Rabu, 27 Agustus 2014

Renungan Pagi 28 Agustus 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 28  AGUSTUS  2014
               
ITU ADALAH PILIHANNYA

“Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu” (Matius 11:9, 10).

Mari kita analisa pujian Yesus. Ketika Ia menyatakan Yohanes Pembaptis adalah manusia paling hebat yang pernah keluar dari kandungan wanita, Ia menunggikan Yohanes di atas setiap nabi yang mendahului Pembaptis itu. Amos, Mikha, Yeremia, Yesaya, Musa, Elia – daftar para pendahulu Yohanes yang terkenal adalah nabiyang Amat Terkenal! Mengapa Yesus mengunggulkan Yohanes? Karena dialah nabi yang ditunjuk oleh Allah menjadi pembawa kabar agung kedatangan Mesias. Dia dibesarkan “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya” (Luk. 1: 17).

Pujian Yesus terhadap Yohanes membuktikan dua hal, bukan? Pertama Anda tidak perlu resmi (memiliki tulisan nubutan yang ditempatkan dalam Kitab Suci) untuk menjadi seorang nabi. Tidak ada tulisan Yohanes dalam Kitab Suci kita sekarang ini. Tetapi sekali lagi, tidak ada tulisan dari pendahulu Yohanes yang juga resmi: Nathan (2 Sam. 7:2), Elia (2 Taw. 21:12), Gad (1 Sam. 22:5), Ahia (1 Raj. 11:29), Semaya (2 Taw. 12:5), Ido (2 Taw. 13:22), Oded (2 Taw. 15:8), Elisa (2 Raj. 6:12), Debora (Hak.4:4), Hulda (2 Taw. 2:36). Dan kedua, pujian Yesus terhadap Yohanes Pembatis membuktikan bahwa Anda tidak mesti resmi menulis untuk dipertimbangkan sebagai seorang nabi besar.

Dan meskipun Anda tidak bisa menarik diri dari pujian Yesus, daftar para nabi pendahulu Yohanes juga menyatakan bahwa Anda tidak mesti tidak menjadi seorang pria untuk menjadi seorang nabi. Debora, Anna, Hulda, dan purti-putri Filipus sang penginjil (Kis. 21:9) semua para nabi bagi Allah.

Tampaknya Allah bisa memilih siapa saja yang Ia inginkan untuk menyatakan “rahasia-rahasia-Nya” (Amos 3:7), terutama untuk menyiapkan umatnya untuk peristiwa-peristiwa bencana bumi dalam sejarah keselamatan: Air bah (Nuh), umat sisa baru (Abraham), Keluaran (Musa), Pengasingan (Yeremia), kedatangan Mesias yang pertama kali (Yohanes). Berdasarkan pada jejak catatan Ilahi tersebut, bukankah masuk di akal menyimpulkan bahwa sebelum Mesias kembali kali kedua Allah akan memunculkan nabi yang lain – seorang nabi yang seperti Yohanes untuk mempersiapkan bagi umat kedatangan Tuhan kembali, seorang nabi seperti Yohanes yang tidak menulis sepatah kata pun dalan Kitab Suci? Karena Allah telah cukup memperlihatkan Dia bisa memilih sipa pun yang Ia inginkan untuk menyiapkan umat pilihan-Nya, dapatkah Ia memilih agar nabi itu seorang wanita?




Selasa, 26 Agustus 2014

Renungan Pagi 27 Agustus 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 27  AGUSTUS  2014
               
TIDAK ADA NABI YANG LEBIH BESAR DARIPADA YANG DILAHIRKAN SEORANG WANITA

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaaan Sorga lebih besar dari padanya” (Matius 11:11).

Bagaimana Anda ingin menjadi seorang nabi? Dengan 450 dolar Anda bisa. Saya memiliki brosur membuktikannya. Seorang pria bernama Kent Simpson, menyebut dirinya sebagai “Prophetic Ministri in the School of the Prophets,” menjual satu set  berisi 10 video untuk melatih  Anda. Master Card, Visa, Discover, dan American Express diterima. Itu membuat Anda bertanya-tanya apakah sekolah itu semata-mata untuk mencari keuntungan belaka bukan mencari nabi. Tetapi kembali kepada pertanyaan kita – bagaimanakah Anda ingin menjadi seorang nabi?

Berhati-hatilah menjawabnya. Resiko pelayanan seorang nabi sangatlah tinggi, catatan sejarah bukan kepalang mengecewakan, dan banyak mereka terbayar dengan mati syahid. Oh, itu benar – orang-orang akan memuliakan Anda dan mengasihi Anda setelah Anda mati dan tiada lagi. Tetapi mereka akan menghina dan mengusir Anda keluar dari kota selagi Anda hidup. Jadi mengapa di muka bumi ini ada nabi yang mau menjadi nabi Allah? Mereka dipilih oleh Allah. Anda bisa beerlari, tetapi tidak bisa bersembunyi. Mengapa? “Sebab Allah tidak menyesali panggilan-Nya” (Rm. 11:29).

Tetapi bagaimanapun “irrevocable” (tak dapat ditarik kembali), melatih karunia dan panggilan tidak berarti Anda tahan terhadap keputusasaan dan depresi. Pertunjukkan A – Elia yang depresi, yang akhirnya meminta Allah untuk mengambil nyawanya dan membiarkan dia mati, ia merasakan kegagalan yang amat menyengsarakan. Pertunjukkan B – Yohanes Pembaptis yang putus asa, setelah enam bulan di dalam penjara ba.wah tanah Herodes mulai mempertanyakan bukan hanya dirinya sendiri tetapi  Allah yang memperdengarkan suara menggelegar bahwa Yesus adalah Anak yang dikashi-Nya.

Dan bagaimana Yesus merespons murid-murid Yohanes, “Apakah Engkau Mesias itu atau bukan?” Dia dengan tenang  menjawab, “Pergilah katakan kepada Yohanes apa yang kalian lihat hari ini.” Dan sambil berpaling kepada orang banyak , Yesus memberikan pujian paling mengharukan kepada nabi yang putus asa itu  yang pernah diberikan kepada manusia fana. “Dari semua orang yang dilahirkan tidak ada yang lebih besar  daripada Yohanes!” Dunia tidak akan pernah tunduk dan menyebut “hebat” mereka yang telah dipanggil untk menyiapkan kedatangan Mesias. Tetapi pujian Yesus jelas mengejutkan – Surga menyediakan penghormatan tertinggi bagi mereka yang keberhasilannya tidak diukur oleh tepuk tangan, tetapi oleh kesetiaan. Kabar baik bagi yang terkecil dalam kerajaan!


Senin, 25 Agustus 2014

Renungan Pagi 26 Agustus 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 26 AGUSTUS  2014
               
MENGADAKAN PERJALANAN DENGAN BANGSA YAHUDI (BAGIAN 7)

“Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan” (Roma 10:1).

Pertimbangkan satu kata terakhir, salagi orang Yahudi dan umat sisa ada dalam hati kita. Teman saya Jacques Doukhan, adalah Yahudi Perancis dan seorang Advent, telah menulis sebuah buku yang memohon kepada orang-orang Yahui dan Kristen yang sama. Di dalam ada satu pernyataan provokatif oleh sejarahwan  Yahudi, Jules Isaac: “Penolakan orang Yahudi terhadap Kristen di picu oleh penolakan orang Kristen pada Taurat…. Penolakan Taurat sudah cukup; meminta kepada orang Yahudi agar merka menerima penolakan ini … seperti meminta mereka merobek-robek hati mereka. Sejarah mencatat tidak contoh bunuh diri serempak seperti itu” (dikutip dalam Drinking at the Sources, hlm. 25).

Walaupun orang Yahudi setia melihat penolakan pada hokum Taurat dan penyangkalan pada Sabat hari ketujuh dalam diri banyak orang Kristen kontenporer, itu adalah satu gambaran yang sangat berbeda yang mereka lihat pada orang Advent. Dapatkah Anda melihat adanya pertalian kekeluargaan yang direncanakan Allah antara orang Advent dan orang Yahudi? Ellen White mendesak: “Di antara orang Yahudi banyak yang akan ditobatkan, dan melaluinya kita akan melihat keselamatan Allah memancar sebagai lampu yang menyala. Ada orang Yahudi dimana-mana, dan bagi mereka terang kebenaran yang ada sekarang harus dibawa. Di antara mereka banyak yang akan dating kepada terang itu, dan yang akan menyatakan kekekalan Hukum Allah dengan kuasa yang ajaib” (Evangelism, hlm. 578). Mungkinkah bahwa dari semua orang di bumi, kita harus menjadi yang paling terbuka hatinya kepada sesame kita orang Yahudi, teman sekelas, dan rekan kerja?” Orang-orang Yahudi yang bertobat harus memperoleh bagian penting untuk bertindak dalam persiapan besar yang dibuat di masa depan untuk menerima Kristus, Raja kita. Suatu bangsa akan lahir dalam satu hari” (Evangelism, hal. 579). Pesan terselubung itu mengisyaratkan bahwa suatu hari kelak penopang bukunya akan bersatu, bukankah begitu?

Apakah bencana akhir yang akan membuat orang-orang pilihan itu bersatu? Kalau begitu, mungkinkah kedua komunitas iman pemelihara Sabat yang takut akan Allah itu akan  diikat bersama dalam pertalian kudus yang belum pernah sebelumnya disaksikan? Pada akhirnya, akankah piala suci penderitaan menjadi katalis bagi pemersatu umat pilihan? Dan, jika Kristus, Allah alam semesta Sendiri menjadi seorang Yahudi untuk menghadapi bencana-Nya sendiri dan menjadi Juruselamat dunia, tidakkah seharusnya para pengikut-Nya kini berdoa dan bekeerja penuh kasih bagi bangsa-Nya sendiri, ”agar mereka diselamatkan” juga?





Minggu, 24 Agustus 2014

Renungan Pagi 25 Agustus 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 25 AGUSTUS  2014
               
MENGADAKAN PERJALANAN DENGAN BANGSA YAHUDI (BAGIAN 6)

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:11,12).

Jika ada satu komunitas sisa yang memelihara dan menyebarkan kumpulan kebenaran Allah pada permulaan kisah keselamatan, bukankah setelah itu Allah yang sama yang membangkitkan umat sisa pertama juga membangkitkan komunitas sisa yang terakhir untuk memelihara dan menyebarkuaskan kebenaran-kebenaran yang sama yaitu itu di akhir kisah?

Wahyu jelas: “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lau pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (Why. 12:17). Allah akan memiliki umat sisa untuk akhir cerita itu! Siapakah mereka itu? Sebagian dari 11 ajaran kebenaran Ilahi dapat ditemukan dalam komunitas iman di dunia. Tetapi hanya ada satu komunitas iman yang mencakup semua yang 11 tadi, memusatkan semua itu di dalam Yesus Kristus , penyajian akhir besar dari semua wahyu Ilahi. Mereka juga umat pilihan-Nya. Tetapi Allah, dalam kasih karunia dan pemeliharaan-Nya tertinggi, membesarkan mereka sebagai para ahli waris umat sisa Israel kuno, untuk membagikan berita gembira.

Penopang bukunya cocok. Tetapi kenyataan itu adalah pedang bermata dua. Karena meskipun ada sebab untuk bersukacita dalam warisan kebenaran ilahi dan cukup alasan untuk bersyukur untuk kepemilikannya (jika kebenaran memang bisa dimiliki), maka ada peringatan yang melekat juga. Ayat kkita menyatakan bahwa Kristus ditolak oleh komunitas umat sisa “milik-Nya sendiri” Tampaknya, kepemilikan intelektual dari “kebenaran” bukan jaminan keselamatan atau pengesahan dari umat pilihan.

Pada salah satu permainan terakhrinya Babe Ruth mengalami satu hari yang buruk sekali di lapangan. Pada satu babak saja kesalahn-kesalahannya beretanggung jawab atas lima giliran bermain dari lawan mereka. Orang banyak mengolok bintang yang sudah mulai menua itu sementara ia berjalan keluar lapangan dengan kepala tertunduk. Tiba-tiba seorang anak laki-laki melompat ke lapangan dan dengan air mata berlari menuju pahlawannya. Babe menyambut anak itu, melambungkannya di udara, dan mengacak rambutnya, dan keduanya berjalan bergandengan tangan menuju tempat tunggu pemain. Tiba-tiba suara olokan berhenti dan keheningan terjadi di taman itu. Mengapa? Karena mereka melihat seorang pahlawan yang meskipun mengalami hari yang mencemaskan masih peduli dengan seorang anak laki-laki kecil. Pada akhirnya, Anda tahu, hubunganlah yang membuat semua perbedaan di dunia.



Sabtu, 23 Agustus 2014

Renungan Pagi 24 Agustus 2014



Renungan Pagi  “Umat Pilihan”

 24  AGUSTUS  2014
               
MENGADAKAN PERJALANAN DENGAN BANGSA YAHUDI (BAGIAN 5)

“Dalam nama Yesus Kristus, oarng Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati – bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu…. Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga slain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita diselamatkan” (Kisah 4: 10-12).

Daftar kita tentang ajaran yang dianut oleh umat sisa pilihan Allah pada permulaan sejarah keselamatan, berlanjut. Ajaran 8 – Pertikaian besar antara Allah dan Setan. Sebenarnya, Ayub, buku tertua Perjanjian Lama, secara grafis memperkenalkan tema osmik besar tentang pertentangan anatara Allah dan Setan atas kesetiaan umat manusia. Para tetangga mereka yang kafir, memberikan mitos-mitos dewa, tetapi hnaya orang Ibrani yang memenamgkan kebenaran. Ajaran 9 – Roh nubuat. Kepada kaum Ibranilah kita masih berpaling untuk warisan kaya dari para nabi mereka, baik resmi maupun tidak resmi, pria dan wamita. Pesan-pesan yang diilhami Ilahai membentuk dasar dari semua keyakinan Kristen Yahudi hari ini. Para nabi palsu berlimpah di dunia sekitar merka, tetapi Allah membangkitkan satu umat sisa dengan roh nubuat sejati untuk menjadi terang bersinar di dalam kegelapan, malam yang gelap. Ajaran 10 – Kebenaran tentang Hari Pendamaian Besar. Tidak ada agama lain sedikit pun menerima kebenaran tentang penghakiman akhir terhadap umat manusia dan pemulihan tempat kudus surgawi. Tetapi bagaimanapun juga itu kebenaran, dan Allah membesarkan satu umat yang akan menggambarkannya kepada dunia. Penghakiman akan segera dating – berpalinglah kepada Juruselamat! Dan akhirnya, Ajaran 11 – Kebenaran tentang kedatangan Mesias Penebus. Mereka memiliki kebenaran kedua kedatangan Mesias, tetapi mereka terutama mempercayai kedatangan pertama yang telah dijanjikan itu. Ajaran mereka itu unuk dan dipercayakan Ilahi yakni menggabarkan  kedatangan Mesias ke dunia, dan mereka sendiri harus bersedia untuk itu. Hanya Israel saja yang memilki nubautan tentang Mesias yang besar dari Yesaya 53, Daniel 9, dan Mazmur 22. Satu kebenaran baru? Tentu saja tidak! Mulai dari pintu gerbang Eden bisa ditelusuri janji bahwa Allah akan member Pelepas dari dosa.  Ia hanya memerlukan suatu komunitas  umat sisa untuk menyatakan berita-berita menggembirakan itu keseluruh dunia.

Kalau saja Israel menerima Mesias ketika Ia dating kepada mereka, maka tidak perlu umat sisa lagi. Tetapi aduh, setelah mendapatkan semua itu, mereka justru melewatkan semua di dalam Kristus Yesus. Tetapi tidak semua mereka melewatkannya! Karena bagi orang Yahudi bernama Petrus kita berutang budi atas pernyataan agung dari ayat kita hari ini, inti gemilang dari kebenaran umat sisa: Yesus dan hanya Yesus yang menyelamatkan!