Kamis, 30 Oktober 2014

Renungan Pagi 31 Oktober 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 31  Oktober   2014

DOA YABES

“Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malepetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu”’ (1 Tawarikh 4:10).

Bila ayat hari ini benar, dan Allah memang benar-benar sangat besar dalam menyelamatkan orang-orang berdosa, maka bukankah anak-anak Allah seperti Anda dan saya harus besar menyelamatkan mereka juga?

Bruce Wilkinson, yang menulis Beyond Jabez. Merujuk kepada penglihatan Yohanes tentang surga yang dipenuhi dengan begitu banyak orang berdosa yang telah diselamatkan sehingga tidak seorang pun bisa menghitungnya, Wilkinson membuat permohonan mengharukan ini : “Allah telah memperlihatkan kepada kita bagaimana kisah kita berakhir- dengan orang- orang yang tak terhitung banyaknya dari segala bangsa di bumi berseru nyaring dengan penuh sukacita kepada Allah [ Why. 7:9,10]. Bagian mimpi Allah yang mana yang dikaitkan dengan nasb Anda ?” (hlm.108). Sesungguhnya- Anda memiliki satu takdir, dan Allah memiliki sebuah mimpi. Dan sasaran besar kehidupan yang disejajarkan dengan nasib kita dengan mimpi –Nya. Apa pun pilihan karier Anda, perkerjaan apa pun yang Anda miliki dan saya- nasib kita tak pernah berubah. Wilkinson melanjutkan : “Pikiran saja mperbedaan apakah yang bisa Anda buat dalam banyak kehidupan jika Anda berdoa dengan sungguh-sungguh dan dengan setia meminta wilayah yang diperluas dari Allah, bagi Allah. Bayangkan perekanan Ilahi yang penuh keajaiban yang akan mengembangkan permohonan Anda, Biar aku wujudkan lebih banyak bagimu. Dengan kemampuan kekal-Nya dan kesediaan Anda, Ia dapat melakukan apa saja” (Idem).

Tapi Anda berkata, “Oh, itu hanya penulis karya terlaris yang memenuhi satu halaman dengan kata-kata.” Kalau begitu pertimbangkan baris dari The Desire of Ages berikut : “Tidak ada batasan kepada kegunaan seseorang yang dengan menyisihkan dirinya sendiri, memberikan ruangan bagi perkerjaan Roh Kudus dalam hatinya, dan menjalani suatu kehidupan yang sepenuhnya diabdikan kepada Allah” (hlm. 250,251). Apakah Anda percaya itu?

Jadi, marilah kita akhiri bulan ini dengan satu pertanyaan sederhana- ya atau tidak. (1) Oleh karena kasih karunia Allah, apakah Anda ingin berada di tengah rombongan orang-orang di surge yang tak terhitung jumlahnya? Dan (2) Oleh karena kasih karunia Allah, apakah Anda ingin membantu Dia menambahkan orang-orang  kepada rombongan itu suatu hari kelak? Bagaimanakah kita bisa menolak kepada salh satunya? Kalau begitu oleh karena kasih karunia Allah di Kalvari, mari kita menyingsingkan lengan bajju dan pergi bagi Dia!
               

Rabu, 29 Oktober 2014

Renungan Pagi 30 Oktober 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 30  Oktober   2014
               
JURU LELANG ILAHI

“Lalu ia berkata:’Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau aka nada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus’” (Lukas 23: 42, 43).

Mereka yang sering melelang memberitahu saya bahwa Anda sebaiknya serius bila duduk di tengah suara gaduh pelelangan. Garuk kepala Anda atau bahkan angkat jari kecil Anda dan sang juru lelang yang bermata elang bisa mengetahui gerakan Anda dan menyatakan barang itu “’Terjual!” kepada Anda di tempat. Apakah Allah seperti itu juga?

Ada seorang anggota jemaat, seorang wanita ramah yang sering bertanya bagaimana kabar kami. Pada hari-hari Sabat ia bersama keluarganya akan menyapa saya. Beberapa Sabat kemudian dia lewat dengan aroma alkohol pada napasnya. Minggu berikutnya saya pergi melawat ke rumahnya. Dia sedang berada di kebunnya, dan kami melihat-lihat sebentar. Kemudian saya bertanya, “Sudah berapa lama AQnda bergumul dengan alkohol?” Pandangannya surut, dan ia menganggukkan kepalanya. Suatu Minggu petang suaminya menelepon member kabar bahwa istrinya itu berada di ruang rawat intesif rumah sakit- gagal hati karena alkohol. Saya bergegas ke dalam kamarnya. Lemah dan letih, ia tidak bisa banyak berbicara. Kami bertiga berdoa. Tidak lama kemudian, ia meninggal dunia.

Keluarga itu meminta pelayanan pemakaman yang pribadi. Salah seorang anak mendatangi saya: “Kami kira Anda harus mengetahui bagaimana Ibu meninggal dunia.” Setelah ia jatuh ke dalam keadaan koma, ada satu momen pada malam hari ketika ia datang kepada saya. Melihat anak-anak di sekitarnya, ia berbisik, “Maukah engkau menyanyikan lagu-lagu tentang Yesus?” Maka dengan air mata mereka melakukannya. Ibu tersenyum sedikit sambil mendengarkan. Beberapa saat kemudian ia jatuh kembali ke dalam keadaan tak sadarkan diri dan meninggal dunia. Tetapi dalam permintaan terakhirnya untuk mendengarkan sekali lagi laug-lagu tentang Yesus, keluarga itu mendapatkan penghiburan yang besar.

Begitulah sementara saya melaju pulang dari pemakamannya. Saya membanyangkan Dia, sang Juru Lelang Ilahi, membungkuk rendah, membunguk rendah – tanpa bernapas melihat-lihat adakah  sedikit pun tanda bahwa putra-putri-Nya yang pad ajam kesebelas menginginkan keselamatan-Nya. Dan ketika ia bangkit, sebagaimana dahulu, jari kecilnya ke arah  langit, Ia berseru dengan kegembiraan yang tidak akan pernah kita cukup pahami, “Terjual kepada anak saya di tempat tidur di rumah sakit!” Sama seperti pencuri di salib. Adakah keheranan kalau Firdaus itu akan penuh ? Dan adakah keheranan kalau misi kita itu begitu mendesak? Dalam jam kesebelas ini kita harus menjangkau bagi Dia.   

Selasa, 28 Oktober 2014

Renungan Pagi 29 Oktober 2014

Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 29  Oktober   2014
               
ALLAH JAM KESEBELAS 

“Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?.... Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku menaruh hati? (Matius 20 : 13-15).

Satu kali seorang petani memerlukan pekerja harian untuk membantu dia memanen kebun anggurnya yang luas. Jadi dini pagi hari ia naik ke truknya yang sudah using dan melaju ke sudut kota di mana para pendatang yang memerlukan pekerjaan berkumpul. “Kalian menginginkan pekerjaan? Mari naik. Saya akan membayar kalian upah yang sedang berlaku untuk 12 jam.” Sang petani  pun mengendarainya truknya yang kini dipenuhi dengan para pekerja. Maka kembalilah ia ke jalan tadi. Dalam waktu singkat satu truk penuh pekerja pendatang bergabung dengan kru tadi. Tiga jam berikutnya, sang petani ini tidak akan selesai. Jadi ia kembali ke kota. Akhirnya, satu jam sebelum gelap sang petani mengeluh, “Saya harus mendapatkan lebih banyak bantuan – atau kami tidak akan menyelesaikan ini!” Dan ketika ia bergegas kembali ke kota ia melihat masih banyak pendatang berharap mendapatkan pekerjaan. “Ayo naik, teman-teman! Saya memerlukan pertolongan, dan saya akan membayar kalian sepantasnya! Petang itu ketika pekerjaan menuai selama 12 jam usai, sang petani menyuruh akuntannya untuk mulai dengan pekerja yang paling terakhir dipekerjakan dan membayarnya. Dengan mata terkejut dan mulut ternganga para pekerja pendatang jam kesebelas itu menyaksikan sang akuntan menghitung upah satu hari penuh bagi mereka! Dengan riang gembira, para pekerja yang ada di ladang sejak matahari terbit melakukan perhitungan dan menyimpulkan bahwa mereka akan mendapat upah besar hari itu. Namun ketika mereka melangkah maju ke kotak uang, mereka dibayarkan dengan jumlah yang sama seperti yang lainnya. Tempat itu jadi rebut dengan suara-suara marah. Yesus menaruh kata-kata hari ini dalam mulut sang petani, dan baris pokoknya yang menarik perhatian kita: “Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20: 15).

Apakah kita iri hati karena Allah itu begitu murah hati? Bagaimana lagi Anda dapat menjelaskan Allah ini yang mengatakan, “Datanglah kepada-Ku pada jam terakhir kehidupanmu, dan Aku akan memberikan upah yang sama yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang  berjalan bersama Aku sepanjang hidupnya?” Tidak heran ketika Allah melakukan aritmatika keselamatan, Anda bahkan tidak dapat menghitung angkanya. Itulah sebabnya mengapa ketika Allah menggerakkan umat pilihan, Ia menggerakkan hati mereka untuk menjadi murah hati sebagaimana Dia.




Senin, 27 Oktober 2014

Renungan Pagi 28 Oktober 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 28  Oktober   2014
               
AKANKAH KITA BERBICARA BAHASA CHINA SURGA?

“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri dihadapan takhta dan dihadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka” (Wahyu 7:9).

Satu dari setiap penduduk bumi tinggal di China – 1,3 miliar manusia berbahasa China. (Dari sepertinya kita tenggelam di dalam setengah dari jumlah mereka di lalu lintas Shanghai!) Begini, jika Allah memutuskan untuk menyelamatkan China, pasti kita berbahsa China di surge, karena ada lebih banyak orang China di muka bumi daripada yang lain. Tetapi, beberapa orang bertanya-tanya, akankah Allah menyelamatkan China? Bisakah Dia?

Ketika Yohanes yang lanjut usia diperlihatkan pemandangan dari surge yang akan datang, apakah Anda memperlihatkan berapa banyak disebutkan ayat hari ini, yang aka nada disana? “Aku melihat: Sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya” (Wah. 7:9). Kata Yunani “menghitung” adalah arithmesai,asal kata “aritmatika.” Yohanes mengatakan, “Aku melihat begitu banyak orang di surga sehingga tidak seorang pun dapat melakukan aritmatika pada mereka!” Jadi berapa banyakkah itu? Nah, pastilah lebih dari angka terbesar dari yang disebutkan Yohanes dalam Wahyu, bukan? Sebagaimana dicatat oleh Dan Smith dalam bukunya Lord, I Have a Questions, angka itu tampak dua pasal berikutnya, di mana Yohanes menggambarkan suatu lascar terdiri dari 200 juta pasukan berkuda (Wah. 9:16). Tetapi di sini, Yohanes berkata jumlahnya begitu banyak, tak terhitung. Intinya? Ketika Allah melakukan aritmatika keselamatan, Anda tidak bisa mulai menghitung angka-Nya!

Mungkinkah itu masalah kita? Bertahun-tahun yang lalu J. B. Phillips menulis sebuah buku berjudul Your God Is Too Small. Apakah Dia terlalu kecil untuk mengatasi angka yang besar? Yunus mengira demikian. Ingat bagaimana Allah mengingatkan sang nabi yang marah itu bahwa “Niniwe, kota yang besar itu, yang berp[enduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri” (Yun. 4:11)? Siapakah yang tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri? Mengapa, seorang anak kecil berusia 2 tahun tentu saja! Jadi jika Niniwe memiliki 120.000 anak kecil, tambah remaja,tambah orang dewasa, dan lanjut usia, maka populasi mereka antara 600.000 dan 2 juta. “Aku tidak bisa membinasakan sebanyak itu!” Allah berkata. Maka sebagai gantinya Ia menyelamatkan mereka. Dengan Allah yang seperti itu, apakah heran kalau Yohanes tidak bisa menghitung jumlah umat yang ditebus di surga?




Minggu, 26 Oktober 2014

Renungan Pagi 27 Oktober 2014



 Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 27  Oktober   2014
               
PEREKRUTAN (BAGIAN 5)

“Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji” (Mazmur 71:5, 6).

Bagaimanakah kita bisa merekrut kaum muda untuk mobilisasi Mesias Daftar kita berlanjut.

5.Lakukan pelayanan bersama mereka  dalam gereja. Sudah begitu sejak permulaan, bukan? Ketika kita masih kanak-kanak, masa  lalu kesukaan kita adalah mengikut di belakang ayah dan ibu kita dan dengan mata terbuka lebar  (dan dengan ingatan yang amat kuat) melihat mereka menyemir sepatu itu atau memperbaiki mesin. Dan kita hampir bersorak kegirangan ketika orangtua kita benar-benar mengajak kita memutar sekrup atau mengecat. Begitulah kita belajar selama ini. Dan begitu juga dengan pelayanan.  Ajak kaum muda untuk bergabung bersama Anda memimpin pelayanan kepada anak-anak . Mintalah mereka membantu diaken. Para pendidik di seluruh dunia akan memberitahu Anda bahwa pengajaran terbaik adalah dengan memberi  contoh

6. Lakukan pelayanan barsama mereka dalam komunitas. Menurut Ed Stetzer, 66 persen kaum muda gereja dan 47 persen kaum muda gereja dan 47 persen kaum muda yang tak bergereja “menganggap kesempatan untuk memenuhi kebutuhan orang lain (local maupun global) sangat penting dalam kehidupan mereka” (hlm. 111). Maksudnya, mereka itu amat bergairah membuat suatu perbedaan di balik dinding-dinding gereja. Pelayanan kepada orang miskin dan yang terlantar?  Berikan kaum muda yang Anda kenal suatu keesempatan untuk bergabung dengan Anda dalam memulai suatu pelayanan komunitas baru. Kunci efektifnya, ingat, adalah melakukannya bersama-sama. Kita terkagum-kagum pada betapa bersemangatnya kaum muda mau bergabung dengan kita dalam misi kota di sekitar kita.

7.Relalah untuk melayani mereka sebelum memasuki usia remaja. Sebagaimana kita bahas beberapa hari yang lalu, George Barna telah menemukan masa paling banyak menghasilkan buah untuk menuntun seseorang kepada Yesus adalah antara 5 dan 12 tahun. Jadi jangan tunggu untuk melayani kaum muda sampai mereka dewasa. Menangkan hati mereka jauh-jauh  hari, bentuk pikiran mereka selagi kanak-kanak. Mobilisasi kesediaan mereka yang bersemangat untuk melayani Tuhan ketika masih muda.

“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu” (Pkh. 12:1). Tetapi mari kita tukar kedua kata itu. “Ingatlah akan masa mudamu pada masa Penciptamu.” Segenap surga bersiaga menggerakkan kaum muda . Jadi ingatlah karena Allah memerlukan mereka, dia terutama memerlukan Anda.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Renungan Pagi 26 Oktober 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 26  Oktober   2014
               
PEREKRUTAN (BAGIAN 4)

“Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya, dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!” (Mazmur 144:12).

Jadi bagaimanakah kita bisa menggerakkan generasi muda dalam komunitas umat pilihan ini? Berikut tujuh cara sederhana membuat perbedaan rohani dalam kehidupan kaum muda.

1.Mintalah Allah untuk membuat Anda menjadi aeorang penasihat bagi mereka. Dalam bukunya Lost and Found: The Younger Unchurched and the Churches That Reach Them, Ed Stetzer mengingatkan kita: “Terlalu banyak orang muda sekarang ini tidak memiliki seorang pun untuk berpaling ketika tiba pada pertanyaan-pertanyaan sulit dalam hidup (iman, pernikahan, kehidupan, dan pekerjaan) dan juga pertanyaan-pertanyaan praktis kehidupan (mengubah minyak saya, menyiapkan pajak saya, membuat anggaran kerja, menyusun riwayat hidup)…. Gereja-gereja yang menghubungkan generasi-generasi dapat menjadi kumpulan orang percaya yang menyenagkan, yang menghormati satu sama lain dalam setiap bidang kehidupan jemaat” (hlm. 134, 135).

2.Terlibatlah lebih jauh bersama mereka. Kita keliru mengasumsikan orang muda itu tidak tertarik dalam pemikiran serius dan kebenaran – “kedangkalan.” Mereka ingin berpikir dengan dalam. Jadi bukalah rumah Anda pada jumat petang kepada mereka dan bagikan pelajaran Alkitab gaya kuno. Ajak mereka bergabung dengan kelas sekolah Sabat Anda.

3.Praktikkan nilai-nilai Anda kepada mereka. Kita bodoh bila kita berpikir kalau kita harus berpakaian, berbicara, berprilaku seperti mereka supaya bisa mempengaruhi mereka. Justru sebaliknya. Mereka ingin menjadi  “orangtua zaman dulu” yang dengan fasih  mengatakan keyakinan kuat dan meneladaninya. Pada satu survey besar, tujuh dari 10 orang berkata kita tidak perlu menirukan musik mereka untuk menarik minat mereka. Pertahankan nilai-nilai Anda dan menangkan hati mereka.

4.Tarik mereka kedalam satu komunitas kelompok kecil. SAjak mereka bersama dengan beberapa orang teman mereka dan teman Anda ke dalam satu kelompok kecil. Petunjuk sosiologi menyatakan generasi ini ingin menjadi bagian dan kemudian percaya. Belong believe become (ikut serta percaya menjadi anggota) adalah urutan yang dapat memenangkan hati mereka kepada Yesus dan misi-Nya bagi mereka.