Sabtu, 21 Oktober 2017

Renungan Pagi 22 Oktober 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

22  Oktober  2017

Penyucian Sejati

“Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang –orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 5: 20).

Penyucian yang terus menerus dari mereka yang dilindungi oleh jubah kebenaran Kristus tidak diperlukan, tetapi itu pasti akan terjadi. Adalah suatu hal mustahil untuk tetap berada dalam perlindungan kebenaran-Nya tetapi tidak bertumbuh dalam kasih karunia. Adalah menyenangkan Tuhan dan keberuntungan kita bahwa kebenaran yang diperhitungkan beriringan dengan kebenaran yang ditanamkan, dan bahwa mereka yang mempunyai hadiah ini akan terus-menerus berkembang dalam karakter-Nya.

Kita tidak dapat melihat jubah kebenaran Kristus yang kita kenakan ini adalah penghargaan karena kesetiaan kita yang akan kita kenakan di dalam istana kemuliaan. Namun, yang dapat dan harus kita lihat adalah bukti pertumbuhan rohani secara terus menerus, sebuah tanda pasti yaitu kebaikan hati yang kita tunjukkan kepada orang lain. Ini karena: “kebenaran yang ada di luar membuktikan kebenaran yang ada di dalam. Dia yang memiliki kebenaran di dalam hatinya tidak akan keras hati dan tidak bersimpati, tetapi dari hari ke hari dia akan bertumbuh pada keserupaan dengan Kristus, terus berjalan dari kekuatan kepada kekuatan. Dia yang telah disucikan oleh kebenaran akan mampu mengendaliakn dirinya, dan akan mengikuti jejak kaki Kristus sampai kasih karunia menjadi penuh kemuliaan (Review and Herald, 4 Juni 1895).

Ketika dikuduskan kita terus menerus bertumbuh di dalam petunjuk Dia yang menguduskan kita (Ibr. 2:11). Dia yang menguduskan adalah Yesus Kristus. Dia  adalah Pribadi kudus dan menguduskan kita. Teladan-Nya dalam perbuatan baik adalah teladan bagi kita, dan perbuatan baik kita dalam hal ini adalah bukti yang lebih nyata atas perlindungan-Nya daripada persepuluhan yang diberikan dengan teliti, pola makan ketat, atau cara berpakaian konservatif.

Kasih yang hanya dinyatakan kepada saudara-saudara seiman adalah sangat bertentangan dengan kasih karunia-Nya. Yakobus mengingatkan kita’ “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia” (Yak. 1: 27). Lebih jauh lagi dia memperingatkan bahwa kebiasaan  ini harus di mulai dari rumah kita dan mereka yang memungkirinya adalah lebih buruk dari seorang kafir.


Tetapi kasih dari mereka yang diselamatkan tiada hanya untuk sebagian orang atau hanya kepada orang tertentu, hal ini termasuk bantuan yang dapat kita berikan kepada  mereka yang membutuhkan dan semua yang teraniaya yang dapat kita  bebaskan. Kenyataannya, Yesus sendiri memperingatkan kita bahwa jika kita mengasihi atau menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang mengasihi kita, kita tidak lebih baik dari orang Farisi yang belum bertobat, yang kepercayaannya telah merosot kepada sesuatu yang tidak berarti  dan hanya sebagai pertunjukkan. Obat penangkal untuk penolakan diri dari bentuk mementingkan diri sendiri seperti itu adalah jubah perlindungan-Nya – kebenaran-Nya yang lebih baik, yang tidak terbatas. 

Jumat, 20 Oktober 2017

Renungan Pagi 21 Oktober 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

21  Oktober  2017

Lebih Daripada Ini

“Karena Allah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” ( Filipi 2: 13).

Kesucian yang “diperhitungkan” yang lebih daripada saat kita berserah adalah yang menyelamatkan kita. Itu adalah perlindungan yang dimiliki oleh mereka yang tetap tinggal di dalam Kristus, dan itulah yang membuat kita memenuhi syarat untuk hidup di dalam rumah Bapa. Tetapi itu bukanlah satu-satunya bagian dari pemberian kebenaran Kristus. Orang berdosa yang bertobat menerima juga kesucian yang “ditanamkan” – dari hari ke hari, penyucian jiwa harus terus menerus berkembang.

Kebenaran yang diperhitungkan membuat kita memenuhi syarat; kebenaran yang ditanamkan menjadi ukuran kita. Itulah yang dilihat manusia, itu bukti tabiat yang dinyatakan dalam perbuatan kita – kebiasaan kita sehari-hari.

Dalam pengertian ini, kebenaran yang ditanamkan adalah bukti lahiriah dari perubahan hati, kebenaran yang Kristus sediakan adalah “lebih dari penampilan luar “ seperti yang dimaksudkan dalam kutipan yaitu: “Lebih daripada ini, Kristus mengubah hati itu…. Kemudian dengan Kristus yang bekerja di dalam dirimu, engkau akan menunjukkan roh yang sama serta melakukan pekerjaan yang baik – pekerjaan kebenaran, penurutan” (Kebahagiaan Sejati, hlm. 72).

Sayangnya, ada beberapa yang menekankan pembenaran oleh  iman berdasarkan penurutan pasif; lebih menekankan pada pemberian kita yang berharga tapi melemahkan tujuan kita yang sebenarnya – kesucian tabiat. Tetapi sayangnya ini adalah ajaran salah yang sesat, Yesus menuntut penurutan yang tidak berkompromi. Pemberian jubah Kristus selalu melindungi kita dan, pada kenyataannya, tidak pernah gagal dalam menopang keinginan untuk mencapai kesempurnaan, yaitu patuh sepenuhnya pada kehendak Allah. “Terlebih lagi” hasil dari penyucian adalah tanda pertobatan yang pasti terjadi, bukti bahwa kehidupan seseorang “dibungkus oleh jubah.”

Arthur G. Daniels, membuktikan pencerahan melalui bukunya Christ Our Righteousness, menyatakan dengan jelas: “Pembenaran oleh iman adalah sebuah pengalaman, sebuah kenyataan. Itu melibatkan perubahan hidup sepenuhnya. Dia yang memasuki kehidupan baru telah mengalami perasaan sedih mendalam karena dosa dan benar-benar tulus, pengakuan tulus dan penolakan terhadap dosa. Bersama Tuhannya, dia dapat mengasihi kebenaran dan membenci dosa. Dan telah dibenarkan – diperhitungkan  benar karena iman – dia telah merasakan damai bersama Tuhan…. Semuanya telah menjadi baru” (hlm. 75).


Yang penting di sini bahwa pembenaran oleh iman bukan hanya sebuah teori; itu merupakan kehidupan, pengalaman pekerjaan dari anak-anak Allah, dilindungi oleh jubah kesempurnaan-Nya, dan terus-menerus berkembang di dalam kasih karunia Roh kudus.

Kamis, 19 Oktober 2017

Renungan Pagi 20 Oktober 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

20  Oktober  2017

Kebenaran Sejati

“Maka Aku berkata kepadamu. Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 5: 20).

Apakah Anda dapat melihat mereka – para imam besar dengan janggut yang dihias rapi dan jubah panjang berjalan dengan cara yang agung apabila mereka melakukan pelayanan di bait suci? Mereka berpakaian sangat bagus, sangat teratur, sangat dihormati, tetapi mereka tidak memiliki motivasi benar. Pelayanan mereka hanyalah pertunjukkan. Mereka sangat keras tentang tulisan yang mereka percaya dan peraturan yang terperinci dari apa yang orang lain harus lakukan dan tidak boleh lakukan, tetapi mereka sangat menginginkan pujian palsu. Mereka pura-pura beribadah, tetapi mereka sangat menginginkan pujian untuk diri mereka sendiri; mereka berpura-pura melakukan pengabdian untuk mendapat pujian. Mereka bukanlah orang baik, dan Yesus membiarkan mereka mendapatkan itu – Dia membuka semua dalih mereka. Dia menarik selimut dari maksud busuk mereka dan memperlihatkan keadaan mereka supaya mereka semua dapat  melihat, menilai mereka seperti apa mereka sebenarnya – “pemimpin-pemimpin buta,”  “kubur yang ditabur putih,” dan “munafik” (Matius 23:16, 27).

Mereka fanatik terhadap bentuk dan upacara yang kecil, tetapi lupa terhadap yang besar – kebaikan manusia dan kesucian hidup. Mereka membayar persepuluhan dari selasih, adas manis, dan jintan – tanaman kecil dari kebun mereka – dan mereka melakukan semua itu dengan benar: “yang satu harus dilakukan” (Lukas 11:42). Tetapi meskipun melakukan itu, ketika  mengabaikan  suatu janji kepada orang miskin dan orang yang membutuhkan itu telah membuktilan bahwa mereka gagal dalam mengerti bukan hanya Firman Tuhan, tetapi juga karakter Tuhan dan arti sebenarnya dari kebenaran.

Perbuatan baik mereka tidak akan pernah berhasil, dan begitu juga kita, jika seperti mereka akan dikutuk karena kesalahan meninggikan peraturan namun tidak melaksanakannya, artinya – meninggikan peraturan yang tertulis melebihi  roh penurutan hukum. Jika seperti mereka penurutan kita adalah meninggikan diri dan menyenangkan manusia, penghukuman kita akan sangat jelas, dan upah kita adalah kemalangan dan ketidaklayakkan.


Mengembalikan dua kali lipat persepuluhan, telah siap tiga puluh menit sebelum matahari terbenam untuk hari Sabat pola makan vegetaris; dan lain-lain, tidaklah cukup. Kehidupan yang benar adalah melakukan yang benar. Itu adalah lebih dari ibadah khusus, itu adalah bentuk penghargaan kasih kepada orang lain. Ketika jubah keselamatan-Nya melindungi kita, penghargaan kita untuk orang lain, khususnya “yang paling hina,” akan menjadi penting. Segala bentuk perbuatan baik “pekerjaan pembenaran” tidak akan menyelamatkan kita; itu semua tidak dapat membeli keselamatan kita – hanya darah Yesus yang mampu melakukan ini. Tetapi perbuatan baik itu mengungkapkan keadaan sebenarnya dari anugerah yang diberikan kepada semua orang yang melihat secara nyata dan sepenuhnya menyerahkan diri pada kasih-Nya.

Rabu, 18 Oktober 2017

Renungan Pagi 19 Oktober 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

19  Oktober  2017

Dilindungi, Tetapi Bertumbuh

“Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selamanya mereka yang Ia kuduskan” (Ibrani 10:14).

Kebenaran Kristus tidak meniadakan kebutuhan untuk pertumbuhan kita karena pertumbuhan rohani kita harus dikembangkan secara pribadi. Kesuciaan-Nya adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai, tetapi tidak pernah pengampunan tidak dinyatakan atau sebuah kehidupan dibiarkan terperosok di dalam dosa. Kebenaran-Nya adalah faKtor keselamatan kita, tetapi bukan satu-satunya faktor yang mengerjakan di dalam pengalaman keselamatan kita; pertumbuhan yang terus menerus juga penting. Dalam cara yang sama, suami dan istri menikah secara sah pada saat bertukar janji, selama 70 tahun kemudian penyatuan itu masih bertahan; kita telah diselamatkan sejak kita berserah sampai pada akhir perjalanan hidupa kita.

Tetapi ketika berserah, itu memberikan kita perlindungan sepenuhnya, tidak memberikan kita pertumbuhan sepenuhnya, melalui perobatan, kita akan diterima dengan sepenuhnya, tetapi belum sepenuhnya selesai. Kita seperti bayi yang baru lahir, dengan kerinduan akan “susu murni firman Tuhan,” ingin sekali meminumnya dan bertumbuh, ketika diselamatkan, tetapi bekerja keras; saat dibenarkan, tetap menggapai; saat disempurnakan, tetap berkembang; dan saat dijamin, tetap bertumbuh menuju pada kesempurnaan Yesus Kristus.

Pada saat Kristus kembali dan menyediakan hidup yang kekal, pada waktu kerusakan kita dipulihkan, kita tidak lagi butuh perlindungan dari kebenaran-Nya. Hal ini karena, setelah kembali kepada kesempurnaan yang telah hilang dari orangtua pertama kita, kita tidak akan hidup tanpa kebutuhan akan pengganti kekudusan. Sepenuhnya dipulihkan dalam gambar-Nya, kita tidak akan lagi memerlukan perlindungan untuk cacat alami yang didapatkan sejak lahir.

Berpakaian dalam pakaian kekekalan, tidak lagi didesak dengan bunyi gonggong anjing jahat yaitu Setan – kecenderungan dari dalam diri  untuk berbuat jahat sejak kita lahir  dan dalam kehidupan ini kita tidak dapat bebas – kita akan berseru dengan penuh suakcita, “Akhirnya bebas, akhirnya bebas, terima kasih Tuhan Yang Mahakuasa , akhirnya saya bebas!”


Dan bagaimanakah ini semua dapat terpenuhi? Hanya dengan pemberian anugerah jubahnya yang  berharga, membuat kita siap untuk dilayakkan, menginspirasikan kita kepada perempuan yang lebih dalam, dan suatu upah dari penurutan penuh kasih.

Selasa, 17 Oktober 2017

Renungan Pagi 18 Oktober 2017

Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

18  Oktober  2017

Hadiah-Nya Yang Beretika

“Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang akan menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa” (Ibrani 2:17).

Salah satu tujuan Setan untuk menghilangkan kepercayaan terhadap karunia keselamatan Kristus adalah dengan menggambarkan campur tangan Juruselamat kita sebagai sesuatu yang tidak adil atau tidak pantas. Bagaimanakah itu bisa terjadi , dia mengemukakan bahwa dapatkah pengorbanan dari Sang Pencipta menembus dosa ciptaan-Nya? Tidak benar bahwa darah dari jubah Kristus harus diterima di tempat ketidakpatuhan dan kenajisan manusia. Tentunya, Setan akan benar kalau bukan dengan beberapa fakta yang tidak dapat disangkal.

Fakta pertama adalah bahwa Kristus datang menjadi Penebus, bukan karena sebuah paksaan, tetapi secara sukarela menjadi Perantara bagi manusia. Yang kedua adalah bahwa Dia benar-benar mengambil rupa manusia dalam Keilahian-Nya; pada kenyataannya, Dia menjadi Adam yang kedua. Yang ketiga, dia benar-benar mati di Kalvari; Keilahian Yesus rela untuk mati, tetapi tidak dapat dilakukan; kemanusiaan Kristus yang mati, walaupun Dia tidak pantas menerimanya. Fakta keempat, rencana itu sungguh beresiko – jika Yesus gagal untuk bertahan dalam “ujian dan pencobaan yaitu Adam yang pertama telah gagal untuk dipertahankan… seluruh bumi akan hilang” (The Seventh-day Adventist Bible Commentary, Ellen G. White, jld. 5, hlm.1082, 1083).

Rencana untuk keselamatan kita telah dibebankan dalam hal yang sangat membahayakan bagi kemanusiaan Kristus. Resiko yang diambil-Nya sangat penuh dengan konsekuensi terhadap seluruh alam semesta dan kekekalan. Yesus, kemanusiaan-Nya memiliki kemungkinan untuk jatuh. Akses Setan pada-Nya sama seperti pada Adam  dan Hawa, bahkan lebih hebat dari yang pernah Adam dan Hawa atau kita ketahui.

Penerimaan Allah terhadap tawaran Anak-Nya untuk memerangi malaikat jahat dengan kemurnian perlengkapan perang kemanusiaan tidaklah adil. Sesungguhnya, yang tidak adil adalah dengan kejam Setan mencoba dan menekan Kristus disepanjang hidup-Nya, sampai pada akhirnya, siksaan dari orang kejam digunakan Setan untuk menganiaya-Nya sampai kayu salib.


Setan memiliki setiap kesempatan untuk melemahkan dan menjebak dan mengalahkan Tuhan kita, tetapi Yesus menang. Kemenangan-Nya tidak dapat dipercayai, diingkari, diabaikan, dikesampingkan, ditolak, dipalsukan ataupun diulang kembali. Sejauh yang kita ketahui: Bahwa Bapa di surga “melihat pengorbanan-Nya dan menjadi puas” (lihat Yesaya 53:11). Dan begitu juga dengan kita, menerima berkat melalui percaya pada kasih-Nya.

Senin, 16 Oktober 2017

Renungan Pagi 17 Oktober 2017



Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

17  Oktober  2017

Sebuah  Hadiah Kita Yang Didambakan

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Matius 5:6)

Kebenaran Kristus diberikan hanya kepada mereka yang mengizinkannya dengan keinginan luar biasa; mereka yang berjuang menginginkan, mereka yang mencarinya diekspresikan seperti di dalam Mazmur 42:1: “Seperti rusa yang merindukan sungai berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” Seperti mereka yang lapar menginginkan makanan atau seseorang yang menginginkan hubungan kasih dari pasangannya.

Dan bagaimanakah hal itu bisa memberikan pengaruh di hati?  Ketika bersekutu dengan Roh Kudus kita di bawa untuk melihat penyesatan karena dosa, kekayaan yang bersifat sementara, ketenaran yang cepat berlalu , kebodohan dari tidak adanya pertarakan, singkatnya kehidupan, alam keabadian, dan yang  terpenting dari semua, kehidupan dari keselamatan; ketika “lenyap kesenangan dunia, dalam kemuliaan dan kasih karunia-Nya,” maka dengan rasa haus kita akan meminta, mencari, dan menemukan kasih Allah dan hadiah  dari kebenaran-Nya.

Sekali kita mengalami pengalaman ini, kita tidak hanya akan lebih mengingini kebenaran-Nya, tetapi juga kapasitas kita untuk menerima kebenaran itu dalam ukuran lebih besar dan akan terus bertambah. Mengalami kebenaran-Nya adalah sebuah transaksi yang penuh semangat, penuh harapan dan penuh dalam mengangkat jiwa. Pengaruhnya sangat berkuasa dan mudah menyebar sehingga kita tidak menginginkan hal lain daripada bersatu dengan-Nya; tidak ada lagi yang lebih diinginkan dari pada berada dalam lindungan-Nya, tempat naungan kita dari badai dosa – melalui ketidakberdosaan diri-Nya yang sempurna.

Perlindungan-Nya dilambangkan di dalam Alkitab dengan tongkat Harun (Kel. 28:4); pakaian Yosua (Za. 3:1-5), pakaian Ratu Ester (Ester 5:1-3), pakaian pesta perjamuan kawin (Mat. 22:11,12), jubah anak bungsu yang boros (Luk. 15:22), jubah putih yang diberikan pada Laodikia (Why. 3:18), jubah putih surga dari orang yang ditebus (WHY. 7:9-15), dan di dalam permulaan dari kejatuhan kita, “pakaian dari kulit binatang” diberikan Allah sebagai ganti “cawan daun ara” yang dibuat oleh orangtua pertama kita (Kej. 3:21) adalah keperluan surga yang paling berharga yang ada di dalam rumah harta surga. Itu adalah kepunyaan kita untuk dirindukan, dituntut, dan dijaga.

Minggu, 15 Oktober 2017

Renungan Pagi 16 Oktober 2017



Renungan Pagi “SESUATU yang LEBIH BAIK

16  Oktober  2017

Hadiah Kita Yang Kekal

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibrani 7:25)

Orang Kristen sedang bertumbuh, bersyukur bukan hanya untuk jubah yang melindungi dan pengalaman pertumbuhan yang ikut menemani, tetapi juga untuk kasih Kristus yang kuat bertahan melingkupi kita bahkan ketika kita berbuat salah. Jubah Kristus tidak dipakaikan kepada kita hanya untuk sementara, tetapi, untuk kita pelihara. Benar, kita bisa kehilangan jubah itu melalui dosa-dosa yang direncanakan dan secara sadar mempraktikkan kejahatan; jubah Kristus tidak meliputi pernyataan iman yang tidak sungguh-sungguh. Mereka yang mengakui nama-Nya, tetapi kasih kepada-Nya tidak terlihat melalui perbuatan-perbuatan baik, perlahan-lahan kita akan keluar dari perlindungan-Nya. Jubah-Nya bukan untuk diobral atau disewa atau palsu. Itu tersedia hanya untuk mereka yang memiliki penyerahan yang sempurna.

Itu mencakup beberapa harapan dan perlindungan utama. Mereka yang menjadikan perlindungan Kristus adalah kenyataan yang kukuh setiap hari mengetahui bahwa, “Kita harus sering bertelut dan menangis di kaki Yesus karena kekurangan dan kesalahan-kesalahan kita, namun demikian janganlah kita putus asa. Meskipun sekiranya kita dikalahkan oleh musuh, kita tidak ditinggalkan dan ditolak Allah” (Kebahagiaan Sejati, hlm. 73). Orang yang diselamatkan mempunyai jaminan bahwa ketika Setan mengatakan kepada kita bahwa kita telah melewati batas kasih karunia, kita bisa menjawab: “Yesus telah memberikan nyawa-Nya untukku. Dia menderita kematian yang kejam sehingga Dia bisa memampukan aku untuk melawan godaan. Aku  tahu bahwa Dia mengasihiku, walaupun dengan ketidaksempurnaanku. Aku akan beristirahat di dalam kasih-Nya. Bapa telah menerima kesempurnaan-Nya demi namaku” (Signs of the Times, 13 Agustus 1902).

Dia mengasihi kita dengan kasih kekal. Persediaan pengampunan-Nya bagi kita jauh melebihi tuntutan dosa untuk menghukum kita. Tetapi kasih-Nya yang sangat luar biasa itu, tidak dapat terbendung. Kasih-Nya tidak berkompromi, berkuasa terhadap segala sesuatu, mencakup segala sesuatu, mengetahui segala sesuatu, dan menguatkan kita melalui Roh Kudus, tetapi tidak dipaksakan kepada kita. Ketika kita menerima persediaan kasih karunia yang tidak terbayangkan itu, kita memulai sebuah hidup baru yang penuh sukacita dan berdaya guna – Dia adalah milik kita dan kita milik-Nya. Pujian terbesar kita akan menjadi sukacita keselamatan; kita akan menghabiskan hari-hari dalam hidup sebagai warga  Negara anugerah, tahanan pengharapan, dilindungi dan disempurnakan oleh kebenaran-Nya, disatukan dengan Bapa oleh tali kasih, yang kita percaya, kasih itu tidak akan pernah putus.