat yang tak terhitung mengelilingi takhta sambil bernyanyi, “Anak domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan , dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” (ayat 12). Akhirnya, sebagai puncak pujian, semua ciptaan yang bernyawa bergabung dengan paduan suara besar. “bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” (ayat 13). Yesus, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, dia memang layak.


Tuhan, saya merindukan perayaan surgawi yang besar, Kudus,kudus,kudus-lah Anak Domba yang disembelih amin.


Minggu, 29 Maret 2015

Renungan Pagi 30 Maret 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

30  Maret  2015

Bakung Putih

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia” (Yakobus 1: 27).

Sebagian besar kita akan mengambil satu atau dua pot bakung Easter atau ketika itu tersedia di pasar dan tokoh-tokoh bunga, membayar beberapa rupiah harganya, dan tidak memikirkan apa pun untuk memelihara dan merawat berharap itu akan menghasilkan tanaman indah. Setiap karakteristik tanaman yang Anda beli telah diteliti secara kritis dan dibudidayakan dengan hati-hati.

Bunga bakung Easter biasanya mekar pada akhir musim panas, sehingga dapat mekar selama dua minggu saat orang membelinya untuk Paskah. Untuk hal yang lebih rumit, Paskah tidak ditetapkan pada kalender. Sementara Minggu Paskah ditetapkan sebagai hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama sesudah vernal equinox, hal ini bisa saja terjadi setiap waktu antara 22 Maret dan 25 April. Dan karena menanam bunga bakung Easter adalah bisnis yang menuntut perhatian sangat besar dan teliti, maka hanya orang yang ahli saja tetap dalam bisnis ini.

Bunga bakung Easter yang Anda beli adalah hasil dari tiga atau empat perencanaan dan kerja keras. Suing bibit kecil pertama bakung Easter di pisahkan dari tanaman induk dan ditanam di area yang luas. Setahun kemudian, tanaman berumur setahun itu ditanam kembali di tanah lain, di sana mendapatkan perawatan khusus untuk tahun kedua. Setelah tahun kedua maka tanaman dewasa digali lagi. Kali ini suing bibit dikeluarkan untuk melanjutkan siklus dan umbi dewasa dikirimkan kepada petani yang menanamnya dan selama beberapa bulan bertumbuh dan di sinari lampu untuk pertumbuhan yang menghasilkan bunga pada kondisi suhu yang sangat tepat, kelembapan tanah yang cocok, kualitas cahaya dan penyinaran yang cukup sehingga menghasilkan bunga yang sempurna untuk pasar selama dua minggu.

Murni, sempurna, membantu mereka yang membutuhkan, tidak tercemar oleh dunia – itulah karakteristik bakung  Easter yang dihasilakn namun tidak terjadi secara kebetulan. Bersama Allah sebagai Tukang kebun kita, Penolong kita, dan Pengganti kita, Dia akan membuat kita seperti bunga bakung yang akan menyatakan pujian bagi Dia, sang Pencipta kita.

Tuhan, pakailah semua waktu yang Engkau butuhkan untuk membuat saya murni dan tak bercacat. Saya menyerahkan hidup saya sepenuhnya bagi-Mu hari ini.



Sabtu, 28 Maret 2015

Renungan Pagi 29 Maret 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

29  Maret  2015

Cahaya Pagi

“Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seseorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah” (2 Samuel 23: 3, 4).

Kegelapan malam lenyap menjadi bayangan kelabu yang nyaris tidak terlihat. Saya sudah bangun dan berpakaian, mengemasi peralatan hingga yang akhir ke dalam tas kamera besar saya dan tripod di bagian luar. Cuaca telah berlalu di malam hari. Sekarang pastilah pagi yang indah untuk mendapatkan gambar mercusuar yang dramatis. Dengan berkenderaan beberapa mil, saya sadari bahwa saya akan berpacu dengan cahaya pagi. Semua fotografer akan juga.

Cahaya pagi memiliki sesuatu yang ajaib. Muncul dengan perlahan, terus berubah dengan pasti, bercahaya, dan mewah. Lalu menambahkan sentuhan khusus untuk sebuah foto yang membuatnya menjadi karya seni, bukan hanya sekedar gambar. Ketika digunakan seorang professional, cahaya pagi memiliki kekuatan yang besar.

Saya menduga bahwa masa tua Raja Daud, pada akhir pemerintahnnya, tidak tahu banyak tentang aperture, panjang fokus, atau F-stop. Saya ragu ia mengerti temperatur warna, kedalaman, atau kecepatan film. Dan, dia bahkan tidak memiliki kamera. Tapi, diakhir hidupnya, dalam kata-kata terakhirnya (dicatat dalam 2 Samuel 23), Daud tahu apakah yang penting itu. Dia mengenal Tuhan dengan baik. Daud dan Tuhan telah memiliki hubungan erat dan berarti. Meskipun Daud memiliki cacat, ia tahu Tuhan yaitu Juruselamatnya tetap setia dalam hubungan perjanjian-Nya dengan Daud. Dia mengakui bahwa Tuhan berbicara melalui dia, memberikan dia pikiran yang terilhami. Jadi di salah satu penggambaran kata yang paling indah, Raja Duad menggambarkan bagaimana rasanya menjadi benar bagi  Allah, memerintah dengan takut akan Tuhan dan di dalam kebenaran. Daud mengatakan bahwa itu laksana cahaya pagi yang cerah tanpa awan saat matahari terbit di ufuk timur, seperti kecerahannya rumput setelah hujan.

Tuhan, seperti Raja Daud, saya juga telah gagal. Tapi saya mengenal Engkau dan telah mengakui dosa saya kepada-Mu. Itulah yang meyakini saya bahwa saya benar bagi-Mu. Dalam kehidupan yang Engkau minta saya untuk memerintah, ajarlah saya untuk melakukan seperti yang Engkau kehendaki, selembut dan secerah cahaya pagi, tapi pasti seperti rerumput setelah hujan. Semoga hidup saya hari ini menjadi gambaran untuk menghormati dan memuliakan-Mu.


Jumat, 27 Maret 2015

Renungan Pagi 28 Maret 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

28  Maret  2015

Nyanyian Burung yang Nyaring

“Dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi perempuan tunduk”          (Pengkhotbah 12: 4)

Mengapa burung bernyanyi, bersiul, berkicau, berciak, saling bersahutan, atau dengan kata lain membuat kebisingan? Untuk menemukan satu sama lain setiap saat? Agar memanggil satu sama lain untuk makan siang? Atau apakah mereka melakukannya untuk memberitahukan kita siapa mereka  dan di mana mereka berada? Mungkin, seperti Pengkhotbah 12: 4 nyatakan, mereka adalah jam alarm Allah yang membantu kita bangun setiap pagi. Karena burung yang berbeda memiliki panggilan yang berbeda (siutan pendek atau celetukan) atau kicauan nyanyian (terdengar lebih musikal dalam durasi lebih lama), atau mungkin burung-burung itu menghasilkan berbagai suara untuk alasan yang berbeda, yaitu untuk memperingatkan predator, untuk mengekspresikan kegembiraan hidup, untuk tanda batas wilayah, untuk memuji Tuhan, untuk menarik pasangan, untuk mengajari burung muda, dan lain sebagainya?

Alkitab memiliki lebih 50 referensi untuk kata “burung.” Tergantung pada versi yang Anda gunakan, Alkitab menyebutkan lebih 30 jenis burung dengan nama-namanya. Tapi yang menarik, dalam NIV saya menemukan hanya dua referensi untuk nyanyian burung (Mazmur 104: 12 dan Pengkhotbah 12: 4). Pada Injil Sinoptik memiliki lima referensi untuk ayam berkokok pada pagi saat Petrus diuji. Jadi Alkitab tidak banyak membantu untuk menjawab pertanyaan mengapa burung bernyanyi. Burung-burung bernyanyi, dan mungkin itu saja, cukup!

Ahli biologi telah mempelajari dengan cermat nyanyian burung selama beberapa dekade (kebanyakan suara jantan). Suara burung muda, perlu banyak latihan agar sempurna. Burung betina menilai kualitas sang jantan dari nyanyiannya. Betina menolak kawin sampai nyanyian itu memenuhi spesifikasinya. Karena telinga kita tidak bisa mendengar semua frekuensi suara burung, dan kita tidak bisa mengenali panggilan cepat, kita butuh peralatan khusus dan analisis suara digital untuk menghargai kompleksitas yang didengar dan direspons burung. Vokalisasi burung memiliki dialek lokal bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Beberapa burung memiliki perbedaan individu yang memungkinkan burung melacak siapa itu. Sementara ahli biologi dengan hati-hati menghindari memberikan motivasi  (seperti kegembiraa, takut, sukacita, dan harapan), literatur ilmiah benar-benar terdiam sehubungan dengan emosi atau perasaan bahwa mungkin burung miliki sementara bersuara. Dan sayangnya, karena banyak ahli biologi tidak menerima kenyataan penciptaan Allah yang kreatif dan mulia, literatur mengabaikan Pencipta kecuali sesekali dengan sindiran  atau mengejek. Namun dengan setia burung-burung melakukan tugas untuk apa mereka diciptakan, saya suka berpikir bahwa burung itu memuji Pencipta mereka.

Tuhan, Engkau telah memberikan lagu-lagu pujian bagi burung-burung di udara. Semoga suara saya akan bergabung dengan lagu-lagu mereka hari ini.