Rabu, 22 Oktober 2014

Renungan Pagi 23 Oktober 2014




Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 23  Oktober   2014
               
PEREKRUTAN (BAGIAN 1)

“Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperi embun” (Mazmur 110:3).

Stephen Ambroso, penulis biografi Jendral Dwight D. Eisenhower, menjelaskan bagaimana Eisenhower dengan sengaja memilih pasukan muda tak berpengalaman namun amat terlatih untuk penyerangan Normandy (D-Day) pada Perang Dunia II. Ia mengetahui bahwa para tentara yang sudah berpengalaman adalah para tentara penakut, setelah belajar dari pengalaman tentang apa yang bisa dilakukan sebuah peluru. Sementara, pasukan muda, penuh dengan semangat muda, jauh lebih bersedia maju ke dalam api yang meremukkan. Ambrose mengamati bahwa ada sesuatu yang harus dikatakan tentang yang tak berpengalaman.

Dalam satu baris yang menggugah, Mazmur 110 menggambarkan tentara yang direkrut Mesias untuk misi Ilahi-Nya. Dan sebagaimana dinyatakan ayat hari ini, yang direkrut itu orang muda: “Pada hari tentaramu [Mesias]… dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.” Sungguh calon yang menjanjikan! Hidup seperti kita ditepi kekekalan, perkataan nubuatan kuno itu merupakan suatu ramalan bahwa pada pertahanan terakhir Mesias di bumi, seperti embun pagi orang muda akan berpasukan bagi Dia. Saya suka janji itu! Mendapatkan kehormatan menyaksikan orang muda dewasa begitu dekat di kampus universitas – ribuan dari mereka selama bertahun-tahun – saya dengan rendah hati berharap menguji hikmat dari Mesias mau merekrut kaum muda. Perpaduan idealism mereka yang menyegarkan dengan realism pintar generasi ini, kombinasi dari penjelasan pemahaman mereka dengan suatu keinginan kuat untuk bertekad pada sesuatu yang pantas dipertahankan sampai mati, menciptakan satu pasukan muda berpotensi dan sudah terlatih siap untuk dikerahkan.

Tidak heran satu abad silam perkataan ini dituliskan: “Dengan pasukan pekerja seperti kaum muda kita, yang dengan benar dilatih, bisa berperan serta terhadap seberapa cepatnya pekabaran Juruselamat yang telah disalibkan, dibangkitkan, dan akan segera datang dapat disampaikan ke seluruh dunia! Betapa segeranya kesudahan itu tiba – akhir dari penderitaan dan kesedihan dan dosa!” (Education, hlm.271).

Anda lihat, itu memang benar. Para jendral yang bijak telah belajar bahwa bilamana Anda berada dalam suatu peperangan, pasukan yang muda, tak berpengalaman, tetapi sangat terlatih adalah orang-orang yang Anda pilih untuk maju di barisan depan, jika Anda ingin mempercepat misi Anda dan menyelesaikannya dengan penuh keberhasilan. Jendral Eisenhower mempunyai tujuan. Begitu pula Mesias. Dan umat pilihan juga haruslah seperti itu – sekarang lebih dari sebelumnya – kaum muda!



Selasa, 21 Oktober 2014

Renungan Pagi 22 Oktober 2014




Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 22  Oktober   2014
               
JANJI PERTEMUA BESAR

“Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku” (Yehezkiel 33:7).

Abraham Lincoln pernah bersenda gurau bahwa orang-orang yang menyombongkan nenek moyang mereka seperti landang kentang – bagian terbaiknya ada di bawah tanah. Mungkinkah itu berlaku bagi kita yang adalah para pewaris pergerakkan Miller yang giat bagi kedatangan Kristus kembali? Sekilas melihat kalender mengigatkan kita bahwa 168 tahun yang lalu saat seperti ini, pria, wanita, dan anak-anak di daerah pesisir Timur Amerika Serikat, berkumpul di kamar-kamar dan dapur, di ladang dan gudang serta temapt-tempat ibadah – berkumpul bersama mereka yang dikasihi dalam penantian yang khidmat tetapi penuh sukacita bahwa antara saat ini dan tengah malam nanti Yesus akan datang. Bagaimanakah bila Anda dan saya mempercayai  itu sekarang juga? Dapatkah Anda membayangkan getar pengharapan  dan ketidakpastian yang menggelisahkan yang akan memenuhi hati kita sambil melihat-lihat jam dan menunggu?

Ayat kita hari ini adalah perintah yang menyala-nyala yang tidak bisa ditawar-tawar  oleh petani Baptis, dan pelajar Alkitab William Miller. Selama 13 tahun lamanya di rumah pertaniannya Low Hampton, New York ia telah mengolah angka-angka nubuatan maju mundur untuk memastikan logika  dan integritas dari penelitiannya. Dan setiap kali perhitungannya kembali kepada kesimpulan yang sama – Kristus akan kembali pada pertengahan tahun 1840-an. Bukankah ia seharusnya menyuarakan peringatan itu? Tetapi bagaimana bisa dia, seorang petani desa? “Ketika sedang melakukan pekerjaan,“ katanya. “hal tersebut terus mengiang di telinga saya, ‘Pergi dan kabarkan kepada dunia tentang bahayanya’ … saya merasa bahwa jika orang jahat bisa secara efektif diperingatkan, banyak dari merka akan bertobat ; dan jika mereka tidak diperingatkan, maka darah mereka akan dituntut dari tanganku” (The Great Controversy, hlm. 330). Pergumulan batin itu demikian hebat sehingga akhirnya pada bulan Agustus  1831 Miller berjanji kepada Allah bahwa jika dia menerima satu undangan untuk menyampaikan kesimpulannya yang dramatis dari nubuatan, maka ia akan menerimanya. Dalam hitungan menit satu ketukan di pintu membawa sebuah undangan. Pria itu pun kemudian menuntun suatu kabangunan rohani yang terbesar dalam sejarah Amerika, dengan puluhan ribu orang yang bersemangat menantikan kedatangan Yesus kembali pada tanggal 22 Oktober 1844.

Tetapi mereka keliru. Mungkinkah sebagai anak-anak rohani mereka, kita telah dipanggil untuk mengalami kesungguh-sungguhan, misi, hasrat yang sama bagi Yesus yang sama? Mungkinkah bahwa kekecewaan mereka adalah janji temu kita untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai?



Senin, 20 Oktober 2014

Renungan Pagi 21 Oktober 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 21  Oktober   2014
               
SENDIRIAN DI RUMAH?

“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!” (Pengkhotbah 12:1).

Apakah Anda mengetahui bahwa 75 persen semua orang Kristen di Afrika sekarang ini menerima Kristus sebelum usia 14 tahun? Tiga dari setiap empat pria dan wanita yang mengaku nama Kristus memilih Dia untuk menjadi Juruselamat adalah pada waktu antara kelahiran dan usia 13 tahun. Itu artinya: (1) Sasaran kelompok yang paling subur dan berterima bagi semua upaya kerohanian adalah sebelum seorang anak berusia 14 tahun; (2) Angka penginjilan paling sukses di bumi adalah di tengah anak-anak melek huruf di muka bumi; dan (3) Investasi paling nyata yang bisa dibuat gereja adalah mencurahkan sumber dayanya ke dalam kehidupan anak-anak mudanya. Mungkinkah itu sebabnya mengapa kerajaan terang maupun kerajaan kegelapan menanam saham begitu kuat kepada anak-anak kita?

Di dalam bukunya Transforming Children Into Spiritual Champions: Why Children Should Be Your Church’s # 1 Priority. George Barna, ahli demografi Kristen, menyusun suatu profil statistic anak muda Amerika yang menarik. Berikut sampelnya: dari 31 juta anak-anak pada rentan usia 5 sampai 12 tahun, sekitar emapt dari lima orang menggunakan computer secara teratur di sekolah; anak-anak berusia  antara 2 dan 7 rata-rata hamper 25 jam perminggu melihat masss media, dengan angka melonjak sampai 48 jam seminggu bagi usia 8 sampai 13 tahun. Sekitar 40 persen dari semua praremaja mengaku tidak memiliki teladan; ketika menyebut 3 orang paling penting di dunia bagi mereka, hanya satu dari tiga orang yang menyebutkan seorang ibu atau ayah; mesku begitu, sembilan dari 10 dari mereka berkata akur dengan orangtuanya; dan sepertiga dari yang berusia 8 sampai 12 tahun berkata mereka ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama ibu mereka.

Namun pertimbangan kesimpulan Barna yang paling mengejutkan: “Kami menemukan bahwa kemungkinannya seseorang menerima Yesus sebagai Juruselamatnya adalah 32 persen bagi mereka yang berusia 5 tahun dan 12 tahun; 4 persen bagi mereka pada rentan usia 13 sampai 18 tanun; dan 6 persen bagi mereka yang berusia 19 tahun ke atas. Dengan kata lain, jika orang tidak menerima Yesus ssebagai Juruselamat sebelum usia remaja, kemungkinan melakukannya adalah bagi anak-anak.

Barna bukanlah Salomo. Tetapi mereka berdua menegaskan kenyataan yang sama. Bagi Allah dan iman, hari-hari terbaik , masa kanak-kanak yang polos dan bahagia adalah masa penting surga untuk menetapkan suatu hubungan kekal bersama Allah dan Pencipta yang kita kasihi. Kita boleh menjelajah dunia mencari Kristus, tetapi sementara itu misi terbesar kita dan yang paling sukses, menantikan kita  di rumah.


Minggu, 19 Oktober 2014

Renungan Pagi 20 Oktober 2014



 Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 20  Oktober   2014
               
BINTANG BERSINAR ATAS ISLAM (BAGIAN 4)

“Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain, tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya” (Roma 15 : 20, 21).

Jadi apakah yang akan kita lakukan, bagaimana kita akan merespons? Pertama, kita bisa menolak  bahasa meremehkan dan mencaci maki yang diadopsi beberapa orang Barat. Julukan “Islamofascists” merendahkan seluruh bangsa dan agama hanya karena suatu minoritas radikal. Bagaimanakah perasaan kita kalau seseorang membuat kata ‘Christofascists” dan  Adventistofacists?” Setiap agama memiliki minoritas fanatiknya. Tetapi menyebut satu agama  itu berasal dari Setan karena kaum ekstremis, itu tidak mewakili aturan emas Kristen.

Kedua, ada satu komunitas iman di bumi yang di tempatkan untuk menjembatani seruan akhir Allah kepada ketiga agama monoteis. Komunikasi ini ditempatkan untuk menjangkau dunia Kristen, karena komunitas iman ini adalah jantung Kekristenan yang dipulihkan kembali dalam semua kebenaran Alkitab. Komunitas ini ditempatkan untuk menjangkau dunia Yahudi, karena komunitas iman ini esensialnya Yudaisme bersama Mesias. Dan komunitas iman yang sama ini ditempatkan untuk menjangkau Islam – karena bersama Muslim, komunitas ini menaati Allah Abraham dan ajaran-ajaran-Nya dalam Kitab Suci; bersama mereka menjunjung tinggi bait kudus tubuh Allah, di mana tidak ada daging babi atau alkohol; bersama mereka menolak tunduk kepada berhala-berhala; bersama mereka melayani orang miskin di bumi dalam perbuatan kemurahan; bersama mereka dengan giat doa pagi, siang dan malam kepada Allah; dan bersama mereka mengakui penghakiman akhir Allah yang besar di mana Yesus dari Nazaret akan kembali. Orang-orang Advent telah dibangkitkan oleh Allah di masa seperti ini, sebagai suatu jembatan penting kepada ketiga komunitas monoteis.

Ketiga, mari kita berdoa bagi wilayah Islam agar suatu hari kelak direncanakan pancaran kemuliaan Ilahi . sekarang itu akan menjawab doa-doa kita sendiri, yaitu menjadi para pembangun jembatan antara budaya bagi Allah  di sebuah komunitas Muslim di suatu tempat di bumi. Yang lain dari kita akan menyediakan dukungan keuangan untuk organisasi-organisasi yang berusaha dengan penuh keterampilan dan kepekaan menyampaikan “Injil kekal” itu. Ambisi Paulus dalam ayat hari ini berani dan jelas – tidak apa-apa penuh semangat menebarkan kebenaran Allah kepada semua orang!

Sabtu, 18 Oktober 2014

Renungan Pagi 19 Oktober 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 19  Oktober   2014
               
BINTANG BERSINAR ATAS ISLAM (BAGIAN 3)

“Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dujual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh sykal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir” (Kejadian 37:28).

Apakah Ismael ada dalam nubuatan Alkitab? Marhin Luther percaya demikian. Begitu pula Isaac Newton, John Wesley, Joseph Mede, Uriah Smith, dan J.N. Andrews – beberapa tokoh lainnya. Itulah landasan penafsiran sejarah Wahyu 9 yang melihat kekuatan Islam sebagai penghakiman yang dituntun Ilahi melawan kemurtadan gereja dan bangsa-bangsa dari zaman Kegelapan. Betapa strategisnya anak-anak Ismael dalam rencana induk Ilahi.

Ayat hari ini memetik momen yang menghancurkan hati ketika saudara-saudara Yusuf yang iri hati mengangkat dia keluar dari lubang dan menjual dia sebagai seorang budak, bukannya membunuh dia. Dan siapakah para pedagang yang datang melintas dalam rombongan kafilahnya? Orang-orang Ismael – yang Allah gunakan untuk membawa Yusuf ke Mesir dan suatu masa depan yang akan mengakibatkan keselamatan umat-Nya. Bagaimanakah Yusuf mengatakannya kepada saudara-saudaranya, ketika sebagai seorang gubernur, mengungkapkan dirinya kepada mereka? “Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong” (Kej. 45:7). Tak diketahui oleh semua orang, orang-orang Ismael tadi adalah para agen Ilahi untuk memelihara suatu umat sisa.

Kisah nomor dua mengenai orang-orang bijak yang baik dalam Injil Natal. Mereka adalah para agen yang dituntun Ilahi untuk menarik perhatian komunitas iman kepada kedatangan Mesias. Orang-orang Majus itu adalah anak-anak dari Timur. Apakah itu suatu kebetulan kalau Allah telah menggunakan keturunan Ismael membantu Dia dalam memelihara kebenaran?

Kisah nomor tiga di luar Alkitab. Pada tahun 1529, tepat ketika Kaisar Charles V sedang menggiring pangeran Jerman (yang pada tahun itu memegang nama “Protestan”) untuk menghancurkan pemberontakan rohani mereka melawan pimpinan gereja Roma, tiba-tiba pasukan Ottoman Turki maju ke gerbang Vienna, dan sang kaisar dipaksa untuk membatalkan upayanya menghancurkan Reformasi yang masih baru itu. Suatu kebetulan… atau campur tangan Ilahi, cukup lama bagi Reformasi menyala hebat begitu orang-orang Turki telah mundur?

Mungkinkah anak-anak Abraham melalui putranya Ismael memiliki tempat istimewa dalam hati Allah dan suatu peran unik dalam sejarah bumi? Mungkinkah sekarang mereka menyediakan suatu jendela penting sekali lagi? Tentu saja misi umat pilihan harus merangkul kaum Muslim juga.