Jumat, 28 Agustus 2015

Renungan Pagi 29 Agustus 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
29  Agustus  2015

Kubus

“Kata itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama” (Wahyu 21:16).

Sebagai benda padat tiga dimensi dengan enam sisi, kubus adalah salah satu dari lima platonik padat. Untuk memenuhi syarat sebagai platonik padat, stuktur permukaan padat harus ada di setiap sisi atau memiliki permukaan yang sama, dan di setiap sudut atau puncak harus memiliki jumlah yang sama yang bertemu pada sudut yang sama pula. Hanya lima bentuk padat yang memenuhi syarat sebagai platonik padat. Jika Anda ingin tahu, itu adalah tetrahedron, dengan empat segi tiga permukaan, enam tepi, dan empat sudut; kubus atau heksahedron, dengan enam permukaan persegi, 12 tepi; octahedron, dengan 12 sisi bentuk segi lima, 30 permukaan segi tiga, 30 tepi, dan 12 sudut. Meski manusia telah mengenal stuktur seperti itu dari zaman dulu, ahli matematika Yunani dan sezaman dengan Plato, Theaetetus, memberikan bukti pertama bahwa tidak ada benda padat lainnya memenuhio criteria rinci di atas.

Saya suka memegang setiap benda-benda padat tersebut di atas di tangan saya, merasakan sudut-sudutnya, tepinya, permukaannya yang halus, serta mengangumi keindahan dan simetrisnya. Kubus sangat memesona bagi saya, karena signifikasi tercatat dalam Alkitab dan banyak penampakannya di alam. Saya katakn banyak, karena setiap butir garam meja biasa (kristal natrium klorida) adalah sebuah kubus yang indah. Ketika saya melihatnya di mikroskop elektron, kesempurnaannya menakjubkan. Yang pasti. Beberapa kubus memiliki potongan kecil yang cacat di sana-sini, tetapi kristal yang lebih kecil, kemungkinan besar menjadi kubus.

Juga, angka Fibonacci, di mana setiap nomor tambahan adalah jumlah dari dua angka sebelumnya yang dapat diplot sebagai kotak (permukaan kubus) yang pada akhirnya membentuk spiral. Angka 1, 2, 3, 5, 8, 13, dan seterusnya, serta spiral, berulang kali muncul di alam.

Signifikansinya secara Alkitabiah untuk kubus ini adalah: Tempat Mahakudus di Bait Suci yang didirikan Salomo adalah sebuah kubus sempurna, seperti  Kota Suci di surge. Sulit bagi kita membayangkan sebuah kota yang panjang, lebar, dan tingginya 1.367 mil. Ya, kota yang memiliki bagunan bertingkat yang tinggi, tapi tingginya 1.367 mil? Karena semua kita tahu, kota itu mungkin akan lebih daripada sekedar kota tiga dimensi yang menjulang ke atas yang berada dalam kota surgawi itu, Yerusalem Baru. Kita akan berada di sana melihatnya dengan mata kepala kita sendiri.

Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan, berapa lama lagi kami dapat bersatu kembali dengan-Mu dan menjelajahi dimensi kota langit indah dan keindahan besar kasih-Mu?


Kamis, 27 Agustus 2015

Renungan Pagi 28 Agustus 2015




Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
28  Agustus  2015

Terompet

“Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gembus dan kecapi!” (Mazmur 150:3).

Saya biasa bermain terompet. Sayangnya, saya tidak mahir. Tapi saya suka mendengarkan orang-orang yang mahir memainkan music dengan terompet. Beberapa pemain terompet hebat termasuk Louis Armstrong, Al Hirt, Miles Davis, Dizzy Gillespie, Wynton Marsalls, Maurice Andre, Herb Alpert, Carolyn Jackson, Maynard Fergusen, Doc Severinsen, Harry James, dan Dave Tasa. Ketika seseorang membunyikannya teompet untuk memuji Tuhan. Itulah musik yang baik.

Sebuah tanduk domba jantan dengan ujung kecil dibor yang dapat digunakan sebagai “terompet” sederhana yang dikenal sebagai shofar. Digunakan selama berabad-abad sebagai alat panggilan untuk  berkumpul dalam mempersembahkan korban dan beribadah, untuk memberitahukan hari istimewa, atau bahkan kadang-kadang membuat musuh panik selama perang, sehingga shofar memiliki sejarah panjang dan berwarna –warni. Kemudian shofar digunakan untuk membuat music. Kata Ibrani  sho-v-far  merujuk kepada isntrumen tanduk domba ini dan sering diterjemahkan “terompet” atau “sangkakala.” Kata Ibrani lain yang juga diterjemahkan “terompet” adalah cha-tzo-vtz-rot. Sangkakala ini pertama kali disebutkan dalam Bilangan 10, ketika Allah memerintahkan Musa untuk membuat dua sangkakala perak yang digunakan  untuk memanggil jemaat dan mengatur kemah. Para sarjana mendebatkan seperti apa bentuk instrumen itu. Tentu alat musik itu tidak seperti alat terompet  yang kita miliki saat ini. dalam semua kemungkinan, itu lenih mirip shofar tanduk domba jantan.

Hari ini, kita berterima kasih untuk sejarah panjang perkembangan teknologi, musik berkualitas yang jauh lebih baik yang dihasilkan terompet kuningan atau perak. Bunyi itu dihasilkan oleh dengungan bibir dengan otot bibir yang tepat dan kemudian menempatkan dengungan ke corong sehingga suaranya dapat diperkuat, dipermanis, dan dikendalikan oleh pipa, katup, dan lonceng, yang semuanya proses rumit. Musisi telah menulis komposisi untuk memperbaiki musik. Tapi seperti biasa, kualitas musik adalah hasil perkawinan antara instrument yang dirancang dan dibuat secara hati-hati dengan seorang musisi terlatih dan terampil. Misalnya, saya memiliki terompet yang baik. Tetapi hanya sedikit yang bisa digambarkan seseorang sebagai musik yang keluar dari terompet itu.

Kata “terompet” muncul 111 dalam Alkitab New King James Version. Apa yang saya rindu untuk dengarkan adalah suara malaikat ketujuh (Why. 11:15) meniup terompet bersama-sama dengan suara nyaring yang mengumandangkan bahwa kerajaan dunia ini adalah milik umat Kristus. Itu akan menjadi musik termanis yang dapat dibayangkan.

Tuhan, bahkan seorang mati akan merespon panggilan sangkakala dan suara-Mu yang nyaring pada pagi kebangkitan. Semoga saya memiliki waktu yang lebih banyak untuk berlatih music dunia yang baru.


Rabu, 26 Agustus 2015

Renungan Pagi 27 Agustus 2015

Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
27  Agustus  2015

Budaya Pop

“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yohanes2: 16).

Apakah inti budaya pop? Bagaimanakah seharusnya kita mendefenisikannya dengan baik, dan bagaimanakah kita sebagai murid Kristus untuk bersikap terhadap budaya pop? Yang terbaik bagi saya adalah mengabaikannya, mencoba untuk mengubahnya, atau bergabung jika saya memutuskan bahwa saya tidak bisa mengalahkan itu? Bukankah budaya pop sangat berbeda dengan yang lain ? tapi bukankah itu brubah dari hari ke hari , jika tidak dari waktu ke waktu? apakah efek budaya pop bagi saya, bagi anak-anak saya, gereja saya, dan komunitas saya?

Budaya pop muncul  di semua masyarakat  dan sepanjang waktu. Ini adalah konsep dan nilai-nilai yang sebagian orang menganggap baik dan dapat diterima. Tanpa media dan Hollywood, maka ide-ide masa lalu menyebar, secara local, dan cendrung  surut serta mengalir melalui masyarakat dengan perlahan-lahan. Tapi sekarang media digital modern yang efektif menyatukan, memadatkan, dan memfokuskan pada pasang surut  dan aliran yang hebat dalam waktu dan ruang, memberikan porsi besar budaya pop nasional jika tidak berdapak  global. Seperti bintang jatuh, ikon budaya meledak di layar  agar tenar selama 15 menit sebelum menghilang  dari pandangan. Arus utama media berusaha menghilangkan kekhawatiran hari itu  dengan pertunjukkan dan keglamoran yang tidak berakhir, yang sebenarnya memalukan. Dalam jebakan yang disebut “jalan keluar berita,” maka misi industry hiburan adalah untuk  membangun budaya  pop mulai  tingkat rendah, dan meremehkan  hal-hal  yang seharusnya penting  diperhatikan, seperti kerohanian, seksualitas, sejarah, seni, ilmu pengetahuan , tragedy, dan kematian. Budaya pop sekarang ini mengidolakan benda, orang, kegiatan, dan ide-ide. Berubah dari minggu ke minggu, idea tau kepercayaan  bisa menjadi kebenaran bagi seseorang yang sama dengan semua kebenaran orang lain.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan di atas, maka esensi budaya pop adalah siapa atau apa yang ada di tengah panggung. Dalam Amerika pascamodern dan dibagian lain di dunia ini, pusat panggung diisi oleh benda-benda, orang, aktivitas, dan ide-ide. Kita menyembah barang yang kita beli atau ingin dibeli, superstras atau berhala budaya, liburan eksotis atau olahraga ekstrem, serta konsep-konsep dan ide kita sendiri. Ibadah tersebut adalah penyembahan berhala dan kekejian bagi Tuhan. Setelah Raja Manase memimpin rakyatnya ke dalam penyembahan berhala yang paling najis,anaknya Yosia memerintah, bertobat, dan membawa umat-Nya kembali untuk menyembah satu-satunya Allah yang benar. Kitab 2 Tawarikh 34 mencatat bagaimana Yosia menjauhkan penyembahan berhala dan mendorong penyembahan kepada Allah yang benar. Seperti Elia, ia menempatkan pilihan yang jelas bagi orang-orang.

Tuhan, Engkau memberi diri-Mu untuk melepaskan saya dari kejahatan zaman ini. kiranya karunia-Mu tidak sia-sia.

Selasa, 25 Agustus 2015

Renungan Pagi 26 Agustus 2015

Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
26  Agustus  2015

Pagar Ayub

“Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu” (Ayub 1:10).

Setelah selamat dari pendaratan berdarah di pantai Normandia pada DDay, pasukan sekutu hanya berjuang di pedalamanpada sepanjang pagar  tanaman Normandia di Kekaisaran Romawi. Agar ternak tetap terjaga di dalam pagar, penduduk Normandia membuat gundukkan tanah  dan menanam pagar rapat  di atasnya. Cabang-cabang tanaman hawthorn yang bertumbuh  dan pohon  blackthorn saling menjalin untuk membuat  dinding tumbuhan yang tak tertumbus. Pohon dan tanaman lain tumbuh melalui jalur tersebut, memperkuat  jalinan itu. Dengan jalinan tumbuhan itu maka jalanan di ladang itu tampak seperti terowongan. Pagar tanaman menjadi perangkap kematian bagi banyak pleton sekutu. Selain tersesat di labirin, tentara mengalami kesulitan besar untuk berkomunikasi  dengan unit mereka. Bahkan tank Sherman menjadi mudah diserang sementara bagian bawahnya yang tidak terlindung menjadi terlihat bagi penembak ketika mereka mencoba untuk naik.

Saat berkunjung di Inggris beberapa tahun yang lalu, saya melakukan pengembaraan di jalan setapak melalui pedesaan Inggris. Saya menemukan jalan antara pagar ladang milik penduduk yang menjadi tempat yang sangat indah dan beraneka  ragam ekologi yang bagus. Di sini juga, tanaman hawthorn dengan duri tajam panjang  dan holly Inggris dengan daun berduri, keduanya memberikan keamanan yang indah dab privasi bagi pemilik lahan yang sempit. Awalnya di tanam untuk menandai batas tanah dan membuat ternak  tidak dapat keluar,  pagar ini sekarang kalah dalam pengembangan dan operasi pertanian yang lebih besar.

Jika Anda memerlukan privasi atau keamanan, pagar hijau hidup mungkin  jauh lebih baik daripada pagar buatan. Pertama,telitilah jenis tanaman yang  tumbuh di daerah Anda, pastikan apakah tanaman itu tetap berdaun  sepanjang tahun. Tergantung pada kebutuhan Anda , periksa naungan dan kemampuan tanaman itu untuk bertahan dalam kekeringan.

Pagar tanaman efektif . itulah sebabnya Tuhan menaruh pagar di sekitar Ayub dan keluarganya dan itu alasannya mengapa,  bahkan hari ini. ia menempatkan pagar di sekitar mereka yang mengasihi Dia untuk melindungi mereka dari kuasa si jahat. Apakah Anda mendapatkan  berkat  dari pagar ini? apakah Anda berdoa memohon perlindungi Tuhan yang seperti ini?

Tuhan, saya tahu bahwa pagar berduri yang efektif melindungi harta saya hanyalah sebuah metafora cincin malaikat yang seharusnya unggul dalam kekuatan  dan memagari kami terhadap perintah-Mu. Engkau mengirim malaikat untuk mengelilingi Lot dan  Elisa. Saya juga berdoa untuk perlindungan Ilahi itu. Pagarilah saya hari ini.

 

Senin, 24 Agustus 2015

Renungan Pagi 25 Agustus 2015

Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
25  Agustus  2015

Kotor, Najis, Menyedihkan, Hina, dan Menjijikkan.

[Ayub] “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina” (Ayub 39:37).
[Yesaya] “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir” (Yesaya 6:5).
[Paulus] “Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma 7:24).

Apakah saya mendengar Anda berkata bahwa Anda harus membersihkan hidup Anda sebelum Anda bisa datang pada Yesus? Bahwa Ia pasti tidak akan menyukai Anda karena kotoran yang menempel pada Anda? Karena itu bau kematian yang memuakkan yang menempel pada Anda, maka Anda harus menggosok diri Anda bersih terlebih dahulu? Kemudian Anda bisa datang kepada Yesus? Apakah itu yang saya denar Anda katakana?

Dengarlah dengan seksama, sahabatku. Reaksi selalu sama. Ayub. Yesaya, Paulus – mereka semua memiliki perasaan yang sama. Anda dapat mendengar mereka dalam isak tangis. “Saya sangat keji, begitu menyedihkan, najis.” Masing-masing, dengan jalannya sendiri, telah bertemu dengan Dia yang suci. Bertemu dengan Dia yang mengangumkan dan mulia, hal ini membuat mereka mengakui keadaan mereka yang sebenarnya. Jika tokoh Alkitab yang hebat melihat diri najis dan hina, tidakkah itu menempatkan kita semua dalam posisi yang sama? Jadi jika Anda melihat kondisi Anda sendiri  keji, itu adalah berita baik. Karena, sekarang, pada akhirnya, Anda bisa datang kepada Yesus sebagaimana adanya. Yesus merindukan Anda berpaling kepada-Nya sebagaimana adanya. Yesus merindukan Anda berpaling kepada-Nya sebagaimana adanya. Bahkan, Dia adalah air yang memandikan kita sehingga kita dapat melangkah ke sana untuk pembersihan. Yesus adalah dokter yang menyembuhkan kebutaan kita dengan sentuhan penyembuhan-Nya, Seorang yang meletakkan jubah kebenaran-Nya pada bahu kita. Dialah yang melihat dengan penuh kasih pada mata kita dan berkata, “Selamat datang kembali. Saya senang Anda telah datang. Adalah baik bahwa Anda telah datang kembali kepada-Ku.”

Tidakkah Anda melihat bahwa semua hal yang telah kita lakukan untuk mencoba membuat diri kita layak kepada kekudusan sama sekali sia-sia – secara sederhana itu tidak berhasil? Semua oarng suci yang pernah hidup memiliki kesadaran yang sama merasakan betapa hinanya mereka. Pengakuan memalukan yang menyayat hati dari bibir mereka. Dengan kesadaran Anda, Anda juga bergabung dengan mereka melihat terang kabar baik ini. yesus datang bukan untuk memanggil orang benar, tapi yang keji, orang berdosa tercela seperti Anda dan saya. Dia tidak mati bagi orang benar, tetapi bagi orang berdosa.

Oh Yesus, saya mengakui dosa-dosa saya. Saya adalah orang berdosa. Saya keji. Basulah saya, sehingga saya bisa menjadi bersih.


Minggu, 23 Agustus 2015

Renungan Pagi 24 Agustus 2015

Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
24  Agustus  2015

Yesus, Saya Mengasihi-Mu

“Apakah Engkau mengasihi Aku?” (Yohanes 21:16).

Yesus, apakah hari ini saya sudah mengatakan bahwa saya mengasihi-Mu? Saya memang sangat mengasihi-Mu. Meskipun saya tidak pernah melihat kebaikan dalam kedipan mata-Mu atau tangan-Mu yang dipakukan; meskipun saya belumpernah mendengar suara-Mu yang merdu; dan walaupun saya belum pernah merasakan kehangatan sentuhan-Mu yang lembut, saya masih mengasihi-Mu. Saya yakin bahwa Engkau sudah tahu mengapa, tapi apakah Engkau keberatan jika saya menceritakannya kepada-Mu?

Pertama dan yang terpenting, saya mengasihi Engkau karena setiap saat, setiap hari, Engkau memberi saya hadiah kehidupan yang mengagumkan. Hadiah kehidupan yang ajaib, misterius, dan penuh arti. Setiap detak jantung saya, setiap napas yang saya hirup, setiap kedipan mata saya, dan langkah dalam perjalanan saya, adalah hadiah khusus dari-Mu. Setiap pemikiran di kepala saya, lagu dalam hati saya, dan kata-kata di bibir saya adalah berkat dari-Mu. Oh, Pencipta yang tak terduga, karena Engkau, saya ada – dan saya mengasihi-Mu untuk alasan itu.

Alasan lain saya mengasihi Engkau adalah secara sukarela Engkau melepaskan jubah kerajaan, melepaskan mahkota, meletakkan tongkat dan meningggalkan pusat komando alam semesta untuk datang kepada kami di dunia kami yang sakit dosa ini seperti bayi tak berdaya. Engkau menunjukkan kepada kami  bagaimana menjalani hidup dalam Roh, di bawah bimbingan Bapa. Kemudian Engkau menderita kematian yang tidak layak, untuk membayar dosa-dosa saya, memberi saya hidup yang tidak pantas saya terima. Tidak ada cara sanggup membayar kepada-Mu untuk hal ini. besarnya karunia ini membuat saya menarik napas. Saya hanya bisa tunduk dalam kerendahan hati mengucapkan terimakasih dan saya mengasihi Engkau, maka saya akan mematuhi dan mengikuti Engkau.

Saya mengasihi Engkau karena Engkau telah membebaskan saya dari perbudakan. Musuh terbesar-Mu yang pernah menjadikan saya tawanan. Seolah-olah saya berada di penjara yang gelap dan dingin, ketakutan, ragu, dan merasa sakit: Takut tentang masa depan saya, takut bahwa tidak akan pernah bisa cukup baik, takut bahwa saya tidak akan pernah berarti apa-apa. Ketika saya mencoba untuk menjadi “baik,” saya terus gagal lagi dan lagi. Kadang-kadang sulit melihat yang sebenarnya terjadi. Kadang-kadang saya hanya sekedar membaca Firman-Mu, namun mempertanyakan apakah Engkau ada atau tidak. di manakah Engkau? Apakah Engkau peduli kepada saya? Sakit rasanya bila hubungan rusak sebagai penyiksa yang tetap. Sedikit demi sedikit kaki saya berbalik ke arah-Mu. Sekarang saya memiliki makanan harian saya dari Firman-Mu yang mendorong memberi petunjuk, menghibur, dan mengasihhi.

Yesusku, saya semakin mengasihi Engkau setiap hari. Ajari saya untuk mencintai orang di sekitar saya sebagaimana yang Engkau inginkan saya mengasihi mereka bagi-Mu.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Renungan Pagi 23 Agustus 2015

Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
23  Agustus  2015

Hubungan

“Tetapi buah Roh ialah; kasih, sukacita, damai sejahtera,kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Galatia 5:22, 23).

Bagaimanakah setiap sel fotosintesis di setiap daun mendapatkan pasokan sehingga dapat melakukan fotosintesis dan membantu tanaman berbuah? Keindahannya adalah dalam rincian hubungan.

Pilihlah sehelai daun dan lihat secara dekat pembuluh darahnya. Vena utama yang besar mudah untuk di lihat karena terbagi ke dalam pembuluh skunder kecil yang terus bercabang menjadi lebih kecil dan lebih kecil samapai jaringan itu begitu luas sehingga setiap sel daun tunggal mikroskopis adalah sangat berdekatan, jika tidak tepat di sebelah, setidaknya satu vena mikroskopis. Vena terdiri dari sel seperti pipa panjang yang terjadi pada berbagai jenis sel. Salah satu keluarga sel berongga seperti pipa yang disebut tracheids dan pembuluh darah ini terutama berfungsi sebagai saluran yang membawa air dan mineral dari akar ke sel fotosintetis. Tanpa bahan baku seperti itu, fotosintetis tidak akan terjadi. Jenis sel saluran lain yang disebut  tabungan saringan membawa produk fotosintetis, yang paling sering adalah gula, asam amino, dab sejenisnya. Tanpa rute keluar yang mengalir bebas fotosintetis akan menjadi sia-sia. Jadi miliki saluran masuk dan keluar sangat penting untuk daun.

Tapi tunggu. Pikirkan bagaimana tanaman harus menciptakan rute masuk dan rute keluar pada awal setiap musim. Seluruh tata letak setiap sel fotosintetis untuk rute masuk dan keluar berkembang di tunas pada musim dingin yang kadang-kadang pada akhir musim panas atau musim gugur. Dengan berhati-berhati potonglah tunas musim dingin untuk menemukan semua daun untuk musim semi berikutnya. Berikanlah sumber daya dan kondisi yang tepat bagi pucuk di musim dingin, dan itu akan menolong pertumbuhan (dormansi), memperluas, dan memberikan kesegaran yang penuh bagi daun.

Bagaimanakah semua pipa pada daun yang singkat hidupnya dapat bergabung dalam jaringan pembuluh darah yang lebih tahan di batang dan cabang? Membuat hubungan itu sangat penting. Cara kerjanya sebagai berikut. Gabungan jaringan pembuluh darah pada cabang batang utama akan terhubung ke setiap divisi batang yang lebih kecil. Dan pada setiap daun, kumpulan ikatan jaringan vascular yang lebih kecil pada batang dan cabang akan memasuki daun itu sendiri. Inilah kegunaan helai daun. Semua vena daun utama berasal dari situ dan dibagi untuk memasok sel dan mengumpulkan produknya sendiri. Potonglah helai daun, atau potonglah jalur pada setiap titik, maka jalur masuk dan keluar berhenti. Daun atau cabang akan mati. Rincian hubungan sangat penting juga dalam kehidupan Kristen. Hubungan yang putus menghasilkan kehidupan yang tidak berbuah.

Tuhan, ingatkanlah saya kembali bahwa buah tidak berasal dari saya atau usaha saya. Engkaulah pokok anggur.

Jumat, 21 Agustus 2015

Renungan Pagi 22 Agustus 2015

Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
22  Agustus  2015

Buah Anggur

“Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku” (Matius 26:29).

Setiap tahun sekitar tanggal 22 Agustus ini kami pergi ke kebun anggur setempat untuk memilih buah anggur matang segar. Kelompok besar beri yang berwarna-warni dengan lapisan lilin dingin kelabu ini begitu cantik. Pada musim panas, aroma anggur matang begitu merasuk. Deretan tanaman merambat dengan rapi berbaris dan melewati bukit dengan jenis mereka sendiri dan warna anggur masing-masing. Ratusan varietas anggur memiliki nama yang terdengar indah: Concord Jupiter, Valencia, Steuben, Marquis, Venus, Seneca, Sultana, Catawba – daftar ini masih berlanjut. Setiap musim panas ketika kami datang ke kebun anggur, kami mencoba buah beberapa jenis anggur untuk mendapatkan rasa anggur yang paling kami suka.  Mungkin selera kami bisa berubah dari tahun lalu. Mungki ada beberapa anggur varietas baru. Setelah beberapa musim panas , sekarang kami kembali ke anggur steuben yang terfavorit. Kami menikmati warna dan kemewahannya, rasa manis yang agak tajam.

Dengan gunting yang disediakan petani, hanya dibutuhkan beberapa menit untuk memotong satu tandu yang berat dan panjang, cukup untuk mengisi penuh beberapa tas belanjaan. Sekarang kami punya waktu untuk berlama-lama dan mencoba lagi dan menikmati pemandangan di tanah pertanian yang subur.

Yang kami lakukan adalah menyimpan anggur sama di lemari es lalu memilhnya untuk disajikan dan dimakan. Selanjutnya kami mengambil hanya cukup untuk satu kali makan, mencucinya, memetik anggur dari tandannya untuk membuang anggur yang membusuk, lalu memerasnya melalui saringan kerucut ke dalam gelas dan ahhhhh, nikmat!

Rasa dan aroma jus segar tidak ada tandingannya. Sebelum kami tahu apa yang me njadikan jus anggur segar setelah disimpan beberapa jam di lemari es, kami membuat jus ekstra yang lain untuk digunakan kemudian. Tapi sangat mengecewakan. Hanya beberapa jam kemudian jus itu berubah warna dan rasanya menjadi hambar. Yang pasti, masih jus yang baik. Tapi setelah Anda menikmati jus anggur segar yang baru diperas, tidak ada bandingannya.

Saya heran. Bagaimana anggur yang “baru dibuat” dengan sederhana menjadi  faktor utama dan menjadi minuman berkualitas yang keluar dari enam tempayan dalam pesta perkawinan di Kana? Yang menjadi perbedaan besar adalah fakta bahwa  Sang Pencipta membuat jus ini dengan kualitas Eden, belum terjamah oleh hama, penyakit, dan kelemahan genetic. Sekarang, itu adalah segelas jus anggur yang sama ingin coba.

Pencipta yang tak tertandingi, Engkau benar-benar menunggu hingga kami pulang dan Engkau akan minum segelas jus anggur bersama kami? Oh, betapa saya rindu untuk merayakan dengan-Mu di pesta pernikahan itu.

Kamis, 20 Agustus 2015

Renungan Pagi 21 Agustus 2015

Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
21  Agustus  2015

Mur

“Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya.” (Markus 15: 23)

Tumbuhan yang hidup di daerah panas yang kering dikenal sebagai  xerophytes. (“Xero” = kering, “phytes” = tanaman). Bertahanlah dengan sangat sedikit air, xerophytes memiliki beberapa pola untuk beradaptasi, termasuk daun kecil, berwarna terang, berbulu atau berlilin yang sering gugur untuk menghindari kekurangan air, sistem akar yang dikembangkan dengan baik untuk menambang air yang dalam air yang dalam di dalam tanah berbatu, batang yang berair menyimpan sedikit air yang ada, baju zirah dalam bentuk berduri untuk mencegah hewan memakannya, dan akhirnya berbagai bahan kimia ampuh membuat tumbuhan ini memiliki rasa yang buruk.

Jadi jika saya membawa Anda ke semenanjung Arabia yang gersang atau hanya menyebrangi Laut Merah ke Somalia atau semak belukar gurun dataran rendah dekat Etiopia, maka kita tidak akan terkejut menemukan pohon pendek yang kerdil, berduri yang keluar dari bebatuan dengan lapisan tanah yang tipis. Secara teknis, pohon yang kami cari ditempatkan dalan genus commiphora. Pohon commiphora memilki batang yang pendek, besar, berair dan bersisik, kulit tipis yang sangat baik menyimpan air. Ketika  pohon ini tidak memiliki daun, pohon sangat kecil dan ditutupi dengan sisik lilin padat yang cocok untuk mengurangi aliran angin di stomata dan penguapan air dari permukaan daun. Dan pohon sangat berduri. Selama berabad-abad, orang-orang yang tinggal di daerah sekitarnya mengambil keuntungan dengan cara mereka memotong kulit pohon cairan getah yang wangi, bening, kental yang keluar di permukaan. Ketika getah mengering dan mengeras akan menjadi gumpalan kecil yang tidak  berbentuk dengan aroma rempah yang menyenangkan. Manusia memberikan harga yang mahal bagi getah pohon commiphora myrrha dan spesies  yang berhubungan dengan pembuatan dupa, produk pembalseman, parfum, dan obat-obatan. Mur bisa lebih mahal daripada emas dengan berat yang sama. Tuhan memberikan resep untuk minyak urapan kudus, di dalamnya termasuk mur (Kel. 30:23).

Berada di gurun dengan kehidupan yang menderita, menghasilkan produk commiphora myrrha berharga ini sebagai pengawet, parfum aromatik untuk  kekasih, dupa, atau bahan penting dalam minyak urapan. Ini memberi saya harapan ketika saya melalui malam yang gelap dengan penderitaan pribadi. Ketika hidup tersa kriput dan kering, maka tidak ada artinya, atau ketika saya disayat dan dipotong oleh kritikus, maka saya berpikir tentang pohon mur dan mengingat keindahan yang dipancarkan dalam kesulitannya. Allah itu yang membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Tuhan, saya serahkan hidup saya ke dalam pemeliharaan dan penjagaan-Mu menyadari campur tangan-Mu adalah keindahan terbesar bagi penderitaan terbesar saya. Jadilah kehendak-Mu.


Rabu, 19 Agustus 2015

Renungan Pagi 20 Agustus 2015

Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
20  Agustus  2015

Barang

“Karena iman kita mengerti alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak kita lihat”.

Mungkinkah barang-barang itu mencintai saya? Atau mungkin sebaliknya. Apa pun masalahnya, barang-barang memiliki kecendrungan menumpuk di ruang tamu saya. Pasti hal itu terjadi bagi orang lain juga. Tornado baru-baru ini merobek atap rumah penduduk di Tuscaloosa, Brimingham, Pratt Kota, Ringgold, Apison, dan ratusan kota-kota besar lainnya, sehingga memperlihatkan barang-barang untuk dilihat semua orang. Foto-foto dalam berita dan internet menunjukkan barang-barang bercampur aduk. Salah satu rumah yang tertiup angin, bagian atap dan dindingnya terangkat dengan rapi, memperlihatkan tangga spiral yang mengarah ke langit. Di ruang makan, menunjukkan, vas bunga terletak tanpa terganggu di meja di bawah langit tak berawan, mesin cuci rusak terletak di ujung meja. Salah satu bagian edisi New York Times mengatakan: “Ketika saya berpikir tentang tornado, saya berpikir tentang angin, betapa kejam angin menghancurkan rumah kami, mengambil apa yang ada di dalamnya, apa yang kami sentuh dan pikirkan kami pegang, barang-barang itu berhamburan di langit, 60 mil, 100 mil ke atas, sampai barang-barang itu turun seperti salju menghujani, bintang yang jatuh bagi orang-orang yang menemukannya.”

Fisikawan dengan semangat mengamati  ke dalam atom menggunakan strategi agak mirip. Gantinya menunggu angin ganas untuk mengungkapkan apa yang ada didalamnya, mereka menghancurkan partikel kecil kepada satu sama lain, kadang-kadang meniupnya sehingga terpisah, untuk mempelajari apa  yang ada di dalamnya. Untuk melakukan ini, mereka harus terlebih dahulu membangun sebuah cincin magnetic besar dan peralatan elektronik. Dirancang untuk mendapatkan partikel (elektron, proton, atau antipartikel) yang bergerak  luar cepatnya, maka peralatan itu menghasilkan dua aliran kencang dan dikendalikan satu sama lain untuk melihat apa yang terjadi ketika dua peluru bertabrakan. Laboratorium di isi  dengan partikel dan detector energi yang diletakkan dengan hati-hati di mana dua lairan partikel berpotongan, dan mampu melaporkan puing-puing  yang keluar dari tabrakan. Dengan memproduksi atom dalam jumlah besar dan hati-hati menganalisa hal-hal yang dihasilakn, fisikawan mendapatkan beberapa ide tentang apa yang terdapat dalam partikel atom. Agak mirip dengan menganalisis sampah yang diserakkan oleh tornado, tugas mereka mungkin melibatkan kemungkinan yang lebih tinggi.

Tuhan, ketika saya mempertimbangkan hal-hal yang Engkau bua, karya jari-jari-Mu, siapakah saya ini? sampai Engkubahkan peduli kepada saya? Ajarilah saya bagaimana Engkau sangat peduli. Ajari saya bagaimana untuk mengasihi.