Sabtu, 19 April 2014

Renungan Pagi 20 April 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

20  April  2014

PENYEMBUHAN ALLAH UNTUK EMPAT KUAP (BAGIAN 4)

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,  Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan” (Matius 11:28-30).

Kelelahan fisik, keletihan emosional, kekurangan financial, dan sekarang kelelahan rohani, untuk semua itu maka Sabat adalah tawaran Yesus untuk menyembuhkan kita dari kuap kita, bukan? Dan tidakkah Anda menyukai bagaimana terjemahan Eguene Peterson dalam The Messages tentang ajakan Kristus: “Temanilah Aku.” Apakah yang akan terjadi jika mulai memikirkan setiap Sabat baru sebagai “menemani” Yesus? Seabad silam Ellen White menulis sebuah surat kepada seorang teman panatua yang sekarat – dan itu berisi jaminan indah ini: “Beristirahatlah di tangan Kristus, dan ketahuilah Ia Juruselamatmu, dan Sahabat terbaikmu, dan bahwa Ia tidak pernah meninggalkanmu atau mengabaikanmu. Dia telah menjadi tempatmu bergantung selama beberapa tahun, dan jiwamu bisa beristirahat dalam pengharapan” (This Day With God, hlm. 313).

Jadi apa yang akan terjadi jika kita memindahkan paradigm pengharapan Sabat kita dari hari penuh aturan dan laranganwajib (sebagaimana orang Farisi memandangnya) menjadi satu hari menemani secara khiusus Sahabat dekat kita? Cobalah ini saat Sabat mulai petang ini. Baca Matius 11:28, 29, kemudian berdoalah, “Yesus, aku menerima Sabat perhentian-Mu. Aku ingin menemani-Mu secara khusus selama 24 jam ini. Biarlah aku melihat wajah Sahabat terbaikku. Amin.”

Sekarang gunakan Sabat untuk mencari wajah-Nya. Anda akan sangat terkagum-kagum dan senang di tempat di mana Anda melihat-Nya!

Kemudian saat Sabat mendekati akhir, baca ayat ketiga dari ajakan Yesus. Matius 11:30. Dan doakan sesuatu seperti ini: “Tuhan, aku ingin memikul kuk atau bersama dengan-Mu sepanjang minggu yang baru ini. Bersamalah denganku sampai kita kembali bersama kepada Sabat-Mu. Amin.”

Apakah yang akan kita lakukan dengan memulai dan mengakhiri Sabat dengan pikiran kita fokus pada Sahabat terbaik kita? Kita membuatnya lebih sederhana untuk bersama Dia pada hari  Sabat, membuatnya lebih muda berteman dengan-Nya sepanjang minggu baru.

“Pandanglah pada Yesus. Lihat wajah-Nya yang mulia: dan segala perkara dunia akan tampak redup dalam terang kemuliaan-Nya.”

Jumat, 18 April 2014

Renungan Pagi 19 April 2014



 Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

19 April  2014

PENYEMBUHAN ALLAH UNTUK EMPAT KUAP (BAGIAN 3)

“Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya” (Mazmur 73: 25-26)

Bukankah kita ini sesuatu! Baru-baru ini orang-orang Amerika menghabiskan uang 10 miliar dolar per tahun hanya untuk mengubah nada dering di telepon selular kita. Setengah dunia tidur dengan perut lapar di malam hari, dan kita mengubah-ubah nada dering untuk   sejumlah 10 juta dolar yang dianggap remeh. Mari kita jujur, kita berada di masyarakat yang tidak peduli ekonominya. Jika Anda harus memilikinya, maka Anda harus memilikinya. Jadi koleksi mainan terbesar di dunia, gadget, barang pecah belah, DVD, pakaian, nada dering, sepatu, pemotong rumput, dll, semakin berkebang dan semakin berkembang.

Kartu-kartu kredit melewati batas, kita telah menemukan cara untuk “mengikuti gaya hidup mewah orang lain” dan membayar kumpulan harta milik kita dan gaya hidup yang mahal. Seorang pengulas menjelaskan, itu sebagai penolakkan kita mengakui batasan alamiah. Apakah begitu?

Lalu kemudian tiba pada Sabat hari ketujuh, hadiah paling tidak berhubungan dengan materi dari semua hadiah yang dipercayakan kepada umat manusia. Anda tidak dapat mengemasnya, memotingnya menjadi potongan kecil, menjualnya kepada penawar tinggi. Anda tidak bisa mengambilnya atau mengecatnya. Melainkan berupa sesuatu kemasan waktu yang tak berbentuk benda, tak dapat dilihat, yang dilampirkan pada kalender manusia, memberikan kita yang terbaik dalam hal nonmateri, suatu persahabatan pribadi dengan Pencipta kita.

Seruan pemazmur dalam ayat kita hari ini milik orang yang tiba pada kesadaran yang sesungguhnya bahwa harta milik dunia itu tak ada artinya dibanding dengan tawaran Ilahi kepada kita untuk memiliki Allah. “Siapa gerangan ada padaku si surga selain Engkau?” Seperti orangtua yang senang mendengar rasa kepemilikan seorang anak, “Ini ayahku, ibuku,” Allah rindu untuk begitu dimiliki. Dan sejujur-jujurnya, selain Dia, hal sama apakah yang benar-benar kita miliki di surga dan bumi? Hadiah Sabat-Nya dengan setia datang dengan tenang melepaskan keletihan financial dan fisik. Digerakkan untuk mendapat lebih banyak lagi, kita mendengar panggilan Sabat untuk lebih sedikit dari keinginan kita, dan lebih banyak Allah kita. Itulah kebebasan yang kita rindukan.

“Marilah kepada-ku, dan Aku akan memberikan kelegaan kapadamu.”

Kamis, 17 April 2014

Renungan Pagi 18 April 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

18 April  2014

PENYEMBUHAN ALLAH UNTUK EMPAT KUAP (BAGIAN 2)

“Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Mazmur 34:19).

Sabat adalah penyembuhan Allah bagi kuap 2 – kelelahan emosional. Rebecca Brillhart menuliskan suatu karya indah dalam Adventist Review beberapa tahun lalu berjudul “The Jade Belt Bridge” (10 Jan. 2008, hlm 10). Di dalamnya ia menuturkan penyembuhan batin yang bisa diberikan Sabat kepada kita.ia mengutip pengamatan seorang wanita: “Sekarang saya mengerti kalau saya tidak akan membiarkan irama istirahat dalam kehidupan saya yang sibuk, maka penyakit menjadi Sabat saya.” Intinya, tubuh dan jiwa kita akan mendapat istirahat yang diperlukan, entah kita memberikannya secara sukarela atau tidak. Kuras habis tenaga tubuh dan hati, maka sistem tubuh akan dengan sendirinya layu untuk waktu istirahat yang panjang. Rebecca mengambarkan tokoh Cina atau pictogram untuk “terlalu sibuk.” Itu adalah kombinasi  dua kata, “jantung” dan “bunuh.” “Terlalu sibuk” adalah “membunuh jantung.” Apakah ada yang tidak setuju?

Sebagai seorang pendeta saya telah mengamati bahwa tidak ada yang bisa membunuh jamtung kita dan menekan emosi kita lebih efektif selain mabuk kerja sepanjang minggu. Harga yang kita bayar untuk penghargaan di kantor, untuk kenaikan karier kita, untuk mengumpulkan harta kekayaan . tetapi sesungguhnya besar biaya atas roh manusia!

Sabat adalah balsam Kristur dan penyembuhan bagi kelelahan emosional kita yang “membunuh jantung.” “Marilah kepada-Ku, dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Beberapa banyak pernikahan, beberapa banyak keluarga, beberapa banyak kehidupan bisa diselamatkan dari kematian emosional kalu saja kita mengambil manfaat penyembuhan emosional beristirahat Sabat?

“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” Bukankah itu jaminan berkat? Allah yang menjelma mengambil tempat di tengah perasaan-perasaan kita yang hancur, yang bergaul dengan 12 rekan yang memiliki masalah emosi masing-masing, yang tinggal di tengah lingkungan beracun secara emosional akibat legalisme, yang menjadi magnet bagi masyarakat yang secara emosional terganggu – itulah Tuhan atas Hari Sabat yang mengajak kita semua yang  patah hati dan terluka; yang mengajak kita menemukan kelegaan emosional pada hari pemberian-Nya yang sangat diperlukan jiwa kita. Kalau begitu betapa penting dan mendesaknya penyembuhan perhentian Sabat Yesus pada hari ketujuh! Carilah Sabat. “Marilah kepada-Ku, dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”

Rabu, 16 April 2014

Renungan Pagi 17 April 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

17 April  2014

PENYEMBUHAN ALLAH UNTUK EMPAT KUAP (BAGIAN 1)

“Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waaktu tidur” (Mazmur 127:2).

Kita adalah bangsa yang lelah. Jika Anda tidak dapat tidur malam ini, buka saja Google dan ketik  “penelitian tidur” atau “riset tidur” atau “masalah tidur.” Cukup banyak bacaan dan riset untuk menyembuhkan insomnia! Beberapa orang berkata bahwa lebih dari 50 juta orang Amerika menderita semacam kurang tidur.

Dan bukan hanya orang dewasa sekarang. Semakin banyak remaja mengeluhkan insomnia. Sebagai hasilnya, resep oabat tidur untuk anak-anak di bawah usia 19 tahun semakin meningkat. Saya melayani di kampus  universitas. Orang-orang dewasa mulai terkenal kebiasaan buruknya bekerja hingga larut malam, atau kalau Anda lebih suka, bekerja keras tanpa istirahat yang cukup. Kita ini adalah masyarakat yang mengantuk!

Itilah sebabnya mengapa Anda suka kabar baik pada baris ayat kita hari ini. Allah memberi  istirahat kepada mereka yang dikasihi-Nya. Beberapa orang suka mengartikan gagasan tentang tidur secara fisik, atau istirahat dalam janji ini menjadi hal yang bersifat rohani. Karena tentu saja Allah merancang Adam dan Hawa pada permulaan untuk menikmati malam dengan tidur nyenyak dan istirahat senang, ketika anak-anak-Nya yang datang pada  Sabat sangat menginginkan penyegaran seperti itu. Juga, mengapa pula Allah menciptakan “petang” atau “malam” dalam Kejadian 1.

Ada waktunya ketika para panatua di antara kita berbicara merendahkan tidur pada hari Sabat. Tetapi barangkali maksud dari beban mereka adalah kita seharusnya tidak tertidur di sepanjang hari pemberian Allah itu. Dan saya yakin, kita semua tentu setuju. Apa gunanya menguras pikiran  dan tubuh kita selama enam hari siang dan malam,  hanya agar kita cukup lama untuk melakukan enam hari kerja keras lagi? Pasti ada sesuatu yang sangat keliru dengan gambaran itu.

Tetapi gambaran yang melekat dalam ayat kita pada hari ini adalah “Ia memberikan tidur kepada yang dikasihi-Nya,” merupakan suatu pengingat berkat bahwa malam istirahat yang nyenyak memang merupakan hadiah Pencipta kita. Nikmatilah tidur pada setiap malam sepanjang minggu ini. Dan diberkatilah dengan karunia tidur-Nya pada malam hari saat Sabat akan tiba. Lagi pula, Sabat adalah penyembuhan Allah untuk kuap 1 – kelelahan fisik kita. “Marilah kepada-Ku, dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”

Selasa, 15 April 2014

Renungan Pagi 16 April 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

16 April  2014

FACEBOOK YANG TERBUKA LEBAR

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Matius 11:28,29).

Apakah Anda mengetahui apa yang dilakukan semua orang dalam Facebook, sebenarnya apakah yang paling menular dari semua aktivitas manusia? Menurut howstuffworks.com, 55 persen dari kita akan menguap dalam waktu lima menit setelah melihat orang lain menguap. Bahkan hanya membaca tentang menguap akan membuat Anda menguap. Dan bagi seorang buta, yang diperlukan hanyalah mendengar seorang menguap. Namun meski menguap itu perbuatan paling menular, para ilmuwan tidak yakin mengapa kita menguap. Apakah lelah, jenuh, rasa kantuk yang menyebabkan menguap? Tetapi kalau begitu mengapa para atlet olimpiade lebih banyak menguap tepat sebelum pertandingan? Dan mengapa janin berusia 11 minggu menguap? Tidak seorang pun mengetahui dengan pasti. Kita melakukannya saja!

Mungkin kita dilahirkan letih. Satu hal yang pasti, Allah sangat rindu agar setiap wajah dalam kehendak-Nya beristirahat. Ajakan menggugah dari Yesus dalam ayat kita hari ini tentu menyentuh satu kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat millennium ketiga, bukankah demikian? Istirahat. Siapa yang tidak menguap untuk lebih banyak istirahat?

Kata untuk “ketenagan” di sini dalam Matius 11 sebenarnya satu kata senyawa dalam bahasa Yunani: “Lagi” ditambah “berhenti” berarti “berhenti lagi.” Itulah yang Anda lakukan bila Anda naik gunung. Tidak seorang pun yang saya ketahui naik ke puncak gunung tanpa berhenti. Itulah yang Yesus sedang tawarkan juga. “Pada pendakian dalam kehidupan, Anda harus berhenti dan beristirahat – atau Anda tidak akan pernah sanggup kepuncak. Jadi datanglah kepad-Ku, dan biarkan Aku menjadi tempat pemberhentianmu sekali lagi, dan sekali lagi, dan sekali lagi.”

Dan apa yang segera menyusul ajakan Kristus dalam Matius 11 adalah kisah tentang Sabat dalam Matius 12, sehingga tidak diragukan bahwa Matius ingin para pembacanya menghubungkan peristirahatan dalam Yesus dengan beristirahat pada Hari Sabat. “Karena Anak Manusia adalh Tuhan atas hari Sabat” (ayat 8).

“Dalam perkataan ini Kristus sedang berbicara kepada setiap manusia. Entah mereka mengetahuinya atau tidak, kita semua lelah dan berbeban berat. Semua terbebani oleh beban yang hanya bisa dihilangkan oleh Kristus…. Ia akan mengambil beban dari bahu kita yang keletihan. Ia akan memberkan kita perhentian” (The Desire of Ages, hlm. 328, 329).

Senin, 14 April 2014

Renungan Pagi 15 April 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

15 April  2014

HARI MYSPACE-NYA ALLAH

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 40:11).

Ada satu masa ketika lebih dari 200 juta manusia memiliki tempat di MySpace. Satu dari setiap 33 pendudul bumi memiliki tempat pada situs jaringan sosial dunia ini. Tetapi siapa yang terkejut, mengingat ini adalah generasi paling mengerti teknologi dalam dunia! Apakah Allah memiliki tempat di MySpace juga?

Kata Ibrani untuk istirahat, shabbath, adalah yang menarik, karena secara literal berarti “berhenti.” Dan dengan sedikit perbedaan itu, jelas lebih masuk akal dari pernyataan Kejadian 2 bahwa Allah “berhenti” pada hari ketujuh. Pencipta kosmik bukan kelelahan karena telah mengeluarkan kurang dari selusin perintah dan memahat dual manusia menjadi ada. Allah tidak perlu mengisi ulang baterai-Nya atau mengistirahatkan tubuh-Nya pada hari ketujuh. Jadi ketika Alkitab menyatakan bahwa Ia berhenti melakukan apa yang selama ini Ia lakukan sepanjang minggu.

Dan itulah yang Ia ingin agar kita lakukan dalam hukum keempat pada Sepuluh Hukum: “Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan” (Kel. 20:9,10). “Aku tidak menentang pekerjaan,” kata Allah.  “Aku menjadikanmu untuk bekerja. Tetapi engkau perlu berhenti dan datang kepada-Ku dan menikmati perhentian. Berhenti dari semua yang telah menyibukkanmu sepanjang minggu.” Mengapa? Karena itulah rahasia persahabatan kekal, Anda melepaskan semua pengalihan perhatian agar Anda fokus kepada hubungan itu.

Jadi apakah yang akan terjadi jika Hari Sabat kita melepaskan semua alat canggih kita? Anda tahu – televise, radio, internet, telepon genggam, mungkin bahkan laptop. Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa jadi begitu fanatic! Ditakutkan kalau kita semua menjadi generasi yang paling terkoneksi tetapi paling kecanduan dalam sejarah, kecanduan pada kelimpahan informasi dan teknologi 24 jam tujuh hari. Tidak ada yang lepas dari steker atau dimatikan – bahkan tidak di gereja – karena takut kita ketinggalan satu detik pun informasi. Tetapi bagaimana bila kita setuju untuk “menghentikan” beberapa teknologi kita, dan memutuskan untuk mengembalikan kepada Allah Sabat, MySpace-Nya? Mungkinkah bahwa dalam melepaskan alat-alat canggih, kita bisa lebih dalam terhubung dengan Allah kita?

Minggu, 13 April 2014

Renungan Pagi 14 April 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

14  April  2014

PESTA ALLAH.

“Antara Aku dan orang Israel maka inilah  suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab anam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat” (Keluaran 31:17).

Apakah Anda perhatikan bahwa hampir segala sesuatu yang kita miliki belakangan ini dijalankan dengan baterai? Bayangkan dengan cepat daftar semua benda di seluruh rumah Anda yang harus diisi ulang. Dan adakah yang lebih menyusahkan daripada telepon seluler yang berbunyi “tit… tit…” memberi peringatan selagi memakainya, lalu dengan cepat kehabisan baterai? Kios-kios untuk mengisi baterai berderet di bandara-bandara kita untuk memastikan kita tidak kehilangan panggilan .

Jadi inilah pertanyaan kepada semua pengikut teknologi canggih: Apakah maksud dari semua pengisian baterai? Sesederhana, untuk mengembalikan kekuatan dan energi  bagi benda yang sudah kehabisan tenaga.

Dan itulah tepat nya yang dinyatakan oleh ayat kita hari ini tentang Sabat. Itulah hari dalam minggu yang “menyegarkan kembali” atau, seperti kata Ibrani naphash  secara harfiah terbaca, memungkinkan Anda “untuk mengambil napas.” Bila Anda datang dari kegiatan berlari,   Anda berkeringat , bau, dan biasanya agak lelah, maka Anda “menyegarkan kembali” diri Anda dengan memperlambat gerak, duduk, dan mengambil napas.

Sebagaimana dicatat Richard Wibberding dalam Sabbath Reflections, kata naphash ada kerabatnya, nephesh, yang digunakan Musa mengambarkan penciptaan Adam, “Demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup” (Kej. 2:7).  Jadi ketika Sabat “menyegarkan kembali” Anda, secara harfiah “menghidupkan kembali” Anda, “memberi napas kembali” pada Anda, “mengisi ulang” tubuh Anda.  Sungguh karunia ajaib!

Anda tahu bagian kesukaan saya pada pesta ? Makanan ringan lezat yang membangkitkan air liur yang disiapkan dengan saksama oleh si tuan rumah.  Kami menyebutnya “refreshments.”

Begitulah Sabat.  Intinya? Allah tidak memberikan kita satu hari untuk ditakuti.  Setelah enam hari lamanya menguras baterai emosi, mental, fisik, dan bahkan rohani, bukankah ini kabar baik kalau Allah memberikan pengisi baterai selama 24 jam yang dapat “menghidupkan kembali” dan “menyegarkan kembali” kita sampai ke intinya ?  Dua puluh empat jam untuk berlambat-lambat, duduk, dan mengambil napas dalam, karunia terbaik bagi kehidupan kita yang berteknologi tinggi.

Tidak heran Allah menyatakan Sabat itu menjadi “tanda kekal” antara Dia dan umat pilihan.  Tidak heran Ia menyebutnya “kesukaan” (Yes. 58:13).  Dengan semua itu, adakah alasan bahwa kita tidak bisa menyebut hari ini Pesta Allah ?

Sabtu, 12 April 2014

Renungan Pagi 13 April 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

13  April  2014

MENCARI KETIGA MALAIKAT (BAGIAN 2).

“Yang penting di sini adalah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus” (Wahyu 14:12).

Salah satu cerita sebelum tidur kesukaan ayah untuk kami anak-anak adalah kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Bagaimana tidak gemetar dengan drama itu! Ada raja kejam Babel pada masa kesombongan yang menyuruh pembangunan sebuah patung emas dan memerintahkan dunia untuk menyembah dia. Dan ketika pasukan kerajaan memperdengarkan musiknya, semua pemimpin politik yang berkumpul dari seluruh kerajaan tunduk menyembah, kecuali ketiga pemuda Ibrani itu. Tetapi ketika diancam dengan amarah raja dan dapur perapian yang menyala-nyala, kesetianna mereka kepada Allah Pencipta terlihat nyata: “Hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tianku dirikan itu” (Dan. 3:8). Maka dengan teriakkan, Nebukadnezar segera memerintahkanhukuman bagi mereka. Tetapi haleluya, Dia yang kekal berjalan di tengah perapian bersama mereka dan melepaskan mereka. Selesai.

Cerita sebelum tidur itulah yang menyediakan petunjuk wahyu kepada seruan mendesak dari malaikat kedua dan ketiga yang melayang-layang di langit pada malam hari. Satu seruan bahwa Babel – pusat kekacauan rohani dan pemberontakan terhadap Pencipta – sudah rubuh. Yang lain memperingatkan bahwa penduduk bumi mana pun yang tunduk  menyembah kepada patung pemberontak dengan begitu menyatakan pemberontakan penuh melawan Pencipta. Tanpa ragu semua tadi adalah “peringatan paling khidmat dan menakutkan yang pernah Allah kirimkan kepada manusia’ (Last Day Events., hlm. 45). Dan inti pekabaran ketiga malaikat itu adalah menyembah Pencipta. Malaikat pertama memanggil dunia untuk menyembah Dia pada Hari Sabat-Nya. Dan malaikat ketiga memperingatkan tidak tunduk menyembah pada patung sabat tiruan. Dua kesetiaan dan hari iabdah yang saling bertentangan, dua kamp dunia. Tetapi satu pilihan: Akankah saya menerima otoritas Pencipta atau kekuasaan gabungan yang sudah roboh?

Bagi umat pilihan, pilihannya tidaklah mudah, tetapi akan jelas. Tak peduli dengan jumlah, paksaan dewan legislative, pemboikotan ekonomi, dan bahkah ancaman kematian – sebagaiman ketiga pemuda Ibrani dalam pengasingannya yang adalh yang terpilih, kumpulan orang-orang terpilih pada krisis akan memilih kesetiaan kepada Kristus di atas segalanya. Yang membuat pemeliharaan Sabat sekarang ini lebih dari pada kebiasaan warisan budaya. Bila Anda merayakan Sabat petang ini, Anda sedang menyatakan kepada siapa pun yang bertanya dan kepada semua orang yang menyaksikan bahwa kesetiaaan tertinggi Anda adalah kepada ssang Pencipta.

Renungan Pagi 12 April 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

12  April  2014

MENCARI KETIGA MALAIKAT (BAGIAN 1).

“Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum” (Wahyu 14:6).

Saya percya konteks rohani terbesar dalam sejarah akan tiba, dan saya takut bahwa itu akan lebih cepat daripada yang kita pahami. Dua krisis kerohanian dunia antara dua komunitas yang bertentangan, yaitu satu menuntun mayoritas luas dunia dalam memenangkan apa yang dulu menjadi kedudukannya selama berabad-abad, dan yang lain memimpin golongan oposisi kepada kepemimpinan kekuasaan yang pertama.

Tiga malaikat dalam kitab Wahyu melintasi langit di tengah malam menjelaskan bahwa hanya aka nada dua posisi, dua ideologi, dua kamp dalam krisis akhir. Sama anehnya, dunia akan dibagi – setiap agama, pemerintah, suku, dan bangsa – menjadi dua pihak. Pertandingan tak sebanding seperti Daud dan  Goliat ini akan mengakhiri selamanya pertanyaan tentang kesetiaan bumi kepada Allah Pencipta alam  semesta… Dan bila didalam krisis ini Anda memilih kesetiaan Anda berdasarkan jumlah, maka itu akan menjadi pilihan yang paling muda di dunia.

Wahyu 14: 6-12 dengan jelas menggambarkan ketiga malaikat di Wahyu ini  menyampaikan peringatannya yang terakhir pada bumi tepat sebelum kedatangannya Kristus (ayat 14) . ayat kita hari ini menggambarkan malaikat yang pertama meninggalkan tempatnya jauh di ketinggian dengan kabar kepada seluruh peradaban. Dan diingatkan bahwa pekabarannya dikenal dengan “Injil kekal,” yakni kabar baik penting yang sama tuanya dengan tahta kekekalan. Bulan januari dalam buku ini disediakan untuk Injil, DNA kasih Allah yang tak mengenal batas bagi semua ciptaan, semua anak-anak-Nya. Biar jelas, meskipun krisis yang akan datang sudah diramalkan, hasrat Ilahi dalam peringatan terakhir ini mengalir dari hati yang diremukkan di Kalvari. Ini adalah kabar baik bagi semua orang-orang berdosa yang memberontak !

“Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dab laut dan semua mata air” (ayat 7). Bukan hal yang kebetulan kalau perkataan dari seruan malaikat yang pertama kepada dunia ini diambil kata demi kata dari bahasa Yunani Perjanjian Lama tentang panggilan hukum keempat untuk mengigat Sabat hari ketujuh.

Apakah itu artinya bagi dunia, bagi umat pilihan? Itu adalah bukti kuat bahwa Sabat, sebagai peringantan Pencipta, aka nada ditengah krisis akhir. Jadi sekarang dalam ibadah akan menjadi waktu sempurna untuk memperkuat kesetiaan kita kepada Pencipta kita.

Kamis, 10 April 2014

Renungan 11 April 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

11  April  2014

APAKAH YANG YESUS AKAN LAKUKAN?

“Ia datang ke Nazaret tempat Ia di besarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadah” (Lukas 4:16).

Karya Cgharles Sheldon, In His Steps, adalah buku terlaris seabad lamanya. Itu adalah kisah tentang seorang pendeta bernama Henry Maxwell dan jemaatnya, Frist Church of Raymond. Pada suatu pagi yang cerah, tepat saat sang pendeta menutup khotbahnya, seorang pria tunawismakeluar dari antara bangku Frist Church itu, sambil memandang pendeta itu di mimbarnya, dan bertanya apakah ia boleh bicara kepada jemaat. Pendeta yang kaget itu pun mengangguk tanda setuju. Pria itu berpaling kea rah para hadirin yang beribadah, dan dengan suara yang terbata-bata ia memberitahukan tentang kisahnya yang kehilangan pekerjaan di kota lain 10 bulan yang lalu. Selama tiga hari terakhir ia mengelilingi jalanan di Raymond mencari pekerjaan. Tetapi ia tidak mendapat sat kata simpati  pun dari beberapa wajah di gereja pagi itu. “Dari tadi saya duduk di balkon sementara pendeta berkhotbah tentang mengikut Yesus. Tapi apa yang kalian maksud? Apakah yang akan Yesus lakukan?  Apakah itu artinya mengikut langkah-Nya?”

Sang pengemis jalanan sempoyongan dan kemudian jatuh di depan gereja. Beberapa hari kemudian, di rumah pendeta, ia meninggal dunia. Charles Sheldon kemudian menjalin cerita yang menggugah tentang jemaat yang berjuang untuk menemukan dan mengetahui jawaban pertanyaan si pengemis itu, “Apakah yang akan Yesus lakukan?”

Dalam ayat kita hari ini, Lukas mengamati bahwa Yesus beribadah pada Hari Sabat “sebagaimana kebiasaannya.” Setiap orang memiliki kebiasaan pribadi. Kita biasanya mulai dengan kaki yang sama bila mengenakan kaus kaki, duduk di temapt duduk yang sama bial kebaktian gereja, menjabat tangan bila diperkenalkan dengan orang asing – kebiasaan sederhana yang  kita jalani telah menjadi kebiasaan hidup. Pencipta yang menjelma tidak berbeda. Dan apakah ada yang terkejut kalau itu menjadi suatu kebiasaan yang amat wajar bagi Dia, kebiasaan memelihara Sabat hari ketujuh dan beribadah pada hari itu minggu demi minggu? Tidakkah Dia akan memelihara hadiah yang Dia berikan? Ia memeliharanya dalam kehidupan. “Jadi anak manusia Tuhan juga atas hari Sabat” (Mrk. 11:28).

Setelah mengetahui apa yang yesus lakukan dengan Sabat, pertanyaan yang lebih erat kaitannya adalah, apa yang harus kita lakukan? “Marilah kepadaKu,… Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Kebiasaan yang lebih baik mana yang harus kita dijalani umat pilihan selain datang kepada Yesus untuk perhentian-Nya setiap Sabat hari ketujuh!