Kamis, 30 Juli 2015

Renungan Pagi 31 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
31  Juli  2015

Teknik Aseptik

“Setiap orang yang kena kepada barang-barang itu menjadi najis” (Imamat 15:27).

Dibutuhkan pengetahuan yang cukup dan praktek berulang-ulang untuk membuat orang dapat berhasil menyelesaikan tugas mensterilkan suatu media atau bidang tanpa mengalami kontaminasi. Bekerja dengan aseptik adalah ketrampilan yang saya ajarkan kepada mahasiswa saat melakukan percobaan dengan bakteri atau ketika melakukan kultur jaringan hewan atau tanaman. Dalam setiap ruangan operasi modern, teknik aseptic sangat penting untuk mencegah kontaminasi dan potensi infeksi setelah operasi.

Anda tahu bahwa bakteri, spora, jamur, virus, dan potensi kontaminasi lainnya mengintai di mana-mana di sekitar kita, pada kulit kita, dan bahkan dalam tubuh kita. Temuan baru-baru ini tentang bakteri menunjukkan  bahwa kita masing-masing adalah mikrokosmos organism yang bergerak dengan lebih banyak bakteri di dalam diri kita yang jumlahnya lebih banyak daripada jumlah manusia yang pernah hidup di bumi ini. Untungnya Tuhan telah memberikan kepada kita beberapa basis pertahanan menjaga bakteri.

“Steril” atau “aseptik” adalah kata-kata yang secara sederhana berarti ketidakhadiran kehidupan di permukaan atau dalam daerah operasi. Kehadiran bakteri hidup disebut sepsis. Dengan sepsis, bakteri yang hadir, cepat tumbuh, berkembang biak, mensekresi racun, menyebabkan kerusakan dan akhirnya bernanah dan membusuk. Mahasiswa dengan cepat menemukan bahwa tidak ada yang hampir steril atau hampir aseptik. Sterilisasi bukan masalah tingkatan. Sebaliknya, itu adalah situasi. Mahasiswa saya juga harus mengetahui setiap saat apakah itu kotor (septik) dan tidak pernah membiarkan keduanya saling bersentuhan. Hukum yang ketat ini tidak mengizinkan yang kotor menyentuh yang bersih dan haruslah tetap dipegang, karena bila yang kotor menyentuh yang bersih, maka yang
 Bersih menjadi kotor. Di dalam lab kultur jaringan atau di meja operasi, ketika yang bersih menyentuh yang kotor, yang kotor tidak pernah menjadi bersih – karena yang bersih hampir selalu menjadi kotor.

Pengecualian favorit saya untuk aturan ini adalah kisah yang Lukas ceritakan pada akhir pasal 8. Wanita yang memaksa masuk kekerumunan itu najis karena pendarahan yang dialami selama bertahun-tahun. Hukum Ibrani ketat. Jika Anda mengalami pendarahan yang keluar dari diri Anda, maka Anda najis. Dan Anda tidak boleh menyentuh siapa pun, karena Anda membuat mereka najis juga. Dapatkah Anda bayangkan terisolasi dengan kesepian, serta tidak adanya sentuhan manusia? Dia melanggar hukum dengan menyentuh ujung ubah Yesus. Dan dalam kisah iman yang indah ini, kemurniaan Yesus langsung menyucikan wanita itu. Pengecualian terjadi. Yang najis menyentuh yang bersih dan menjadi bersih juga. Oh, betapa saya rindu hal itu terjadi kepada saya!

Yesus, saya membutuhkan sentuhan-Mu yang membersihkan. Murnikanlah hati saya sekarang.

Rabu, 29 Juli 2015

Renungan Pagi 30 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
30  Juli  2015

Orang Buta Melihat

“Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan” (Markus 10: 46).

Apakah persamaan yang dimiliki Corey Haas dan Bartimeus yang buta? Seperti yang Anda duga, mereka berdua buta, dan kemudian, setelah keajaiban, keduanya bisa melihat. Kebutaan Corey dihasilkan dari cacat bawaan yang disebut Leber Cogenital Amaursis (LCA). Kita tidak tahu apa yang menyebabkan kebutaan pada anak Timaeus, tetapi mungkin salah satu dari lusinan cacat genetic yang sama seperti Corey.

Sebuah gen yang hilanng menyebablan LCA membentuk retinitis pigmentosa. Kedua oarngtua Corey da Bartimeus, masing-masing kekurangan gen salah satu sari dua set kromosom mereka, sehingga mempunyau satu dari empat kesempatan memiliki anak yang kehilangan gen juga. Bahkan sejak bayi, Corey tidak bisa melhat, jadi dia tidak dapat meraih hal-hal di depan wajahnya atau melacak objek ketika melintas. Saya hanya bisa membayangkan betapa sulitnya bagi orangtuanya, Nancy dan Ethan. Menhadapi rasa sakit karena memiliki anak yang buta merupakan sebuah tantangan besar. Tapi sebelum Corey mencapai usia 10 tahun, ia berpartisipasi dalam percobaan klinis pada salah satu dari mata yang terkena dampak di mana peneliti menyuntikkan virus pembawa duplikasi gen ke sel retina. Virus memasukkan gen ke dalam sel. Gen yang hilang dimasukkan ke dalam DNA Corey. Dalam beberapa hari gen ini bekerja untuk menghasilkan protein dengan nama kode RPE65, protein yang belum pernah di buat retina Corey sebelumnya, tapi yang merupakan penghubung penting dalam tahapan jalur untuk mendeteksi cahaya yang diperlukan agar bisa melihat dengan benar. Untuk bisa membentuk molekul penyebab kebutaan, dan kemudian mencari tahu pengobatan yang efektif menyembuhkan bebagai bentuk LCA, benar-benar sebuah keajaiban kedokteran dan biologi molekuler.

Ketika saya belajar tentang LCA, salah satu dari lusinan cacat genetic yang menyebabkan kebutaan (belum lagi penyebab lain seperti kecelakaan, cidera dan cacat bawaan). Membuat saya menyadari lagi bahwa Yesus bukan hanya seorang pengkhotbah miskin berkeliling yang berjalan melalui Palestina untuk berbuat baik. Yesus itu mahabijaksana, mahatahu, mahakuasa, pencipta alam semesta. Bahkan sebelum Dia melihat Bartimeus yang malang, Dia tahu pasti penyebaba kebutaannya. Dan Yesus bisa menyembuhkannya. Saya berpikir bahwa Dia  setidaknya menyentuh mata pengemis itu. Tapi catatan tidak mengatakan itu. “Pergilah imanmu telah menyelamatkan engkau!” (ayat 52).

Tuhan, saya juga percaya. Saya juga ingin melihat. Membuka mata saya untuk melihat Engkau sebagaimana Engkau ada.




Selasa, 28 Juli 2015

Renungan Pagi 29 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
29  Juli  2015

Mengemas DNA

“Yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya” (Ayub 9:10).

Dua meter benang heliks ganda DNA yang ditemukan di setiap sel tubuh Anda dengan hati-hati disusun dan dikemas dengan baik sehingga semuanya cocok dalam ukuran kira-kira seribu bidang. Tapi tidak semua itu bisa dikemas. Bagian signifikan dari DNA perlu tetap terbuka dan tersedia untuk memberikan kode untuk membuat protein, ribosom, transfer RNA, dan stuktur lainnya. Jadi bagaimanakah DNA dikemas menjadi 46 kromosom Anda per sel?

Berabad-abad sebelumnya manusiua telah menyadari bahwa DNA itu seperti benang jahit yang tergulung teratur pada gulungan benag untuk mencegahnya menjadi kusut. Tapi lama sebelum itu, Sang Pencipta kehidupan menggunakan variasi dengan tema yang sama. Pertama, benang DNA yang tipisnya dua nanometer (tepatnya, berdiameter hanya dua per semiliar meter) dibungkus dua kali dan hanya dua kali di sekitar “gulungan” yang terdiri dari delapan protein globular yang disebut histon, di mana set sebenarnya ganda yaitu empat jenis histon. Pada interval yang cukup dekat, benang DNA mengulangi membungkus ganda pada satu set ganda. Lagi-lagi ini diulangi, membuat benang tipis yang terlihat menjadi seperti rantai manic-manik kecil dengan diameter total 10 nanometer. Ilmuwan menyebut manic-manik rantai ini nukleosom. Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar menakjubkan. Rantai manic-manik yang melingkar itu rapi, enam nukleosom per gilitan, membuat struktur erat kecil yang disebut sebagai serat 30 nanometer.

Tapi kita belum selesai. Serat 30 nanometer terbungkus rapat menempel dari interval kepada bangunan protein yang kokoh, meninggalkan banyak simpul yang tepat dari serat kecil yang tergantung pada protein. Ini sama seperti bagian benang kawat yang sangat panjang yang dipakukan pada kayu, sedemikian rupa hingga enam sampai delapan simpul yang diikat rapi setiap seperdelapan inci pada seluruh dinding, sehingga terlihat seperti tongkat yang getas. Keseluruhan struktur gelas itu hampir 10 kali lebih luas daripada serat 30 nanometer. Namun tongkat panjang analog yang getas itu pecah di sini, ksrens strukturnya lentur.

Bangunan protein 300 nanometer sekarang terbungkus dalam spiral ketat, menghasilkan struktur yang hampir tiga kali luasnya. Kromosom ini diduplikasi sebelum pembelahan sel. Ketika sebuah molekul DNA itu dimasukkan ke dalam larutan dengan komponen yang dibutuhkan, maka pembungkusan tingkat kromosom terjadi dalam beberapa detik. Pengaturan tersebut membuat saya tahu bahwa Tuhan memiliki perkara-perkara di bawah kendali lebih dari yang saya tahu atau bisa pahami.

Terima kasih, Tuhan, Engkau peduli pada setiap hal kecil sehingga saya dapat memfokuskan energi saya untuk mengasihi orang lain dan memberitakan kabar baik keselamatan.


Senin, 27 Juli 2015

Renungan Pagi 28 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
28  Juli  2015

Penggandaan DNA

“Betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya! Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahan-Nya turun-temurun!” (Daniel 4:3).

Pagi itu saya menonton sebuah video klip yang diunggah di Youtube berjudul “Replikasi DNA.” Segmen seri PBS yang berjudul “DNA: The Secret of Life” dengan tepat untuk membuat dua helai molekul identik penyimpanan informasi.

Saya menontonnya dengan takjub ketika untaian DNA yang asli disalin, molekul heliks ganda yang panjang tipis, berputar pada porosnya. Animasi struktual ini dengan akurat menunjukkan protein globular (satu enzim) membuka heliks ganda, mengubah untaian ganda menjadi dua alur tunggal seperti ritsleting memisahkan dua sisi jaket Anda. Enzim lain disebut DNA polymerase menambahkan nukleotida, blok bangunan DNA yang dikenal sebagai basis, ke salah satu dari dua helai, dengan hati-hati mencocokkan setiap dasar dengan dasar yang spesifik kepada sekitar 50 nukleotida per detik. Untaian lakn juga mendapat nukleotida yang dicocokkan yang berbasis pada untaian kecepatan waktu yang sama, tetapi karena cara yang diatur DNA polimerase berkerja, ini membangun alur dalam arah yang berlawanan. Beberapa enzim lain juga bekerja membuat apa yang para ilmuwan sebut untaian lagging.

Lihat;ah video itu jika  Anda memiliki kesempatan. Anda juga akan terpesona dengan mesin ini-seperti operasi semua enzim kecil. Pekerjaan yang dilakukan ini berjalan pada kecepatan yang luar biasa. Tetapi masing-masing operasi tepat dan teratur, yang menghasilkan dua salinan identik DNA heliks ganda.

Lingkaraan kromosom DNA bakteri bereplikasi lebih cepat lagi, sekitar 500 nukleotida per detik. Ketika ditarik keluar, DNA dalam sebuah bakteri hanya berukuran satu per sekian inci dalam perbandingan dengan apa yang kita miliki. Setiap sel dalam tubuh kita memiliki sekitar dua yard DNA, tersegmentasi menjadi 46 kromosom dan dengan erat dikemas agar cocok ke dalam lingkup inti kecil yang hanya memiliki diameter beberapa mikrometer. DNA dua yard itu mengandung sekitar 3 miliar pasangan basa ( 6 miloiar nukleotida), semua harus disalin setiap kali sel membelah. Beberapa sel, seperti kulit kita, terbagi setiap hari dan seterusnya. Besarnya dan akurasinya pekerjaan yang dilakukan ini mendorong saya memerhatikannya secara detail dan memotivasi saya agar melakukan pekerjaan saya dengan baik.

Tuhan betapa besar dan luar biasanya karya-Mu! Saya berdiri dengan kagum terpesona. Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan kecuali memuji-Mu.

Minggu, 26 Juli 2015

Renungan Pagi 27 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
27  Juli  2015

Nyamuk

“Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya” (Matius 13:28).

 Kata Latin untuk “terbang” adalah musca. Di Spanyol, singkatan kata itu menjadi “nyamuk” yang secara harfiah “terbang kecil.” Dengan dua sayap nyamuk tidak memenuhi syarat sebagai penerbang handal, dan terutama sekali justru merepotkan. Agar adil, hanya betina dari beberapa spesies yang mengisap darah hewan berdarah panas dan hanya ketika hendak bertelur. Nyamuk membtuhkan protein darah tertentu untuk berkembang biak.

Dengan lebih dari 3.500 spesies nyamuk di seluruh dunia. Maka lebih dari 175 jenis yang berbeda ada di Amerika Serikat saja. Nyamuk telah menarik banyak perhatian karena serangga itu menularkan beberapa penyakit serius, termasuk malaria. Salah satu genus nyamuk yang dijuluki anopheles termasuk 460 spesies, dengan kurang dari seperempatnya nyamuk itu mampu membawa malaria dan kurang dari setengah benar-benar terlibat dalam menularkan berbagai spesies plasmodium, yaitu parasit penyebab penyakit. Bahkan hanya relative sedikit spesies anopheles yan melakukan pekerjaan kotor, sekitar 650.000 orang mkeninggal setiap tahun karena malaria. Selain kematian, jutaan lainnya mengalami penyakit melemahkan dan komplikasi lain.

Selain malaria, beberapa spesies nyamuk pengisap darah juga menularkan penyakit virus yang serius, seperti demam berdarah, demam kuning, dan virus West Nile. Pusat Pengendalian Penyakit di Atlanta memperkirakan bahwa ada sebanyak 100 juta orang yang mengalami demam berdarah setiap tahun. Jadi apakah nyamuk memiliki reputasi baik? Bukankah dunia ini menjadi tempat yang lebih baik jika nyamuk punah? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya mengingat bahwa hanya sebagian kecil nyamuk diberikan nama yang buruk. Kebanyakan nyamuk, sepperti kupu-kupu, memberi makan kepada nektar tanaman. Bahkan, satu genus nyamuk besar dengan 95 spesies justru tidak mengisap darah, dan larvanya benar-benar memangsa larva nyamuk lainnya. Nyamuk jenis ini adalah sekutu dalam perjuangan kita melawan penyakit mosquitoborne. Unsure pokok air liur nyamuk terbukti berharga dalam penelitian medis. Peneliti telah mengisolasi lebih dari selusin protein, termasuk beberapa yang menekan atau memblokir sistem kekebalan tubuh kita, mencegah darah dari pembekuan, atau membantu dalam mencerna gula dan protein. Antikoagulan yang lebih mudah digunakan sekarang ini dikembangkan berdasarkan contoh air liur nyamuk. Nyamuk adalah serangga ciptaan Allah yang luar biasa. Sangat disayangkan bahwa mereka yang membenci umat Allah justru telah meniru beberapa jenis nyamuk.

Tuhan, sampai Engkau datang, apakah yang Engkau ingin saya lakukan untuk meringankan penderitaan, penyakit, dan kematian akibat malaria berbahaya Iblis itu?