Kamis, 18 September 2014

Renungan Pagi 19 September 2014




Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 19  September   2014
               
MENGUBAH KISAH ANDA MENJADI KISAH-NYA  (BAGIAN 2)

“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup – itulah yang kami tuliskan kepada kamu…. Supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus” (1Yohanes 1:1, 3).

Peribahasa lama benar: “Apa pun yang pantas dikatakan layak diucapkan dengan baik.” Itulah sebabnya menuliskan kesaksian pribadi Anda itu sangat membantu. Bagaimanapun juga, menggunakan waktu untuk dengan penuh doa membuat kesaksian Anda, tidak hanya membuatnya “dapat diingat” tetapi juga bisa dikenang.

Apakah yang harus Anda tetap ingat ketika Anda mengubah kisah (story) Allah bukan hanya menjadi sejarah (history) tetapi juga kisah-Nya (His stiry)? Bill Hybels, dalam bukunya Just Walk Across the Room, memberikan empat saran. (1) Jangan bertele-tele. Kesaksian Anda seharusnya tidak lebih dari tiga menit. Perhatikan bahasa tubuh orang lain. Buatlah cerita Anda cukup singkat untuk membiarkan mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan. (2) Perhatikan adanya kesamaran. Satu-satunya hal yang lebih buruk dari pada cerita yang panjang adalah cerita panjang yang membinggungkan” (hlm. 120). Maksud Hybels adalah membuat kesaksian Anda sederhana dengan baris cerita yang jelas yang “menyampaikan detak jantung dari perjalanan iman Anda.” (3)Hindari semangat keagamaan yang berlebihan. Hilangkan logat khusus kerohanian atau gereja yang kita orang dalam gunakan: “Ketika saya mengetahui kebenaran” lebih baik  “ Ketika saya menemukan apa yang diajarkan Alkitab;” “Ketika Roh Kudus mengobarkan hati saya” (Apakah Anda serius? Bagaimanakah mereka memadamkannya?) Lebih baik “Di dalam Yesus saya menemukan alasan baru untuk hidup!” (40 Abaikan sikap superior. Jika kisah saya menjadi satu pembacaan tentang keunggulan kerohanian saya terhadap mereka yang “tidak memiliki kebenaran itu,” maka sebaiknya saya menyampaikan kisah saya sendiri.

Untuk menjual produk-produk, Madison Avenue berkembang pesat dengan foto-foto sebelum dan sesudah. Karena bila Anda membagikan ‘sebelum” yang sama dan Anda mencari “sesudah” yang sama, maka tidak ada yang lebih menarik daripada kesaksian “berhasil untuk saya!” Begitulah dengan Yesus. Itulah sebabnya orang-orang di mana-mana merindukan satu gambar “sesudah” yang baru – kedamaian, pengampunan, pengendalian diri, kerendahan hati. Kisah Anda adalah satu gambar sebelum dan sesudah yang sangat menarik, dan menawan hati.



Rabu, 17 September 2014

Renungan Pagi 18 September 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 18  September   2014
               
MENGUBAH KISAH ANDA MENJADI KISAH-NYA  (BAGIAN 2)

“Tetapi dalam perjalannanku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu” Kisah 22:6-8).

Sebagaiumana mereka katakana, kapan pun Paulus datang ke kota, akan terjadi salah satu, kalau bukan kebangunan maka terjadi kerusuhan! Pada masing-masing dari ketiga contoh yang dicatat, di mana Paulus menceritakan kesaksian pribadinya, ia berada dalam keadaan dirantai. Dan contoh pertama mulai dengan satu kerusuhan. Tetapi setelah menggabungkan ketiga kesaksian itu, kita mendapati instruksi sederhana tentang bagaimana kita bisa membagikan cerita kita juga secara efektif.

Kesaksian 1. Kisah 22: 1-21. Buat sederhana. Kesaksian Paulus setelah kerusuhan itu terjadi begini. Beginilah saya dibesarkan; inilah yang saya percayai; dan kemudian saya bertemu Yesus; dan inilah apa yang Ia telah lakukan bagi hidup saya. Tidak terlalu rumit, bukan? Tetapi lupakan kerusauhan itu dan ingatlah ketiga komponen sederhana menceritakan kisah Anda ini: (1) Kehidupan Anda sebelum bertemu Yesus; (2) Bagaimana Anda bertemu Yesus; dan (3) Kehidupan Anda setelah bertemu Yesus. Jika Anda sudah bertemu Yesus, maka Anda memiliki ketiga komponen sederhana ini siap untuk dibagikan. Bagimana? Teruslah membaca.

Kesaksian 2. Kis. 26:4-23. Sesuaikan. Perhatikan Puakus menyesuaikan kesaksian pada masing-masing kesempatan ini, menyesuaikan kisah ini agar cocok dengan para pendengarnya. Sebagaimana yang Anda lakukan dengan pakaian – mengubah”pakaian” Anda agar cocok dengan kesempatannya – demikian pula buatlah cerita Anda “sepadan” untuk kesempatan di mana Anda berada. Anda sedang berada di atas pesawat dengan seorang asing – kisah Anda mengenakan satu padanan yang cocok. Anda sedang mengunjumgi teman sekelas seusai sekolah padanan yang Anda kenakan untuk cerita Anda akan cocok dengan kebutuhan dari orang yang Anda tuju dalam tulisan.

Buatlah sederhana, singkat, dan disesuaikan. Dan ingat bahwa mengubah kisah Anda menjadi kisah-Nya, itulah kesaksian pribadi Anda.



Selasa, 16 September 2014

Renungan Pagi 17 September 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 17  September   2014
               
MENGUBAH KISAH ANDA MENJADI KISAH-NYA  (BAGIAN 1)

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut” (Wahyu 12:11).

Apakah Anda mengetahui satu kebenaran yang tidak bisa ditentang atau dikalahkan oleh siapa pun – saya maksud tidak seorang pun? Itu adalah satu kebenaran tunggal sederhana yang dapat membuat Anda menjadi saksi paling efektif bagi Kristus di bumi. Penampilan A: rasul Paulus, sebelumnya Saulus dari Tarsus.

Setiap pembaca buku Kisah Para Rasul, mengetahui kisah pertentangan antara Stefanus muda, pendukung Kristen yang tangguh dari Yesrusalem dan Saulus muda, bintang terang masa depan yang  diorbitkan dari Sanherdin. Membaca Kisah Para Rasul 6 dengan seksama mengindikasikan bahwa dalam satu perdebatan public Stefanus mengalahkan Saulus dalam pembelaannya tentang Yesus sebagai Mesias. Sebagai balasannya, Stefanus di bawa kehadapan Sanherdin dengan tuduhan-tuduhan palsu. Pembelaannya yang mengesankan tentang imannya di dalam Kristus mengakhiri hidupnya. Para algojo menumpuk mantel mereka di kaki Saulus, sementara ia berdiri diam turut terlibat dalam pelemparan batu bagi Stefanus. Sambil bergegas  ke utara menuju Damaskus untuk menghabisi para pengikut Kristus, dalam satu kilatan cahaya yang menyilaukan mata, Saulus bertemu dengan Mesias yang telah bangkit itu. Dituntun dalam keadaan buta ke dalam kota, selama tiga hari tiga malam Saulus bergumul dengan kebenaran tentang Yesus. Tetapi di luar dari kebutaannya itu, matanya telah terbuka. Sekarang, hatinya hancur dan telah bertobat kepada Juruselamat, Saulus dibaptiskan sebagai murid Tuhan, dan terbenam dalam kehidupan yang amat tekun dan penuh semangat member kesaksian kepada semua orang yang mau mendengarkan imannya yang tak tergoyahkan di dalam Kristus yang hidup.

Di dalam cara Lukas menceritakan ulang kisah inilah, yakni tentang orang yang baru bertobat yang berani dan yang menjadi saksi bagi Yesus itu, kita menemukan kebenaran apakah yang tidak dapat ditentang atau dikalahkan. Jika kita mau memahami kebenaran sederhana itu, kita juga dapat menjadi satu saksi yang efektif bagi Kristus sebagaimana Paulus. Apakah kebenaran itu? Itu adalah kesaksian pribadi dari pengikut Kristus. Berapa kali Paulus sebenarnya menggulangi kesaksiannya, kita tentu saja tidak dapat mengetahui. Tetapi Lukas memilih untuk mencatat tiga kesempatan itu bagi kita, agar para pembacanya terkesan dengan betapa berpengaruhnya dan efektif satu kesaksian pribadi itu. Tidak heran kalau Wahyu dalam ayat kita hari ini menggambarkan umat pilihan Allah mengatasi musuh fana mereka melalui kemenangan Kalvari”oleh perkataan kesaksian mereka.”

  

Senin, 15 September 2014

Renungan Pagi 16 September 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 16  SEPTEMBER   2014
               
MENJALANI KEEMPATNYA  (BAGIAN 5)

“Aku mengucap stukur kepada Allahku setiap kali aku mengigat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita (Filipi 1:3, 4).

Bagaimanakah kita mengasihi orang-orang hilang melalui doa? Kita sedang menyampaikan lima cara sederhana menggunakan daftar doa kita untuk menumbuhkan dalam diri kita, hasrat Allah bagi orang-orang yang hilang. Berikut dua yang terakhir:

4. Kembangkan daftarnya. Makin banyak Anda menanam saham, semakin gigih Anda mengiginkan kesuksesannya. Makin banyak Anda berdoa bagi yang hilang, semakin kuat Anda merindukan keselamatan mereka. Lagi pula, berdoa bagi mereka, itu tentang kasih hati Allah bagi mereka, bukan begitu? Kalvari merupakan bukti tak terbantah kalau Allah tidak memerlukan insentif atau penyemangat untuk mengosongkan perbendaharaan-Nya bagi kita orang-orang berdosa. Sesungguhnya, mendoakan orang-orang tersesat mengubah diri kita sendiri sebagai para pengantara. Smakin banyak kita berdoa , maka semakin dalam hasrat kita. “Oh,doa yang bersungguh-sungguh beriman bisa muncul di mana saja, Berikan saya jiwa-jiwa yang terkubur dalam… kesalahan, atau saya mati! Bawalah mereka kepada pengetahuan tentang kebenaran sebagaimana di dalam Yesus” (This Day With God, hlm. 171). Itu adalah hasrat dengan satu tujuan!

5.Simpan daftarnya. Teruslah berdoa, apa pun yang terjadi (atau tidak terjadi). Jangan berhenti membawa hati yang hilang itu kepada Yesus. Geirge Mueller – yang melalui iman dan doa mengumpulkan senilai 180 juta dolar untuk menadanai panti asuhan di seluruh Inggris pada abad kesembilan belas – didahului dengan mulai mendoakan lima tema yang belum diselamatkan. Setelah lima tahun satu orang datang kepada Kristus, 10 tahun lagi dua orang teman lagi ditobatkan. Mueller pernah bersaksi, “Saya telah mendoakan nama  dua orang setiap hari selama 35 tahun; di darat maupun di laut, waktu sakit atau waktu sehat, saya mengigat nama mereka di hadapan Allah, dan akan terus mendoakan mereka setiap hari, sampai mereka diselamatkan. Mueller terus berdoa sampai  52 tahun untuk teman yang kelima. Tetapi Mueller meninggal dunia. Dan tiga hari setelah pemakamannya, teman saya yang kelima diselamamtkan.

Siapakah yang perlu berada dalam daftar Anda bagi orang hilang? Ini adalah waktu yang genting dalam sejarah bumi mendoakan ereka. Jadi buatlah daftar, doakan daftar itu, usahakan daftar itu, kembangkan daftar itu, dan simpan daftar itu. Mungkin aka nada seseorang di muka bumi yang tidak di doakan siapaun. Tidak heran Allah memerlukan Anda!



Minggu, 14 September 2014

Renungan Pagi 14 September 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 14  SEPTEMBER   2014
               
MENJALANI KEEMPATNYA  (BAGIAN 3)

“Pertama-tama  aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang…. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan mempeeroleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Timotius 2: 1, 3, 4).

Wesley Duewel benar: “Anda bisa mengasihi lebih banyak orang melalui doa dari pada dengan cara lain” (Mighty Prevaling Prayer, hlm. 116). Jika sekarang ini adalah masa genting dunia, dan kerajaan dipercepat di tengah sahabat-sahabat kita, maka cara ampuh mana lagikah untuk mengasihi sahabat-sahabat kita yang tersesat selain melalui doa? Lagi pula, sebagaimana Paulus catat dalam ayat hari ini, “Itulah yang baik dan yang berekenan kepada Allah, Juruselamat kita.”

Berikut lima cara bagi Anda melalui doa untuk mengasihi orang yang hilang:

1. Buatah satu daftar. Ini tidak mesti terbatas pada daftar “Sahabat-sahabat Saya yang Memerlukan Yesus.” Daftar ini akan semakin panjang, karena Anda akan mencatat semua nama-nama orang yang Allah berikan kesan agar di doakan. Anggota keluarga yang hilang, sahabat-sahabat yang  ke dalam daftar doa perantaraan ini. Saya menyertakan orang-orang asing yang saya temui di pesawat, dan beberapa penceramah terkenal yang bahkan belum pernah saya temui. Lagi pula, Paulus teguh pendiriannya: “Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang…. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita.”


2. Doakan daftar itu. Haruskah Anda mendoakan daftar ini setiap hari? Anda bisa, tetapi tidak harus. Saya memilih mendoakan daftar saya  selaki seminggu pada hari Jumat pagi. Tetapi intinya adalah bahwa tidak ada gunanya satu daftar doa jika Anda tidak mendoakannya! Ellen White mencatat bagaimana perantaraan seperti ini mempengaruhi hidup kita sendiri. “Sementara kita berusaha memenagkan orang lain kepada Kristus, memikul beban jiwa dalam doa kita, hati kita sendiri akan berdetak dengan pengaruh kasih karunia Allah yang menghidupkan; kasih saying kita sendiri akan bersinar dengan semangat Ilahi yang lebih besar” (Christ’s Object Lessons, hlm. 354). Perhatikan betapa dekat vitalitas kerohanian dan pertumbuhan pribadi terjalin, sejalan dengan hasrat Allah mencari dan menyelamatkan orang-orang yang hilang, maka Anda sedang mempraktikkan belas kasih Kalvari Allah dan masuk ke dalam kuasa merah tuanya. Tangan turun (dan mulut juga), kasih Allah bagi anak-anak bumi yang hilang adalah kekuatan terbesar di alam semesta!

Renungan Pagi 15 September 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 15  SEPTEMBER   2014
               
MENJALANI KEEMPATNYA  (BAGIAN 4)

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibrani 7: 25).

Mari kita lanjutkan pada cara ketiga mengasihi orang hilang melalui doa. 3. Laksanakan daftarnya. Untuk beberapa waktu saya menyimpan nama seorang professor perguruan tinggi pada daftar doa saya. Kami belajar Alkitab bersama-sama, da Roh menuntun kami lebih dalam ke dalam firman Allah. Kemudian tiba-tiba ia terjebak dalam krisis pribadi, dan pelajaran kami pun terhenti. Setiap upaya saya untuk kembali berhubungan dengan dia ditampik. Jadi saya menyimpulkan bahwa ini adalah salah satu contoh bahwa Anda mengikuti Roh ke dalam hubungan bersaksi, Anda memberikan enegri terbaik dan doa tekun, tetapi Anda menerima kenyatan bahwa tidak semua usaha untuk menuntun seseorang kepada Kristus dan kebenaran-Nya berakhir dalam kesuksesan. Dan di samping itu, apa yang tampaknya sebagai kegagalan bagi kita sebenarnya bisa berubah menjadi strategi dalam pelayanan Roh Kudus kepada individu itu setelah hilang dari pandangan dan dapat berakhir dengan menag-menag bagi Allah.

Saya tetap menyimpan nama dosen itu dalam daftar doa saya dan terus berdoa setiap Jumat untuk memanjatkan namanya di hadapan Allah, meminta agar Allah bekerja melakukan apa yang tidak bisa saya lakukan. Kemudian suatu pagi Hari Jumat saya sedang berjalan-jalan sambil berdoa. Saya mendapati ternyata berjalan di pagi hari  setiap mimggu bisa menjadi waktu menyegarkan dan saat tenang untuk meninjau daftar perantaraan dengan Allah. Pagi itu, nama professor ini secara khusus timbul dalam hati saya, jadi saya berkata, “Allah, bila ini kehendak-Mu, agar kami berhubungan kembali dan mempelajari Firman-Mu, tolong suruh dia menghubungi saya. “ Dua jam kemudian saya menerima surat elektronika dosen ini, yang mengatakan, “Saya merindukan waktu kita belajar bersama – kapan kita bisa mulai belajar Alkitab kembali – dan kali ini Anda yang pilih topiknya. “Puji Allah! Dan saya melaukannya.

Intinya? Anda harus bersedia mengerjakan daftar Anda atas nama Allah. Ya, kita hrus berdoa bagi mereka yang hilang. Tetapi kita harus sama-sama terbuka pada kemungkinan yang Allah gunakan untuk menggunakan kita menjawab doa-doa kita sendiri  sendiri. Anda berkata, “’Tidak mungkin saya bisa belajar Alkitab dengan siapa pun!” Tetapi jangan terlalu cepat menolak apa yang Roh bisa lakukan melalui Anda. Pertama, Anda memiliki janji, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang member kekuatan kepadaku” (Flp. 4: 13). Dan kedua, ada sejumlah bahan dan seminar yang Allah dapat gunakan untuk memperlengkapi Anda. Doakan daftar Anda. Usahakan daftar Anda.