Jumat, 29 Mei 2015

Renungan Pagi 30 Mei 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

30   Mei  2015

Kematian

“Hai maut di manakah kemenganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Korintus 15:55).

Sengatan? Di manakah sengatan yang Anda Tanya? Semua yang mengenal dan menyukai Genevieve Starkey telah merasakan sengatan, dan tidak merasa nyaman. Setelah 94 tahun kehidupan yang penuh pelayanan murah hati kepada masyarakat, Gen beristirahat. Dia merasakan damai. Tapi Tom Starkey, suaminya yang setia mendampinginya sepanjang 74 tahun, merasakan sengatan, dan Tom juga tidak merasa nyaman. Sampai kematian menutup pintu antara mereka, Gen selalu menepati janjinya untuk mencintai Tom dan disaat baik atau buruk, dalam keadaan sakit atau sehat. Dan mereka pasti memiliki lebih daripada sekedar berbagi hal “buruk” dan “penyakit.” Tom juga menepati janjinya. Memegang janji, tidak peduli apa pun, adalah hal yang indah. Keluarga Genevieve berkumpul bersama teman-teman mereka untuk merayakan kehidupan yang baik. Semua tahu bahwa Gen mencintainya, karena dia baik hati dan memberikan semangat. Dia tidak mementingkan diri sendiri dan dengan murah hati melayani masyarakat di sepanjang hidupnya. Kesukarelaannya telah melegenda. Meskipun Gen sekarang tidak merasakan sengatan, namun keluarga dan teman-temannya merasakan sengatan kekosongan dan kehilangan sementara mereka bersedih hati. Sengatan itu pasti bagi mereka yang hidup.

Baik yang hidup maupun yang mati memiliki komposisi dan tampilan kimiawi yang sama. Tetapi ada perbedaan mendalam. Orang mati tidak lagi harus bernapas setiap beberapa setik, atau memompa darah tanpa henti, atau makan sesekali, atau menjaga tubuhnya agar tetap hangat. Sistem mereka telah berhenti sepenuhnya. Yesus menggunakan kata ”tidur” untuk perhentian penuh ini. Meminjam analogi computer, kita akan lebih suka menggambarkan sebagai “shutdown” daripada “hibernating” atau “sleep.” Karena tidak satu pun dari kita yang hidup telah pernah ke sana, maka kita tidak sepenuhnya memahami dunia orang mati. Tetapi Yesus telah mengalaminya, dan Dia tahu. Dia menyebutnya “tidur.”

Yesus adalah satu-satunya yang memiliki kekuatan untuk menggerakkan diri-Nya atau orang lain bisa menyeberangi garis yang tajam antara hidup dan mati. Dia berkata, “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikan menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku” (Yoh. 10: 17, 18).

Gen Starkey mengenal Yesus, percaya kepada Yesus, dan menerima Dia melalui Firman-Nya. Hal berikut yang paling dia akan dengar adalah suara Tuhan memanggilnya dan panggilan sangkakala yang nyaring. Pertemuan kembali dengan keluarga dan teman-teman pasti akan terjadi, dan itulah sebabnya sengatan itu hanya sengatan kecil saja.

Tuhan, selalu bersama-Mu, di sisi-Mu, adalah tempat yang saya rindukan.

Kamis, 28 Mei 2015

Renungan Pagi 29 Mei 2015




Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

29   Mei  2015

Asam Docosahexaenoic*

“Siapa menaruh hikmat dalam awan-awan atau siapa memberikan pengertian kepada gumpalan mendung?” (Ayub 38: 36).

Kata yang sulit diucapkan telah sering bermunculan di media cetak popular dan akan lebih sering hari ini. Pada bulan Mei 2010, konfrensi ilmiah dua hari yang diadakan Royal Society of Medicine di London, benar-benar mengabdikan dirinya untuk itu. Kata itu adalah docosahexaenoic, sejenis asam yang dikenal dengan singkatan DHA, tetapi lebih popular sebagai asam lemak omega 3, nama untuk kelompok asam lemak tak jenuh yang ditemukan dalam minyak ikan dan biji rami yang baru digiling. Tubuh kita dapat membuat beberapa DHA, tetapi kita perlu mendapatkannya sejumlah tertentu dari makanan yang kita asup. Di kalangan populasi muncul kekhawatiran mendapatkan terlalu sedikit DHA Omega 3 yang baik telah digantikan oleh – tidak begitu baik, tetapi lebih muda didapatkan – asam lemak omega 6 dalam minyak goring popular. Kebanyakan DHA terjadi di mata (60 persen) dan di otak (40 persen), terutama pada sinapsis.

Persentase pada konferensi London melaporkan hasil penelitian ahli saraf terkemuka yang bekerja untuk memahami DHA. Temuan mereka sebagian besar masih tahap awal, dan banyak melibatkan korelasi antara mengonsumsi ikan dengan timbulnya berbagai kondisi penyakit. Misalnya, kelompok orang yang kurang makan ikan lebih menderita depresi berat, penurunan kognitif, penyakit Alzheimer (AD), perilaku kekerasan, penurunan ingatan, skizofrenia, dan ganguan kekurangan perhatian. Tragisnya, bayi yang tidak mendapatkan atau kurang memproduksi DHA akan memiliki IQ lebih rendah.

Beberapa studi yang dipersentasekan di konferensi itu merujuk kepada nutrisi yang paling diperlukan otak agar dapat berkembang dengan baik: Yodium (maksudnya garam beryodium), zat besi, dan DHA. Ketiganya lebih berlimpah di dalam makanan laut. Sekitar satu miliar orang di dunia kekurangan yodium dan zat besi sehingga akibatnya menderita buruknya perkembangan otak . DHA memperlambat usia – berkaitan hilangnya sel-sel otak mencegah AD karena sel-sel otak kusut dan memiliki plak. Seseorang yang menderita AD alan memiliki kurang dari setengah tingkat normal DHA dalam otak mereka.

Focus perhatian saya adalah kepada pikiran sebagai saluran yang Tuhan gunakan untuk berkomunikasi di antara kita. Hilangnya fungsi sinapsis atau penurunan fungsi  kognitif atau penurunan IQ akan memantapkan genggaman penipu ulung tentang cinta besar Allah bagi umat-Nya. Jadi sangat penting bagi kita untuk mendapatkan nutrisi yang baik dan cukup, serta menghidupkan secara seimbang penatalayanan tubuh yang baik dan cukup serta menghidupkan secara seimbang penatalayanan tubuh dan pikiran yang Allah berikan kepada kita.

Tuhan, saya mendedikasikan pikiran saya untuk-Mu. Tolonglah saya untuk merawatnya bagi kemuliann-Mu.

Rabu, 27 Mei 2015

Renungan Pagi 28 Mei 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

28   Mei  2015

Ara yang Terluka

“Jawab Amos kepada Amazia: ‘Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan”’ (Amos 7: 14).

Etilena adalah molekul kecil. Tetapi molekul ini memiliki sejarah yang panjang dan terkenal sehunungan dengan kehidupan dan kejayaan masyarakat. (1) Di Mesir, petani ara akan melukai sedikit buah ara menggunakan pisau khusus. Mereka tidak tahu mengapa, tetapi dengan membuat luka kecil tertentu itu maka buah ara akan matang empat hari kemudian. Ara yang tidak dilukai menggunakan teknik ini. (2) orang Tionghoa tidak tahu mengapa pir bisa cepat matang bila ditempatkan pada ruangan berasap dupa, tetapi mereka terbiasa trik ini yang secara teratur digunakan untuk membuat pir matang tepat waktu. (3) orang-orang tidak tahu mengapa, tapi pohon-pohon yang dekat ke lampu gas yang bocor pada akhir  1800 akan kehilangan daun, berbonggol, dan cabang atasnya menjadi membesar. (4) ketika pertama kali terjadi pada tahun 1960, para petani anyelir dekat San Francisco tidak tahu mengapa, tapi mereka kehilangan bunga senilai jutaan dolar karena berdekatan dengan pabrik penghasil polietilena. Kemudian mereka mengetahui bahwa gas etilena bocor sedikit dari pabrik. Molekul etilena yang kecil memiliki efek yang kuat bagi tanaman. Sejarah tentang etilena dan penggunaannya mundur ke belakang untuk beberapa decade.

Penelitian seorang ahli kimia Rusia di awal 1900-an mengidentifikasi etilena sebagai bahan gas aktif yang menyebabkan pohon rusak. Beberapa tahun kemudian para ilmuwan mengisolasi etilena sebagai komponen yang membuat daun tanaman menjadi guggur. Kemudian sekitar perang Dunia pertama, para peneliti meyakini etilena sebagai hormone tanaman (dihasilkan oleh tanaman) yang menyebabkan buah matang. Kita sekarang tahu bahwa etilena yang menyebabkan efek bagi beberapa tanaman. Dalam berbagai tahapan tanaman, bagian tanaman dapat menghasilkan etilena untuk membantu mengatur pertumbuhan dan perkembangan faktor-faktor penting yang diperlukan.

Saat ini petani buah komersila secara teratur dapat mengatur pematangan buah hasil tanaman mereka dengan mengguna etilena yang dipersiapkan untuk dijual pada waktu yang dikehendaki. Anda pun dapat melakukannya juga. Tempatkan irisan apel matang dalam kantong plastik pisang mentah, dan akan mempercepat pematangan buah pisang seperti yang diharapkan. Gunakan trik itu, dan Anda memiliki hubungan kepada Amos, yang melukai buah ara agar menghasilkan etilen untuk meningkatkan pematangan.

Berhembuslah kepada saya, napas Allah, dewasakan hubungan saya dengan-Mu sehingga buah-buah Roh saya akan matang menjadi karya yang baik bagi-Mu.



Selasa, 26 Mei 2015

Renungan Pagi 27 Mei 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

27   Mei  2015

Lebih Tua dan Lebih Bijaksana

“Pikirku: Biarlah yang sudah lanjut usianya berbicara, dan yang sudah banyak tahunnya memaparkan hikmat” (Ayub 32:7).

Apakah benar bahwa orang yang lebih tua lebih bijaksana? Dulunya saya tidak setuju dengan itu. Tetapi sekarang saya memiliki tiga anak remaja yang memanggil saya “Kakek” saya sudah berubah pikiran. Ini pasti benar. Ketika Anda membaca argumen Elihu muda kepada Ayub (Ayub 32: 6- 10), ia beranggapan bahwa orang tua harus bijaksana – tetapi itu bukan jaminan. Roh Allahlah yang mengajarkan kebijaksanaan. Jadi, Elihu menyimpulkan, meskipun ia masih muda, ia akan berbagi gagasan pemikiran. Jadi, siapakah yang paling bijaksana?

Saya kira itu tergantung bagaimana Anda mendefenisikan kebijaksanaan. Jika Anda menganggapnya sebagai keahlian untuk mengirimkan pesan teks, bagaimana menggunakan remote TV, bagaimana menemukan informasi di internet, atau bagaimana mengirim laporan dalam pesan surel Anda, maka kaum muda yang memilikinya. Tetapi hal ini  bukan hanya sekedar keahlian.

Sebuah kelompok riset di University of Michigan berusaha untuk menentukan siapa yang memiliki keunggulan dalam hal kebijaksana. Apakah kaum anak-anak, ataukah kaum yang tua? Kebijaksanaan yang mereka defenisikan bukan berpusat pada teknologi namun lebih kepada memahami dan mengelola hubungan antarsesama. Alasan mereka, orang yang lebih bijal adalah orang-orang terbaik  yang bisa mengatasi perubahan dan ketidakpastian dalam hidup mereka dengan terbaik, seperti konflik hidup, perbedaan pendapat yang tak terduga, dan impian yang hancur. Data yang mereka kumpulkan dari berbagai kelompok social ekonomi, kelompok etnis, dan penyebaran tingkat pendidikan yang luas, dan IQ menunjukkan bahwa usia mengalahkan semua faktor dan memang memberikan keunggulan yang signifikan bagi mereka yang lebih tua. Dari awal penelitian selama bertahun-tahun ini, tim peneliti berpikir bahwa mereka akan menemukan keuntungan karena faktor usia.tetapi seperti sering terjadi dalam penelitian, mereka terkejut betapa kuatnya faktor usia itu.

Walaupun penelitian itu menganjurkan agar sementara kita semua dapat belajar dari satu sama lain, namun kita perlu memberikan perhatian khusus terhadap nasihat orang tua kita, terutama ketika melibatkan hubungan dan hal-hal yang berhubungan dengan hati. Ketika nenek menasihatkan bahwa bukan ide yang baik bagi orang-orang muda untuk memberikan hati dan tubuh kepada pacar dengan wajah berjerawat, dia mungkin benar. Ketika kakek mengamati bahwa mungkin tidak begitu tragis jika kehilangan pekerjaan yang disukai, karena itu membuat Anda bebas untuk mendapatkansesuatu yang lebih baik, mungkin saja dia benar. Orang-orang muda mendengarkandengan baik dan cermat apa yang dikatakan orang tua mereka. Riset ilmiah dan Alkitab adalah satu.

Terlalu sering, Tuhan, saya yakin bahwa saran orang lainyang diberikan kepada saya adalah salah. Bantulah saya, Bapa, untuk mendengar suara-Mu melalui orang-orang saleh yang berpengalaman


Senin, 25 Mei 2015

Renungan Pagi 26 Mei 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”

26   Mei  2015

Jaring Laba-Laba

“Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan” (Hosea 11: 4).

Tak diragukan lagi Anda pernah mengamati seekor laba-laba sedang menarik sutera dari abdomennya menggunakan kaki belakangnya sementara membangun jarring. Jika Anda belum melihatnya akhir-akhir ini, cobalah selama beberapa menit dengan seksama dan tenang untuk melihat proses yang menarik itu. Dari ribuan jenis laba-laba, sebagian besar laba-laba akan membuat jarring. Ilmuwan telah mengkalsifikasikan jarring menjadi sekitar enam jenis yang berbeda, tergantung pada siapa yang memutuskan. Bentuk jarring laba-laba memiliki beberapa pasang pipa semprot yang membentuk nozel atau pemintal di ujung perut mereka, masing-masing pemintal melayani sebagai bagian kelenjar luar. Kebanyakan laba-laba yang membuat sutera memiliki tiga pasang pemintal, meskipun  beberapa memiliki empat atau mungkin hanya satu pasang, tergantung pada berapa banyak jenis sutra yang mereka buat.

Saya seorang mahasiswa saya menemukan laba-laba merajut lima jenis sutera, ketika ia mengumpulkan helai demi helai jarring laba-laba untuk pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron. Tergantung pada jenis sutera yang dibutuhkan laba-laba pada saat itu, maka laba-laba dapat menghasilkan sutera dengan berbagai tingkat ketangguhan, kelenturan, dan kerengangan. Sebagai contoh, sutera jalur lurus pada sarang laba-laba adalah keras dan tangguh. Mengambil sutera ini tidak hanya sulit, tapi lengket, dan lentur juga. Telur karang sutera adalah yang paling lentur. Dan sutera yang digunakan untuk menjaring serangga, beberapa kali sedikit lebih kuat daripada sutera jalur lurus.

Jadi, dari manakah sutera terbuat? Seberapa kuatkah itu? Jawaban tergantung pada spesies laba-laba yang lita bicarakan dari 40.000 spesies. Susunan kimiawi sutera sangat kompleks. Secara umum, sutera itu adalah protein yang mengulangi  segmen yang serupa dari stuktur kristal yang diselang-selingi segmen berstuktur sederhana dan tanpa stuktur. Jalinan kedua  segmen itu akan menghasilkan kekuatan besar  bagi sutera laba-laba. Hal ini membuat sutera itu jauh lebih kuat daripada baja kualitas tinggi dalam ukuran yang sama dan sekuat Kevlar, meskipun bobotnya lebih ringan. Dan jarring laba-laba dapat merengang hingga 140 persen panjangnya tanpa putus. Seperti yang dapat Anda bayangkan, proses berputar filament  ajaib ini benar-benar menakjubkan. Banyak kelenjar yang bekerja  sama karena ditarik keluar ke udara. Para insinyur mempelajari sutera laba-laba untuk mempelajari bagiamana membuat serat buatan tanpa polusi dan sedikit menggunakan energi. Kita hanya bayi dalam pemahaman ini.

Engkau telah mengikat saya kepada-Mu, Tuhan, dengan tali cinta yang tidak membiarkan saya pergi. Saya percaya bahwa Engkau menggunakan teknologi yang lebih baik bagi ikatan kasih saya.