Selasa, 07 Juli 2015

Renungan Pagi 08 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
08 Juli  2015

Fondasi

“Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristtus” (1 Korintus 3: 11).

Salah satu pekerjaan pertama saya di musim panas semasa remaja adalah bidang konstruksi. Kontraktor yang memperkerjakan saya sedang membangun sebuah rumah kecil di daerah perumahan dengan anggaran yang rendah. Jadi disinilah saya, hari pertama di tempat kerja, dengan tangan yang lembut, menggali parit merentangkan benang nilon kuning di tanah liat merah yang keras menggunakan linggis dan sekop. Jam demi jam saya bekerja. Saat matahari sudah meninggi, tangan saya melepuh, semakin bertambah, pecah, dan tangan saya dipeerban. Fondasinya sekitar satu kaki dalamnya dan satu setengah kaki lebarnya dengan sisi lurus dan dasarnya datar. Ketika mandor kembali pada jam berikutnya untuk memeriksa dan membantu untuk sentuhan akhir, datanglah sebuah truk beton mengisi lubang kosong itu.

Sejak hari pertama di tempat kerja, saya mengerjakan banyak konstruksi rumah dan membantu membentuk dan menuangkan berbagai macam fondasi. Jika ingin fondasi bagus, fondasi itu harus berada pada tanah keras atau dasar batuan sehingga memberi dukungan yang handal untuk bangunan itu. Jenis dan kualitas dasar yang dibutuhkan tentu saja akan bergantung pada banyak faktor, termasuk ukuran dan berat struktur yang akan dibangun, serta jenis dan stabilitas tanah. Fondasi rumah biasanya tidak lebih dari satu atau dua meter. Tetapi jika anda membangun sebuah pencakar langit, menara, atau jembatan besar, fondasi harus jauh lebih besar. Misalnya, untuk Menara Kembar Petronas yang menjulang ke atas di Kuala Lumpur, Malaysia, berlokasi di tanah yang tidak bisa menopang berat gedung pencakar langit setinggi 1.500 kaki, sehingga fondasi harus diletakkan di dasar batuan padat. Bayangkan lubang besar harus digali dengan kedalaman 394 kaki (120 meter) dengan fondasi beton dan baja. Sampai saat ini, inilah landasan terdalam untuk bangunan apa pun. Sebagai perbandingan, pada bulan Januari 2010 bangunan tertinggi di dunia, menjulang 2.717 meter di atas padang pasir Dubai dan dikenal sebagai Burj Khalifa, memiliki hampir setengah juta ton fondasi beton dan baja yang fondasi ke bawahnya hanya 164 kaki (50 meter).

Yesus menanggung dosa-dosa saya dan dosa dunia sepanjang waktu. “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yes. 53:4-6)

Tuhan, saya tidak bisa membayangkan beratnya beban yang Engkau tanggung untuk saya. Saya berterima kasih. Engkau sebagai fondasi, buatlah saya sebuah bait suci untuk menghormati dan memuliakan-Mu (lihat 1 Kor. 6:19).


Senin, 06 Juli 2015

Renungan Pagi 07 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
07  Juli  2015

Garis Tangan

“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16).

Perhatikan dengan seksama pada ujung jari telunjuk Anda. Lihat pola tekstur halus? Anda mengetahuinya sebagai  sidik jari Anda. Itu bertekstur pola khas dari jari-jari Anda, telapak tangan, jari kaki Anda, tetapi tidak ada di tempat lain pada tubuh Anda. Nama teknis bukti dan lembab yang sangat kecil adalah pergeseran kulit, karena akan membantu Anda memegang sesuatu dan memberikan daya tarik pada kaki telanjang Anda. Gesekan yang dibangun ada pada dermis dan epidermis kulit Anda. Selama perkembangan embrio, setiap menit pegunungan terbentuk pada kulit Anda sehingga pada saat Anda lahir, pola pergeseran pada tangan dan kaki Anda ditetapkan untuk hidup. Kecuali untuk penyakit tertentu, cedera, atau kematian, gesekan pegunungan tersebut tidak berubah. Dan tidak ada orang lain di dunia ini yang memiliki pola garis tangan yang sama atau jejak kaki yang sama dengan Anda. Karena pola yang unik ini untuk setiap orang di bumi, kita bisa menggunakannya sebagai salah satu bentuk indentifikasi positif. Setiap kali menyentuh sesuatu dengan tangan kosong atau kaki, itu meninggalkan sidik jari. Sidik terletak karena setiap garis kecil di tangan dan kaki memiliki kelenjar keringat dan terus-menerus menghasilkan air, garam terlarut, dan asam amino. Biasanya tangan dan kaki  kita tidak 100 persen bersih, sehingga setiap sampah yang kita sentuh atau injak bisa menambah cetakan . minyak dari rambut atau wajah, beberapa sisa selai kacang atau jeli ataupun biscuit yang Anda pegang, semua ini menghasilkan jejak sidik yang jelas. Bila Anda akan membuat sidik jari, mereka memasukkan jari Anda ke tinta, cara yang lebih baik untuk membuat cetakan. Data sidik jari telah berkembang selama beberapa dekade dan sekarang berisi jutaan catatan.

Seiring waktu, lembaga penegak hukum telah belajar bahwa sebagian besar cetakan jejak di TKP (Tempat Kejadian Perkara) sebenarnya adalah sidik jari. Sisik jejak kaki memiliki area permukaan lebih besar  daripada sidik jari. Pengetahuan sidik jari sekarang ini berkembang dengan cepat, dan segera hukum pemerintah akan menambahkan jejak kaki ke penyimpanan data. Sangat penting bagi lembaga penegak hukum  untuk selalu memiliki identifikasi pelanggar hukum secara tepat.

Yesus bertanya kepada para murid-Nya sebuah pertanyaan penting: “Kata orang, siapakah Aku ini?” (Mrk. 8:27). Mendapatkan identifikasi yang tepat sangat penting untuk keselamatan. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus mengagetkan murid-murid-Nya oleh kehadiran-Nya. Apakah yang Dia tunjukkan sebagai bukti identitas-Nya?

Tuhan, jika mengetahui siapa Engkau begitu penting, maka saya harus tahu. Saya rindu untuk dituntun oleh-Mu (lihat Yoh. 6:45; Mzm.25:14; 1Kor. 2:9, 10).


Minggu, 05 Juli 2015

Renungan Pagi 06 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
06  Juli  2015

Ragi

“Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini… ?” (Yesaya 66:2).

Ketika orang mengatakan ragi, kebanyakan orang langsung berpikir  Saccharomyces cerevesia, nama ilmiah ragi jenis umum dan penting secara komersial. Pada kenyataannya, ragi adalah salah satu bentuk pertumbuhan yang berbeda dari golongan jamur. Kebanyakan ragi adalah sel jamur uniselular cukup besar yang berkembang biak dengan tunas. Spesialis ragi memberitahu kita bahwa para ilmuwan memiliki catatan lebih dari 800 spesies ragi tetapi memperkirakan bahwa ini hanya mewakili 1 persen dari total jumlah jenis yang ada. Itu membuat saya bertanya-bertanya, berapa banyak kita tahu.

Apakah kita menyadari hal itu, sel ragi, hidup atau mati, menyentuh kehidupan kita setiap hari dalam cara yang penting. Memang, hidup tanpa ragi akan sangat berbeda. Misalnya, pembuatan roti. Sel ragi hidup dalam adonan roti hangat dengan memetabolisme gula, menciptakan gelembung karbon dioksida yang membuat roti menjadi ringan- salah satu cara mengadon roti. Industri kue bergantung pada ragi. Industri pembuatan bir juga menggunakan sel ragi untuk fermentasi gula malt dan gula anggur, membuat etanol sebagai produk sampingan. Sel-sel ragi membuat etanol yang digunakan untuk bahan bakar mobil dan pertanian. Dalam perkembangan terakhir, secara rekayasa genetika, sel ragi telah dibubuhi untuk bekerja memecahkan selulosadalam sampah kertas, produk pertanian, dan bahkan kayu untuk membuat etanol sebagai alternatif untuk bensin. Orang sring memakan sel ragi yang dinonaktifkan atau mati sebagai nutrisi ragi. Kaya protein dan berbagai vitamin B, rendah sodium dan lemak, ragi yang bergizi ditaburi di brondong jagung atau digunakan di tempat keju parmesan atau digunakan untuk menambah rasa kacang, keju, rasa lembut pada makanan. Ekstrak ragi seperti vegemite atau marmite adalah penambah rasa yang kuat. Banyak jenis ragi yang biasanya menghuni selaput lender dan kulit kita, berkontribusi terhadap kualitas hidup kita. Tetapi kadangkala, bagi mereka dengan sistem kekebalan yang lemah, mereka bisa tumbuh tidak terkendali dan menyebabkan amukan penyakit yang mematikan.

Ragi mudah dikembangkan dan dimanipulasi di labotarium penelitian. Karena merupakan sel eukariotik, ragi kini menjadi model sistem pilihan bagi para ilmuwan untuk mempelajari biologi molekuler organisme multiseluler- termasuk kita. Dalam beberapa dekade terakhir, ragi kadar rendah telah mengajarkan kita banyak tentang bagaimana DNA bereplikasi, bagaimana sel bereproduksi, bagaimana ragi memetabolisme pangan dan menghasilkan energi, dan banyak lagi. Mengetahui tentang ragi adalah sangat penting di mana 12 juta pasangan dasar adalah genom eukariotik yang pertama dalam urutan peneliti.

Tuhan, jika sel-sel ragi dapat diguanakan dalam begitu banyak cara untuk menghormati dan memuliakan-Mu, itu adalah harapan bagi saya.

Sabtu, 04 Juli 2015

Renungan Pagi 05 Juli 2015



Renungan Pagi  “Allahku Yang Ajaib”
                                                                  
05  Juli  2015

Asparagus

“Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita” (Mazmur 103:10).

Apakah Anda suka makan asparagus, atau apakah Anda salah seorang yang tidak akan mencoba tombak hijau jelek ini? Jika Anda suka menikmati  tunas yang menakjubkan ini, maka saya punya pertanyaan lain. Segera setelah makan beberapa batang asparagus, apakah Anda menyadari bahwa urine Anda memiliki aroma yang paling tidak menyenangkan? Bau yang begitu kuat dan menjengkelkan mungkin bisa membuat Anda khawatir bahwa ginjal Anda tidak berfungsi dengan baik. Atau mungkin Anda lupa  menghubungkannya dengan asparagus karena baunya tidak sama dengan apa yang baru saja Anda makan. Anda mungkin kan berguling-guling di lantai sambil tertawa dan bertanya-tanya dunia apa yang saya bicarakan, karena Anda hanya belum mencium adanya bau busuk tersebut. Apakah yang terjadi di sini?

Sekolah medis telah berulang kali menggunakan perbedaan populasi fenomena asparagus untuk menggambarkan perbedaan genetik orang. Terlepas dari kenyataan bahwa penyebab bau urine telah diteliti dan ditulis untuk beberapa ratus tahun, namun misteri masih ada. Sebagai contoh, peneliti awal meminta subyek untuk makan asparagus dan kemudian memeriksa bau urine mereka. Sekitar setengah melaporkan tidak ada yang luar biasa. Kesimpulannya adalah ada perbedaan cara tubuh memproses itu. Sebuah studi kemudian  meminta penciuman terkenal untuk memeriksa urine setiap orang. Mereka dapat menditeksi metabolit asparagus dalam urine semua orang, yang menghasilkan kesimpulan baru bahwa itu adalah perbedaan sensorik lebih daripada metabolisme. Beberapa bisa mencium baunya, sementara yang lain tidak bisa. Namun studi itu cacat karena, seperti yang sering terjadi, melibatkan terlalu sedikit sample. Jadi perdebatan terus berlanjut: Apakah variasi metabolism atau perbedaan sensorik? Literature ilmiah tampaknya lebih condong ke arah kesimpulan kedua, tapi karena itu bukanlah suatu penyakit, maka ilmu pengetahuan belum memeriksa secara menyeluruh.

Mengapa saya memiliki kecendrungan  untuk baik atau jahat? Mengapa saya melakukan apa yang ingin saya lakukan? Tentunya genetika dan lingkungan saya adalah pemain utama. Pilihan yang memainkan peran besar. Tapi pilihlah seperti saya, mengapa saya melakukan apa yang saya ingin lakukan, itu merupakan misteri bagi saya. Bahkan Paulus merasa putus asa karena ia menemukan dirinya melakukan apa yang tidak ingin dia lakukan dan sebaliknya. Seperti Paulus, apa yang memberi saya harapan adalah bahwa Tuhan tahu setiap detail hidup saya. Dia mencintai saya, dan Dia penuh belas kasihan lebih daripada yang saya ketahui.

Tuhan, apakah benar bahwa Engkau membuat saya unik dan istimewa? Apakah Engkau tahu setiap kekuatan dan kelemahan, kemampuan dan ketidakmampuan saya? Begitu damai untuk bersandar pada tangan-Mu yang penyayang dan penuh kasih.